BACA JUGA:Terkuak Penyebab Harga Emas Antam Anjlok di Tengah Konflik Iran-Israel, Dipicu Risiko Resesi?
Di sisi lain, harga emas dunia justru mengalami kenaikan harga hingga 0,7 persen menjadi USD 4.700,41 per ons.
Selain itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 1,1 persen menjadi USD 4.729,80.
Menurut Head of Global Macro Tastylive, Ilya Spivak, harapan akan de-eskalasi konflik di Timur Tengah pun juga turut menjadi faktor utama dibalik kenaikan harga emas ini.
Kendati begitu, dirinya juga menambahkan bahwa AS juga bersiap untuk mengalami penurunan terburuk dalam lebih dari 17 tahun, karena harga energi yang lebih tinggi meredupkan harapan akan penurunan suku bunga AS tahun ini.
BACA JUGA:Anjlok! Cek Harga Emas Antam Terbaru Hari ini 30 Maret 2026, Turun Rp30.000 per Gram
"Emas telah stabil selama sekitar seminggu sekarang, dengan reli Jumat lalu sebagai hal yang sangat menonjol. Itu terjadi bersamaan dengan penurunan imbal hasil Treasury yang tampaknya menunjukkan bahwa pasar mulai melihat perang Iran sebagai risiko resesi," tutur Spivak.
Hal serupa pun juga turut dikatakan oleh Kepala Global Pasar Institusional ABC Refinery, Nicholas Frappell.
Dalam penuturannya, dirinya menyatakan bahwa pergerakan harga emas minggu lalu menunjukkan reaksi terhadap perilaku oversold, dan kemungkinan pembalikan penurunan baru-baru ini.
"Namun, ini perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga minggu ini. Mengingat derasnya arus berita utama, volatilitas paling mudah diprediksi," ucap Frappell.