Harga Emas Antam Merosot Rp 30.000 per Gram, Dibayangi Ketegangan Geopolitik

Harga Emas Antam Merosot Rp 30.000 per Gram, Dibayangi Ketegangan Geopolitik

Perhiasan emas di toko logam mulia-Bianca-

JAKARTA, DISWAY.ID– Tren penurunan harga emas batangan bersertifikat Antam berlanjut pada awal pekan ini.

Setelah sempat terkoreksi dalam beberapa hari terakhir, harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin (30/3/2026) kembali anjlok sebesar Rp 30.000 per gram.

Mengutip data dari situs resmi logammulia.com, harga emas Antam pecahan 1 gram kini berada di level Rp 2.807.000.

BACA JUGA:Limbah Sawit Jadi Sumber Energi dan Cuan, Akademisi UI Dorong Model Terintegrasi

Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan posisi pada Sabtu (28/3/2026) lalu yang masih bertengger di angka Rp 2.837.000 per gram.

Sejalan dengan harga jual, harga beli kembali atau buyback oleh butik Antam juga mengalami penyusutan.

"Pagi ini, buyback menurun menjadi Rp 2.425.000 per gram, turun dibandingkan harga Sabtu lalu sebesar Rp 2.461.000 per gram," tulis laporan data tersebut.

Kondisi serupa merambat ke pasar emas perhiasan. Hasil pantauan di sejumlah gerai emas, termasuk Toko Lapak Sumber Emas, menunjukkan harga perhiasan masih fluktuatif di kisaran Rp 1.200.000 hingga Rp 1.300.000 per gram.

Para pedagang mengaku kesulitan menetapkan harga acuan tetap karena volatilitas pasar yang sangat tinggi.

Fahmi, pemilik Toko Lapak Sumber Emas, mengungkapkan bahwa perubahan harga bisa terjadi dalam hitungan jam setelah pembukaan pasar.

BACA JUGA:Nestapa Warga Bantaran Rel Senen: Tak Dapat Bansos, KJP Anak Pun Diputus

"Prediksi harga menjadi sangat sulit saat ini. Sebagai contoh, kemarin saat pengecekan pukul 11.00 WIB, harga sempat naik namun kemudian langsung terkoreksi turun sekian persen," jelasnya kepada Disway, Senin.

Ketidakstabilan harga komoditas ini tidak lepas dari dinamika geopolitik luar negeri yang kian memanas.

Selain emas, komoditas energi seperti minyak bumi juga mengalami fluktuasi tajam yang memengaruhi sentimen investor global terhadap aset safe haven.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: