PHE OSES Mulai Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Offshore Pertama di Indonesia

Jumat 10-07-2026,17:09 WIB
PHE OSES Mulai Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Offshore Pertama di Indonesia

PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) resmi memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES).--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID – PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) resmi memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES).

Capaian ini ditandai melalui seremoni injeksi pertama polimer yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna RDTX Square, Jakarta, Rabu 8 Juli 2026.

Acara seremoni dihadiri oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Komisaris PT Pertamina (Persero) Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Komisaris Pertamina Hulu Energi Nanang Untung dan Nepos MT Pakpahan, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Sunaryanto, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Rachmat Hidajat, General Manager PHE OSES Antonius Dwi Arinto, serta Direktur Utama PT Elnusa Litta Indriya Ariesca.

BACA JUGA:Mahasiswa Tuntut Penghematan, Eks Komut Pertamina Ahok Contohkan Skema Pertamax dan Pertalite

Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek ini telah melalui rangkaian kajian dan evaluasi yang komprehensif, mencakup studi subsurface, analisis laboratorium, desain engineering dan operasional offshore, serta kajian keekonomian dan manajemen risiko.

CEOR berbasis polimer ini juga telah melalui proses assessment dan review yang melibatkan para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina, guna memastikan kesiapan implementasi dari aspek teknis, operasional, maupun keselamatan.

CEOR di Lapangan Rama tidak hanya inovasi yang berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperoleh data operasional, pembelajaran teknis, serta validasi kinerja teknologi sebagai landasan pengembangan implementasi CEOR secara full field pada masa mendatang. 

BACA JUGA:Daftar Harga BBM Pertamina Turun Per 1 Juli 2026, Jenis Apa Saja?

Dalam pelaksanaannya, teknologi polymer flooding diterapkan dengan menginjeksikan larutan polimer ke dalam reservoir untuk meningkatkan sweep efficiency, sehingga minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan dapat terdorong menuju sumur produksi secara lebih optimal.

Metode ini merupakan salah satu teknologi EOR untuk meningkatkan recovery factor tahap lanjut pada lapangan-lapangan minyak yang telah memasuki fase mature.

“Lapangan mature bukan aset yang selesai, namun membutuhkan inovasi dan pendekatan baru. Hari ini, melalui Chemical Enhanced Oil Eecovery (CEOR), kita sedang memberikan “terapi” baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktifnya, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional,” kata Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama PT Pertamina (Persero). 

BACA JUGA:Pengamat Energi Soroti Pengungkapan Dugaan Korupsi BBM Pertamina, Minta Kasus Serupa Ikut Diusut

Injeksi polimer di Lapangan Rama ini merupakan simbol transformasi cara berpikir. Ketahanan energi nasional tidak hanya dibangun dengan menemukan cadangan baru, namun dengan memaksimalkan setiap aset, melalui penerapan inovasi dan teknologi. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait