Di sisi lain, kedua pihak juga akan memfasilitasi dialog dan pertukaran pengetahuan terkait pengembangan pasar, kerangka keberlanjutan, serta strategi komunikasi publik dalam mendukung implementasi bahan bakar berbasis campuran etanol.
BACA JUGA:UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet 2 Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026
BACA JUGA:Timur Tengah Memanas, Pertamina Perkuat 'Benteng' Kilang Domestik Demi Amankan Stok BBM
Chairman USGBC, Mark Wilson, menekankan bahwa kemitraan ini berfokus pada aksi nyata melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kesiapan sistem.
“MoU ini bukan sekadar kesepakatan formal, tetapi merupakan platform implementasi. Melalui kemitraan ini, kami akan berfokus pada pertukaran pengetahuan dalam produksi dan rantai pasok etanol, penguatan aspek teknis dan pengembangan pasar, serta mendukung kesiapan Indonesia dalam pengembangan bahan bakar berbasis etanol,” ujar Mark.
Penandatanganan MoU ini menegaskan komitmen Pertamina NRE dan USGBC untuk memperkuat kolaborasi berbasis pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, dan adopsi praktik terbaik global.
Sinergi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan ekosistem bioetanol yang berkelanjutan serta memperkuat upaya transisi energi di Indonesia.