Icip-Icip Galeri
--
Saat penerbangan pulang dari Nanning (lewat Guangzhou) saya menulis naskah ini. Sesekali menerima sapaan penumpang asal Surabaya, Malang, dan Bali. Mereka satu pesawat kembali ke tanah air.
Ada dua grup besar di ruang tunggu. Semua Tionghoa. Mayoritas wanita senior. Grup A, 27 orang sedang transit dari Harbin nun di dekat Rusia. Grup B, 25 orang, transit dari Shangri-La dan Lijiang di Kunming.
Yang berwisata ke Shangri-La itu tergabung dalam grup angklung. Nama grupnya: Pitik Cilik. Itu karena waktu kali pertama berlatih sang pelatih mengajarkan lagu Pitik Cilik. Setelah itu lagu Cublek Suweng. Kini mereka mahir berangklung lagu apa saja.
"Berapa lama berwisata ini?"
"12 hari," jawab ketuanya.
"Menyenangkan?"
"Senang. Tapi juga menyiksa,"
"Kenapa?"
"Kangen banget sayur asam dan sambal terasi. Kangennya sampai ubun-ubun," katanyi.
"Nggak bawa makanan Indonesia?"
"Bawa. Banyak. Tapi tiga hari sudah ludes," katanyi. Dia pun merinci apa saja yang dibawa: sambal terasi, bumbu pecel, kerupuk...
Mereka semangat sekali pulang. Ingin cepat-cepat makan rawon!
Di pesawat saya tidak bisa lagi ngobrol dengan mereka. Saya punya komitmen membaca novel ini sampai selesai: To Live. Karya Yu Hua. Sudah diterjemahkan ke 20 bahasa, termasuk Indonesia: Judulnya: Hidup.
Maka saya cepat-cepat menulis apa saja. Kebetulan masih ada satu bahan yang ingin saya tulis: museum masa kecil Bung Karno di Mojokerto.
Sewaktu tur bisnis pekan lalu kami mampir ke museum itu. Yakni setelah dari museum Gubug Wayang. Museum Bung Karno ini tidak mau disebut museum: namanya galeri. Lokasinya di dalam Sekolah Dasar Negeri Purwotengah. Di situlah Soekarno, proklamator dan presiden pertama Indonesia sekolah tingkat Ongko Loro.
Dari luar, bangunan itu tampak seperti SD pada umumnya. Setelah masuk ke halamannya barulah terlihat ada patung kecil di halaman itu: patung Bung Karno saat sekolah di situ. Ukurannya kelihatannya hanya sedikit lebih besar dari Bung Karno: 2,5 meter. Pakaiannya khas: bawahannya jarit, atasannya jas, dasinya kupu-kupu, dan penutup kepalanya blangkon. Tangan kanan menuding ''di sini'', tangan kiri merengkuh buku tebal.

Kepala SD Purwotengah Endang Pudjiastutik (kiri) menjelaskan tentang patung Bung Karno kecil saat bersekolah di sana.--
Bung Karno lahir di mana?
Buku sejarah di sekolah menyebutkan BK lahir di Surabaya.
Konotasinya, kata ''Surabaya'' di situ adalah kota Surabaya sekarang. Padahal secara administrasi yang dimaksud Surabaya zaman itu meliputi Surabaya sampai Mojokerto dan Jombang.
Galeri ini tidak terasa museum karena hanya menggunakan ruang-ruang kelas yang ada: lima kelas. Materi yang dipajang sebenarnya cukup baik: perjalanan BK sejak di dalam kandungan, dilahirkan sampai sekolah di situ.
Ada juga miniatur karya-karya monumental BK yang dipajang terbaik di langit-langit ruangan: Monas, masjid Istiqlal, gedung DPR-MPR, Hotel Indonesia, dan patung Pancoran.

Miniatur bangunan yang diarsiteki Bung Karno di atap galeri, antara lain Stadion Gelora Bung Karno, gedung DPR/MPR, Hotel Indonesia, dan jembapatn Ampera.--
Lalu ada lukisan unik terbuat dari benang hitam yang ditarik ke segala arah yang kalau dilihat dari sisi lain ruang itu tergambar wajah Bung Karno. Saya pelototi siapa pelukisnya: tidak ketemu.

Lukisan dari benang yang ditarik bila dilihat dari jarak jauh seperti wajah Bung Karno.--
Di ruang terakhir dipajang bangku-bangku SD zaman dulu. Salah satunya terlihat jauh lebih tua. Itulah salah satu bangku asli yang ditemukan yang bisa saja pernah dipakai BK kecil.
Endang Pudjiastutik, kepala sekolah sekarang ini lantas meraih lengan saya. Dia ingin menunjukkan benda bersejarah yang dia temukan: papan tulis asli yang dipakai di kelas BK saat itu.
Kata Bu Endang, saat ditemukan papan itu tertanam di tembok. Papan tulis ini terdiri dari tiga bidang yang ukurannya sama. Bidang kiri dan kanan bisa dilipat menutup bidang yang tengah. Ada engselnya.
Dua anak SD kelas lima sudah bisa jadi tour guide. Mereka dilatih menjaga tiap pajangan dan bisa menjelaskan apa yang ada di pajangan itu.
Saya tidak menyangka ada museum khusus masa sekolah di saat BK masih kecil. Bu Endang tidak hanya menemukan papan tulis, dia juga menulis buku tentang BK di sekolah itu.
Yang punya inisiatif membangun galeri itu Ning Ita, wali kota Mojokerto yang juga ketua PC Muslimat NU setempat. Bu Mega yang meresmikannya. Ning Ita pun maju lagi jadi wali kota Mojokerto yang untuk periode kedua diusung oleh PDI-Perjuangan sebelum akhirnya pindah ke perahu Gerindra.
Dari Ning Ita kami ke pabrik etanol, PT Energi Agro Nusantara (Enero). Pabrik itu akhirnya, tiga tahun terakhir, berlaba besar setelah lima tahun selalu merugi. Pimpinan barunya, Puji Setiyawan pemberani: membuat kabinet barunya langsing, melakukan efisiensi, memotong besar gaji semua manajernya dimulai dari memotong gajinya sendiri sebagai direktur tunggal. Orangnya energik dan penampilannya tidak seperti bos anak perusahaan BUMN. Danantara beruntung punya pimpinan perusahaan seperti itu lima tahun lalu.

Rombongan Disway Explore Business ke Pabrik Etanol di PT Energi Agro Nusantara (Enero), Mojokerto.--
Kunjungan terakhir hari itu ke pabrik es krim. Anda sudah tahu namanya. Terbesar di Indonesia mengalahkan produk multinational corporation: Aice. Yang saya tidak sangka: perusahaan es krim ini ternyata perusahaan Singapura.
"Apakah Aice juga menguasai pasar es krim di Singapura?"
"Tidak," ujar General Affair Manager Aice Liu Shen Dong. Ia belum bisa berbahasa Indonesia. Ia asli Hunan, Tiongkok. Penerjemahnya bernama Moch. Sholeh: lulusan pondok pesantren Nurul Jadid yang kuliahnya di Hangzhou. "Aice tidak dijual di Singapura," tambahnya.
Ini mirip dengan pabrik baja Mittal dari India. Pabrik pertamanya dibangun di Sepanjang, Sidoarjo, lalu berkembang ke seluruh dunia, menjadi salah satu pabrik baja terbesar sejagad.
Pun Aice, meski baru didirikan di Indonesia tahun 2015, kini sudah merajalela ke berbagai negara. Pabrik ini sehari bisa menerima 10 delegasi tur dari berbagai sekolah. Kuota tahun ini sudah penuh. Harus antre untuk kunjungan tahun depan.
Di akhir kunjungan delegasi dari mana pun dimampirkan ke satu ruang icip-icip yang luas. Semua boleh makan es krim sepuasnya selama 30 menit. Bebas pilih: yang rasa apa saja.

Rombongan Disway Explore Business bebas mencicipi es krim saat berkunjung ke pabrik Aice di Kawasan Industri Ngoro, Mojokerto--
Hanya rombongan kami yang icip-icipnya di ruang khusus dan rasa yang bisa diicip lebih banyak sampai orang seperti saya menyesal menjadi tua. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 30 Mei 2026: Pet Byar
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
YANG PUTUS BUKAN CUMA KABEL.. Penjelasan Pak Dahlan kali ini menarik. Karena akhirnya publik tahu: penyebab matinya listrik Sumatera bukan teori konspirasi, bukan sabotase asing, bukan juga jin pencabut sekring. Yang putus ya sambungan kabel. Sederhana. Tapi efeknya seperti patah tulang belakang. Di sinilah lucunya negeri berkembang. Jalan tol listrik sudah dibangun ribuan kilometer. Tower berdiri gagah di gunung dan hutan. Tapi nasib jutaan orang ternyata bisa ditentukan satu “selongsong besi” sebesar lengan gadis Padang. Maka pelajaran terbesarnya justru bukan soal teknis kelistrikan. Melainkan soal ketimpangan. Sumatera bagian utara terlalu bergantung pada pasokan jauh dari Sumsel. Begitu jalur terganggu, frekuensi langsung oleng. Pembangkit ikut “kebanting”. Mirip orang kurang sarapan dipaksa lari maraton. Bagian paling menyedihkan sebenarnya bukan kulkas mati. Tapi fakta bahwa PLTU perlu 36 jam untuk bangkit lagi. Cepat membangunnya di seminar. Lama menyalakannya di lapangan. Karena itu ide drone infrared terasa penting. Jangan tunggu kabel putus dulu baru rapat. Di dunia listrik, pencegahan jauh lebih murah daripada satu Sumatera mendadak gelap gulita.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
BAYANGKAN, LISTRIK MASA DEPAN PERKEMBANGANNYA KAYAK APA..? Dunia telekomunikasi berubah sangat cepat. Dari wartel ke smartphone. Dari SMS ke video call. Dari antena bambu ke satelit orbit rendah. Semua terasa seperti loncat zaman. Listrik kelihatannya lebih tenang. Padahal diam-diam revolusinya juga besar. Dulu listrik cuma mengalir satu arah: dari pembangkit ke rumah. Masa depan berbeda. Rumah bisa sekaligus jadi pembangkit. Atap jadi ladang listrik. Mobil jadi baterai berjalan. Nanti mungkin orang bukan hanya beli token listrik. Tapi juga jual listrik ke PLN. Siang rumah menghasilkan daya dari matahari. Malam membeli kembali saat baterai habis. Hubungannya bukan lagi pelanggan dan perusahaan. Tapi mitra dagang elektron. Teknologi baterai juga akan menentukan arah dunia. Siapa menguasai baterai, bisa menguasai kendaraan, industri, bahkan geopolitik. Dulu perang rebutan minyak. Besok rebutannya nikel, lithium, dan rare earth. Lucunya, manusia masa depan mungkin tidak lagi ribut soal sinyal HP lemah. Tapi soal colokan cepat penuh. Peradaban modern akhirnya tetap kembali ke satu hal sederhana: mencari sumber energi agar hidup terus menyala.
rid kc
Listrik padam tidak hanya di Sumatera, di tempat saya juga padam tiap hari menjelang maghrib dan sudah 5 hari ini. Kata PLN karena kerusakan Gardu Induk. Sampai kapan perbaikannya tidak jelas. Harusnya begitu listrik padam, PLN langsung buat pemberitahuan lewat media sosial mereka bahwa penyebab listrik padam karena A dan B dan akan diperbaiki kurang lebih C jam. Listrik padam kemarin sampai hari ini tidak ada pemberitahuan dari PLN sehingga konsumen bingung kenapa padam. Konsumen berhak tahu mengapa listrik padam. Saya yakin PLN sudah berusaha sekuat tenaga untuk perbaikan listrik agar menyala kembali akan tetapi komunikasi dengan pelanggan harus dijaga dan dijelaskan agar pelanggan tidak bingung.
Kujang Amburadul
Orang2 PLN hampir mirip dng orang2 yg kumpul di warkop, dan yg nunggu lampu ijo. Orang PLN, mau nyalain generator batubara, nunggu boiler harus dingin. Begitu sudah siap, boiler dingin dipanaskan kembali. Lha kalo gitu ngapain ditunggu harus dingin dulu? Di warkop, bapack2 pelanggan minta, kopinya diseduh dng air panas mendidih. Setelah jadi, mau diminum, ditiup2 lagi. Katanya biar dingin. Lha tadi ngapain minta yg panas? Itu namanya bikin dua kali kerjaan. Di traffic light. Semua pengemudi gak sabar tertahan lampu merah. Cak Lontong tanya: "ngapain pak?". Dijawab: "nunggu lampu ijo". Begitu lampu berubah ke ijo. Ditinggal.....???? Lha ngapain lampu ijo ditungguin kalo emang mau ditinggal? Memang nasib orang2 Konoha ini sama, semuanya, nunggu pemerintahnya kerja dua kali, baru beres wkwkwk....! Tabik.
Leong Putu
Kalau kabel yang putusnya tidak selta melta saja tidak ketahuan, belalti selama ini petugasnya kurang kontol!.
ra tepak pol
Alhamdulillah 'ala kulli haal ❤️❤️❤️ ☕️☕️☕️☕️☕️ ☝️⏱️☀️♻️ ngopi time sedulur perusuh. Abah DI diyakini terlalu luar biasa semangat hiperbola menyamakan, karena tak ada lengan gadis Padang sebesar diameter luar kabel transmisi 275KV. Yang ada diameter kabel tersebut sama dengan panjang sekitar 2 ruas jari gadis Padang dewasa atau yang lebih mendekati adalah se-diameter tutup botol air mineral 3cm. Sumber mode AI
Johannes Kitono
Black out CPB. Listrik sangat penting dan vital bagi tambak udang intensip. Dan tentu riskan kalau hanya tergantung dari PLN saja. Tambak udang modern yang intensif harus dan wajib punya genset sendiri selain listrik PLN. Investasi Genset di Tambak nilainya sekitar 25 % dari total investasi. Tahun 1994 CPB adalah tambak udang intensip terbesar didunia yang berlokasi di Lampung. Pada waktu itu nilai genset Warsila sekitar US$.40 juta dengan kapasitas 62 MW. Padahal PLN kota Bandar Lampung kapasitasnya hanya 30 MW. Ini yang membuat Djiteng Marsudi, Dirut PLN tertarik berkunjung ke Tambak CPB milik CP grup.Menawarkan CPB membeli listrik PLN yang katanya lebih murah. Ternyata ada kendala. Black out di Tambak seperti manusia kena PJK.Bisa langsung games over. Menurut Dirut PLN kalau terjadi Black out selama 3 x 24 jam konsumen bisa klaim. Di CPB pernah terjadi Black Out yang hanya 20 menit saja. Otomatis Kincir penghasil DO di Tambak stop berputar. Udang udang yang sudah siap panen berenang muncul ke permukaan sambil berdesis desis. Mereka kehabisan D0 = oksigen terlarut dan then koit.Puluhan ton Udang mati berwarna merah dan turun harganya. Kerugian akibat Black out yang hanya 15 menit saja bernilai puluhan Mily. Apalagi harus tunggu 3 x 24 jam seperti SOP PLN. Pasti langsung tutup buku.Menurut Bareskrim Black out yang terjadi di Sumatera bukan sabotase. Tapi tetap merupakan tanggung jawab PLN. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.
Bahtiar HS
Listrik boleh pet. Tapi harus segera byar. Kata Abah. Jadi mesti kita balik istilah ini, dimana yg dulu byar-pet yg konotasinya negatif menjadi pet-byar yg lebih positif. Pet-byar seperti judul bukunya ibu kita Kartini: Habis Gelap Terbitlah Terang. Meski yg paling jos ya Terus Terang Listrik Terang Terus.
Er Gham 2
Seorang pensiunan ditanya oleh kawan kawan satu angkatan sekolah saat reuni, "Mengapa masih sibuk jualan Kok, tidak santai santai saja di rumah sambil ngemong cucu". Pensiunan itu menjawab dengan datar, " Belum sempat korupsi. Istri maunya kerja jujur saja".
Bahtiar HS
Terkait dengan PLN, saya pernah implementasi Sistem Informasi Pelayanan Pelanggan yakni software SIPL utk manajemen pelanggan PLN, mulai dari pelanggan bru, tambah daya, catat meter, hingga cetak dan pelunasan tagihan / rek listrik. Ada kejadian memprihatinkan nan lucu. Pas tugas di PLN Cabang Barabai, saya menemui ada satu ranting yg pelanggannya banyak yg nunggak bayar tagihan daripada yg lunas. Ketika saya tanya ke petugas layanan pelanggan di sana, dia jawab yg intinya begini: Ya gimana mau bayar Pak, kalau kita datangi ke rumah mereka untuk ditagih tunggakannya atau apalagi diputus sambungn listriknya, mereka orang satu kampung keluar semua; tidak bawa uang, tapi bawa parang. Parang bungkul, parang lais, parang baduk, parang kerekoepang keluar semua. Ya bagaimana kita mau putus sambungan listrik mereka kalau nyawa taruhannya? Saya mau terkejut atau heran nggak jadi, krn orang PLN itu bercerita sambil tertawa ngakak. Ternyata itu di PLN sana termasuk cerita lucu :))
Irary Sadar
Pernah ke Anak SMA Cilacap ngomong, disekolah akan ada pelajaran bahasa Mandarin. Pulang dari Brasil tiba-tiba pidato, bahasa Portugis akan diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia. Eh, di Perancis pidato lagi di Istana Elsyee Paris bahwa akan ada pelajaran bahasa Perancis disekolah. Dan Presiden Macron tersenyum, tidak tahu dia sedang di prank, hahaha. Apa dia pikir gaji guru bahasa asing itu murah?Apa dia pikir cari guru bahasa asing untuk ditempatkan di banyak sekolah itu mudah? Apa dia pikir perangkat penunjang untuk belajar mengajar bahasa asing itu tidak perlu? Apa dia tidak pernah berpikir..??? Amsiong, amsiong...
Liáng - βιολί ζήτα
iseng-iseng saja. Sebaiknya, kabel jaringan listrik itu "Overhead" atau "Underground" ?? Kabel jaringan listrik Underground (kabel di dalam tanah)..... • Belanda (hampir 100%) • Jerman (lebih dari 70%) • Denmark (sekitar 60%) Kabel jaringan listrik Overhead (kabel di udara) kebanyakan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Jepang, sebagai negara maju, tetap menggunakan kabel jaringan listrik Overhead (kabel di udara), karena wilayahnya yang sangat rawan gempa. Indonesia ?? Sebagian wilayah Indonesia memang rawan gempa, oleh karena itu mungkin perlu adanya kajian yang mendalam, kabel jaringan listrik Overhead atau Underground yang cocok untuk Indonesia, atau kedua-duanya (tergantung bagian wilayahnya) seperti halnya di Tiongkok. Dan..... sepertinya, hal itu adalah tugasnya Bapak Mantan Sesuatu yang "belum selesai"..... Oh iya..... ada hal yang menggelitik jiwa dan raga..... di Jepang itu loh..... selain wilayahnya yang sangat rawan gempa, juga berbagai jenis Angin Topan yang dahsyat seringkali menghantam wilayah Asia Timur..... tetapi koq per-listrik-an di Jepang baik-baik saja. Nah..... ini juga tugasnya Bapak Mantan Sesuatu yang "belum selesai"..... terkait kualitas maintenance dan kualitas SDM-nya PLN.....
Prieyanto
Setelah disindir-sindir Perusuh muncul juga 'black out' Sumatera. Ada 2 ide dari Abah DI, Anda sudah tahu, teknologi drone dan kemandirian listrik, eech ada satu lagi, jangan kelamaan menyimpan daging qurban, jika masih tersisa. Penjelasan teknis yang disampaikan, iseng2 ayas pake pendekatan ICAM ('Incident Cause Analysis Method'). Putus sendiri akibat angin kencang,badai,dan hujan lebat, seolah menyalahkan alam, padahal itu hanyalah 'trigger'. Kegagalan bukan semata akibat cuaca, tetapi bisa jadi itu kegagalan berlapis: Apakah adanya kelemahan pada sambungan-kualitas sambungan, dan materialnya? Apakah ada sistem deteksi dini? Apa yang harus dilakukan (atau tidak dilakukan) oleh individu / team. Apakah sertifikasi & kompetensi sesuai? Apakah ada temuan inspeksi sebelumnya yg diabaikan? Apakah ada mitigasi kondisi kerja, desain dan lingkungan sistem ? Lanjut dari sisi Organisational Factors; Standar Instalasi? Strategy maintenance? Asset management? Resources & Teknologi? Decision pressure? Jawaban dari pertanyaan2 diatas akan menentukan ICAM level - Temuan/Indikasi - Kemungkinan penyebab - Bukti yang perlu dicek - Dampak - Rekomendasi perbaikan dan Prioritasnya. #prie
Em Ha
22 Mei 2025. Malam itu bintang bintang bersinar lebih terang. Pekanbaru gelap gulita. Kami kira pemadaman biasa. Perbaikan jaringan TM atau gardu trafo terdekat. Ternyata berlangsung lama. Lampu dan Kipas emergensi kehabisan daya. Sudah lebih dua jam. Kenapa tak kunjung byar. Awalnya saya curiga ini gerakan Earth Hour yang disponsori PLN. Tapi koq lama. Pet nya listrik diikuti hilang sinyal telekomunikasi. Mati gaya semua. Tidak bisa ngapa ngapa. Ada tetangga kerja di ULP PLN. Kasih info ini mati seSumatera. Waduh...
Eyang Sabar56
Baru tau ternyata urusan listrik tegangan tinggi harus melewati konduktor sebesar lengan gadis Padang. Kenapa harus sebesar lengan gadis Padang? Karena kejadiannya bukan di Nanning. Urusan listrik di tempat saya disebut strom. Baik arus kuat pun arus lemah. Bicara tegangan listrik tidak jauh dengan urusan pria. Kalau konduktor masih sehat, pasti tegangan oke. Makin lemah konduktor tegangan juga ikut loyo. Dan tidak tergantung berapa usianya, tapi bagaimana perawatannya.
Tivibox
Sekarang saya baru paham maksud "orang desa nggak pakai dolar". Ternyata benar, orang desa nggak pusing walau dolar naik, tapi PLN yang pusing. Orang desa baru pusing bila tarif listrik dinaikkan gara-gara dolar naik..
Juve Zhang
Om Bahlil ganteng mulai koar koar PLN kesulitan dengan naiknya nilai Dolar ...banyak pembayaran pake Valas ....salah satunya PLT Surya milik Raja UAE....oh sudah harga premium ditambah dolar naik 17% tentu Raja UAE senyum lebar....PLN bonyok luar dalam ...
Opay 1997
Kluster (gugus konsonan) "by-" di awal kata tidak dikenal dalam sistem fonologi standar bahasa Indonesia.
Opay 1997
Byarpet, istilah untuk keadaan lampu yang menyala dan mati secara berulang-ulang. Dalam KBBI (bukan kamus bahasa B*hlil Indonesia) ditulis "biarpet". Ia bukan ragam bahasa formal, KBBI menandainya sebagai ragam cakapan. Pertanyaannya, mengapa "biarpet" yang baku bukan "byarpet"? Meski "byar" secara fonetik artikulatoris, lebih "ekonomis", lebih mudah dilafalkan ketimbang /biarpêt/, kata seperti "byar" terasa lebih J*wa atau kolokial regional. /bi.ar/ dari dua suku kata, secara teori, memang memerlukan artikulasi vokal /i/ penuh (bibir meregang horizontal), ada jeda artikulasi yang "memperlambat" laju bunyi. Namun, standardisasi bukan tentang kemudahan ucap, melainkan konsistensi sistem. KBBI bekerja secara preskriptif-sistemik dalam hal penetapan bentuk baku, sekaligus deskriptif dalam pencatatan variasi melalui penandaan ragam seperti cakapan, dialek, atau arkais.
D' Swan
Hmm sebesar lengan gadis padang..kenapa lengan gadis padang? Tidak mudah ditekuk. Begitulah gadis Padang atau gadis Minang lembut dalam berperilaku namun tegas dan tangguh dalam prinsip. Samuik tapijak indak mati, alu tataruang patah tigo. ( semut terinjak tidak mati, kasandung alu, alunya patah tiga)
heru santoso
Tulisan CHD: Karena itu sambungan kabelnya harus kuat tapi aman. Seharusnya: kuat dan aman. Kata sambung tapi digunakan untuk dua kata yang berlawanan. Contohnya: Fundamental ekonomi kuat tapi melemah matauangnya. Maksud dari operasional SPPG menggerakkan petani peternak lokal tapi pedagang besar yang kebanyakan supply material dapur. Pidatonya tentang negara demokrasi tapi pengkritik dibungkam. Katanya Pak DI family-man tapi sendirian kalau jalan ke Tiongkok atau tempat tempat indah
Liam Then
Anak buah Pak Prabowo kalo diberikan peringkatan, mana yang paling kasihan menurut analisa asal-asalan saya : Di peringkat satu ada Pak Purbaya, belum setahun naik ke kursi, sudah dihantam begitu banyak masalah besar. Dari anak buah yang bandel , di dua departemen penting. Juga masalah besar yang anda sudah tahu. Tak heran terlihat capek dan terlihat kuyu. Beban kerja beliau, kayaknya sungguh luar biasa, sungguh saya beruntung, profesi cuma tukang gacor, kalo salah yah paling tinggal mingkem. Pak Purbaya ? Jelas ndak bisa. Hasil kerjanya dicatat dan bahkan belum kerja sudah ditanya hasilnya oleh wartawan. Mana tidak pening besar kalau begitu, belum kerja, sudah dianggap merangkap dukun. Tapi yah memang, berani terima posisi , harus berani terima konsekuensi. Lagi-lagi saya merasa beruntung, jadi tukang gacor, konsekuensi nya hampir tak ada, paling resiko 2 cangkir kopi amblas. Semalam, saya tambah kasihan lagi pada Pak Purbaya, ada video YouTube panjang dari Kompas. Pak Purbaya pimpin rapat, apa itu istilah-nya saya lupa, ada nya nyangkut -nyangkut kata "bottlenecking" . Ada masalah lama, menyangkut join venture investasi perusahaan Amerika di Mandalika.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber:
Komentar: 19
Silahkan login untuk berkomentar