Mengenal Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, dari Tradisi hingga Makna Spiritual

Jumat 03-04-2026,15:32 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

JAKARTA, DISWAY.ID - Umat Katolik di seluruh dunia tengah memperingati Jumat Agung, sebuah prosesi menjelang paskah.

Diketahui, Hari Raya Paskah 2026 berdasarkan kalender Liturgi Katolik jatuh pada Minggu, 5 April 2026.

Dalam tradisi umat Katolik ini, dua perayaan besar ini saling berkaitan. Selain itu, keduanya juga memiliki makna yang berbeda satu sama lain.

Walau sama-sama memperingati peristiwa penting dalam kehidupan serta pengorbanan Yesus Kristus, masih banyak orang yang keliru dalam membedakan arti dan makna serta tujuan dari masing-masing hari suci itu.

Lantas, apa perbedaan dari Jumat Agung dan Paskah yang sering disalahartikan oleh banyak orang? Simak penjelasannya di bawah ini.

BACA JUGA:Urutan Pekan Suci Paskah 2026 Lengkap Jadwal, Dari Minggu Palmah hingga Paskah

Perbedaan Jumat Agung dan Paskah

1. Jumat Agung

Jumat Agung sendiri adalah hari memperingatu penyaliban Yesus Kristus di Bukit Golgota untuk menebus dosa umat manusia sebagai simbol puncak pelayanan Yesus di dunia.

Saat perayaan Jumat Agung, umat diharapkan untuk berpuasa dengan hanya makan satu kali sehari sebagai bentuk menghormati penderitaan yang dialami Yesus Kristus.

Jumat Agung juga menjadi salah satu hari peringatan yang mengharukan, di mana ada berbagai rangkaian ekaristi-nya terdapat dialog sebelum dan setelah Yesus disalibkan.

Selain itu, juga ada banyak dekorasi yang menjadi gambaran bagaimana suasana pada saat ini cukup menyayat hati.

BACA JUGA:Libur Jumat Agung 2026 Berapa Hari? Cek Aturan Sesuai SKB 3 Menteri

Berikut adalah makna peringatan Jumat Agung bagi umat Katolik, antara lain:

Pengorbanan - Yesus Kristus berkorban dengan menyerahkan diri pada yang mulia untuk menderita serta mati di kayu salib sebagai bentuk bukti kasih Tuhan yang mahabesar agar manusia mendapatkan keselamatan dan kehidupan kekal serta mendapatkan pertaubat-an.

Penderitaan - Perjalanan Yesus Kristus yang sangat krisis, dipenuhi keringat, air mata dan darah.

Hal ini juga menjadi simbol bahwa perjalanan hidup yang manusia lewati ini adalah pengingat akan pengorbanan Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia.

Kategori :