Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia, Sektor Kuliner Sumbang PAD Rp5,6 Miliar

Sabtu 04-04-2026,12:58 WIB
Reporter : Afrizal - Disway Sumbar
Editor : Khomsurijal W

PADANG, DISWAY.ID– Kota Padang kini tidak sekadar dikenal sebagai gerbang pariwisata Sumatera Barat, melainkan tengah memacu diri menjadi pusat gastronomi dunia.

Pasca-deklarasi sebagai "Kota Gastronomi" pada Agustus 2025, ibu kota provinsi yang telah berusia lebih dari 3,5 abad ini mulai memetik buah manis dari strategi transformasi ekonomi kreatifnya.

Lonjakan kunjungan wisatawan yang berburu autentisitas rasa kuliner Minang berdampak signifikan pada pundi-pundi daerah.

BACA JUGA:Dari Potensi Lokal ke Prestasi Nasional, Desa BRILiaN Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Pesisir

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Fuji Astomi, mengungkapkan bahwa sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan minuman mengalami kenaikan drastis.

"Sejak deklarasi Kota Gastronomi, pendapatan sektor kuliner melonjak hingga menyentuh angka Rp5.649.147.097. Sebelumnya, angka ini biasanya tertahan di kisaran Rp4 miliar," ujar Fuji dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).

Momentum libur Lebaran 2026 menjadi katalisator utama pertumbuhan ini. Kepulangan para perantau yang rindu akan cita rasa tanah kelahiran meningkatkan perputaran uang di rumah makan dan kedai kuliner legendaris di sepanjang pesisir Samudera Hindia.

Selain kuliner, ekosistem penunjang pariwisata lainnya turut terkerek naik. Sektor jasa perhotelan menyumbangkan pendapatan sebesar Rp3,46 miliar, disusul sektor jasa kesenian dan hiburan sebesar Rp654 juta.

BACA JUGA:Pemerintah Lepas 200 PMI ke Jepang, Cak Imin: Syukur-syukur Dapat Jodoh Baru!

Sektor parkir pun mencatatkan kontribusi senilai Rp129 juta dalam periode yang sama.

Strategi optimalisasi pendapatan tidak hanya berhenti di sektor pajak. Fuji merinci bahwa retribusi daerah juga memberikan andil sebesar Rp255,3 juta. Dinas Perhubungan menjadi kontributor retribusi terbesar dengan angka Rp218,1 juta, sementara sektor pariwisata menyumbang Rp37,2 juta.

"Secara akumulatif, hingga akhir masa libur Lebaran lalu, total PAD yang terkumpul dari seluruh sektor ini mencapai Rp10.148.090.495," pungkas Fuji.

Capaian ini memperkuat posisi Padang dalam peta persaingan kota kreatif UNESCO.

BACA JUGA:Di Tengah Gejolak Energi Dunia, Pertamina Dorong Energi Terbarukan

Integrasi antara kekayaan warisan kuliner dan tata kelola pendapatan daerah yang modern diharapkan mampu membawa rendang dan ragam kuliner Minang lainnya ke panggung diplomasi gastronomi global yang lebih luas.

Kategori :