KDKMP Tercinta

KDKMP Tercinta

Presiden Prabowo berpidato saat peresmian 1061 Kopdes/Kel Merah Putih -Disway/Anisha Aprilia-

Kian banyak Koperasi Desa Merah Putih yang diresmikan. Sepulang ke tanah air nanti saya ingin segera melihat praktik bisnisnya.

Saya sudah tahu konsepnya: sangat bagus. Saya sudah tahu misinya: amat mulia. Saya sudah dengar ketatnya sistem pelatihan manajernya: sampai ada lima orang yang meninggal dunia.

Saya pun akan memaklumi kalau pekerjaan pertama KDKMP sebatas "mengambil alih" penjualan barang-barang yang selama ini disubsidi pemerintah: gas tiga kilogram dan pupuk untuk petani miskin. Itulah dagang yang paling mudah. Yang bahkan tidak perlu jiwa pedagang: jadi penyalur barang yang ditunjuk pemerintah dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah dan yang pasti tidak mungkin ada risiko ruginya.

Korbannya: pedagang kecil yang selama ini jadi penyalur gas tiga kilogram dan pupuk subsidi. Mereka kehilangan bisnis di sektor itu.

Saya juga ingin tahu apa yang mereka lakukan setelah bisnis lama mereka diambil alih KDKMP. Saya yakin mereka akan menemukan bisnis lain. Itu karena jiwa mereka jiwa pedagang. Pedagang itu tidak bisa nganggur. Otaknya jalan terus. Jatuh-bangun adalah bagian dari napas kehidupannya.

Paling-paling mereka "sesak napas" kalau nantinya mereka melihat KDKMP tidak bisa berjalan dengan baik. Potensi terjadinya kegagalan itu sudah diingatkan oleh terlalu banyak orang. Mulai dari namanya yang koperasi tapi cara membangunnya bukan seperti koperasi. Sampai gaya manajemennya yang serba gaya militer.

Bisnis barang subsidi itu harus sukses dalam setahun. Jiwa bisnis mestinya mulai muncul setelah setahun mendapat "penularan" jiwa dagang dari "mentor" mereka: manajemen PT Agrinas Pangan Nusantara.

Anda sudah tahu apakah sang mentor sendiri punya jiwa dagang yang kuat yang layak jadi mentor untuk 80.000 perusahaan kecil sekaligus.

Namun ibarat orang yang sudah setahun dipercaya untuk jaga toko, seharusnya penjaga toko itu mulai tahu nama-nama barang dagangan, siapa pembeli mereka, dan bagaimana hitungan harganya.

Setelah jiwa bisnis mulai muncul barulah mereka memperluas bidang usaha: membeli hasil pertanian dan hasil usaha warga di desa itu. Ini mulai rumit. Berapa harga yang diterima petani dan berapa KDKMP menjualnya untuk konsumen di desa itu. Bagaimana pula cara menghitung marginnya. Bagaimana manajemen keuangannya.

Dan Anda sudah tahu: bagi petani, yang terpenting adalah kapan dibayar.

Petani sudah terbiasa harus dibayar saat barang diserahkan. Bahkan mereka ingin pembayaran sudah dilakukan sebelum barang diserahkan. Kalau bisa justru ketika padi baru ditanam.

Kalau KDKMP tidak memahami "hati nurani" petani seperti itu mereka akan kalah dengan pedagang. Petani akan lebih percaya kepada para pedagang ijon.

Tapi KDKMP mungkin tidak takut: mereka bisa minta agar polisi turun tangan untuk menangkap pegadang.

Karena itu seharusnya KDKMP bisa bersaing dengan pedagang ijon. Bukankah KDKMP akan sangat mudah mendapatkan modal kerja dari bank anggota Himbara --bank-bank milik pemerintah?

Jangankan untuk modal membantu petani, untuk modal mengimpor mobil dari India pun begitu mudahnya.

Transaksi dengan petani dan produsen di desa itulah misi mulia KDKMP. Kalau sukses maka uang akan beredar di desa. Dari desa kembali ke desa. Sangat mudah --di atas kertas. Apalagi kalau semua itu bisa dikomandokan dari atas.

Tapi bisnis adalah bisnis. Punya "hukum besi"-nya sendiri. Bisnis justru bisa berkembang melalui cara yang tidak mudah. Kesulitanlah yang menempa para pedagang untuk menjadi pedagang yang sebenarnya.

Serba mudah akan membuat sikap bermanja-manja. Tidak ada pedagang yang manja. Maka kalau KDMP yang manja itu nanti sukses berarti KDKMP berhasil membalik "kitab suci" perdagangan.

Kenapa dalam setahun KDKMP sudah harus bisa menangani barang nonsubsidi? Itu karena saya baca pernyataan Dewan Ekonomi Nasional: bentuk subsidi akan diubah secara radikal. Tidak akan ada barang-barang yang disubsidi. Orang miskinlah yang akan diberi uang agar mampu membeli barang-barang yang selama ini disubsidi: listrik, bensin, gas tiga kilogram dan pupuk.

Pemahaman saya: semua barang akan dijual dengan harga pasar. Dana yang selama ini diberikan untuk mensubsidi PLN, Pertamina, Pupuk Indonesia akan dibagikan kepada rakyat secara langsung. Uang subsidi, secara teoritis, memang harus diterima oleh orang: bukan diterima oleh perusahaan.

Yang seperti itu memang akan sangat baik. Sangat sehat. Tidak rumit. Tidak salah sasaran.

Setelah itu orang miskin akan menerima "gaji" sekitar --saya hampir tidak percaya membaca angka rupiah yang akan diterima orang miskin perbulannya-- angka itu baiknya tidak saya tuliskan di sini.

Tentu orang miskin akan sangat senang menerima uang sebanyak itu. Setiap bulan. Kesenangan itu sampai pada ketika mereka akan membayar listrik, gas tiga kilo, membeli pupuk dan membeli bensin: kaget. Kok serbamahal. Apalagi kalau uang yang diterima itu sudah telanjur habis untuk keperluan lain.

Kalau perubahan sistem subsidi itu benar-benar terjadi, maka KDKMP akan langsung kehilangan barang dagangan utama mereka. Karena itu dalam setahun ke depan --sebelum sistem subsidi itu diubah-- KDKMP harus sudah tahu akan berjalan ke mana.

Atau rencana perubahan sistem subsidi itu sendiri yang dibatalkan: demi KDKMP tercinta.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 7 Juli 2026: Kambing Verde

Bahtiar HS

Betul sekali Pak @djokoLodang, Abah baru tahap konsep atau rencana soal SSB. Lha saya sudah setahunan ini bertandang dari SSB ke SSB. Sedikit bantu SSB biar tetap buka dan beroperasi. Paling sering ke SSB yg Pandugo itu. Tp pernah juga yg di Prapen, yg dekat Masjid al Akbar. Dan baru saja semalam bertandang ke SSB Kedung Kandang kotanya Pak Prie, Ngalam. Dan ini SSB yg tdk serupiah pun memberatkan APBN. Malah membantu APBN dg setor pajak. Yg pajaknya kita juga yg bayarin. Kurang baik apa kita coba? Bahkan saat sarapan atau maksi di SSB --atau lainnya, kita pun rela sisihkan duit buat bayar pajak ke negara. Kita gak nuntut negara buat gantian bayarin kita maklam. Makan malam. Kita hanya menuntut satu aja: duit pajak kita jangan dikorupsi. SSB Yes! Korupsi No!

djokoLodang

-o-- *) Ada juga SSB yang lain. Spesial Soto Boyolali --dulu Soto Sedaap Boyolali-- Hj. Hesti Widodo. Ini adalah jaringan restoran soto kuah bening khas Boyolali yang populer dan memiliki puluhan cabang di berbagai kota. --0-

Kalender Bagus

Abah sepertinya lupa, pada kualifikasi piala dunia kemaren Indonesia membuat terobosan luar biasa. Belum pernah dilakukan oleh negara manapun dimuka bumi. Yaitu, nasionalisasi besar-besaran pemain luar, kebanyakan dari Belanda, yang nenek moyangnya konon punya setetes darah Indonesia. Sayangnya, terobosan ala mie instan ini juga tak mampu meloloskan Indonesia. Adalagi ide yang lebih instan dari mie instan, yaitu jadi tuan rumah. Tapi ini juga sepertinya ga berhasil-berhasil, padahal sudah digagas sejak era Nurdin Khalid.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BAGAIMANA MENCARI 11 ORANG PEMAIN BOLA DARI 288 JUTA ORANG? Indonesia memiliki sekitar 288 juta penduduk. Yang dibutuhkan di lapangan hanya 11 pemain. Secara matematika, mestinya tidak sulit. Yang sulit justru menemukan sistem yang benar. Negara-negara maju memulainya dari pembinaan. SSB diperbanyak hingga pelosok, termasuk Indonesia Timur. Kompetisi digelar berjenjang, dari SMP, SMA, SSB, klub amatir, hingga liga profesional. Pemandu bakat aktif mencari pemain, bukan menunggu pemain datang. Pelatih terus ditingkatkan. Sport science, gizi, dan analisis data menjadi bagian dari keseharian. Ada syarat lain yang tak boleh ditawar: kompetisi harus bersih. Pengaturan skor harus diberantas tanpa kompromi. Begitu pula judi sepak bola. Keduanya ibarat rayap. Dari luar lapangan tampak kokoh, padahal fondasinya sudah keropos. Pemain muda kehilangan kepercayaan. Penonton kehilangan rasa hormat. Sepak bola tidak dibangun dalam semalam. Ia dibangun dari ribuan pertandingan yang jujur, ratusan pelatih yang baik, dan puluhan ribu anak yang diberi kesempatan bermimpi. Penduduk yang besar hanyalah modal. Sistem yang bersih dan pembinaan yang benar adalah mesin yang mengubah 288 juta orang menjadi sebelas pemain yang mampu membuat satu bangsa berdiri sambil menyanyikan Indonesia Raya.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PEMBINAAN OLAHRAGA SEPAKBOLA DI JEPANG: TERINSPIRASI KAPTEN TSUBASA? Ketika sepak bola sudah meriah di Indonesia pada 1970-1980-an, olahraga itu belum menjadi arus utama di Jepang. Indonesia bahkan lebih dulu memiliki tradisi kompetisi antarklub dan Perserikatan. Sayangnya, perjalanan berikutnya berbeda. 1) Jepang membangun fondasi. Japan Football Association meluncurkan visi jangka panjang. 2) Lahir Liga J pada 1993, pembinaan usia dini diperkuat, pelatih dan wasit ditingkatkan, sekolah ikut dilibatkan, serta sport science menjadi bagian dari pembinaan. 3) Salah satu target besarnya menjadikan Jepang juara dunia pada tahun 2050. ### Di saat yang sama, sepak bola Indonesia berkali-kali diganggu penyakit lama. Pengaturan skor, judi sepak bola, dan orientasi mengejar uang sering mengalahkan semangat membangun prestasi. Kompetisi kehilangan kepercayaan. Pembinaan pun ikut tersendat. Ada pula kekuatan yang tak terlihat: manga dan anime Captain Tsubasa. Tokoh Tsubasa Ozora membuat jutaan anak Jepang bermimpi menjadi pesepak bola. Mimpi itu kemudian disambut oleh sistem yang rapi. Pelajarannya sederhana. Mimpi memang penting. Tetapi mimpi hanya menjadi kenyataan jika dibangun dengan kesabaran, pembinaan puluhan tahun, dan kompetisi yang bersih. Jepang membuktikannya. Indonesia masih punya kesempatan menyusul.

mario handoko

selamat siang bp thamrin. "trump akui tak paham aturan kartu merah saat telp presiden fifa." demikian berita di kompas.com. teringat awak akan idiom mantan pleciden kita. "ya ndak tahu. kok tanya saya." ciri2 pleciden yang bervisi misi make america great again. adalah mau ngurusi semua. dari urusan dalam negeri, urusan luar negeri sampai urusan sepak bola. alkisah di salah satu pertandingan pildun. penyerang amerika, balogun, diganjar kartu merah. walaupun protest, balogun bersikap ksatria. keluar lapangan dan menyalami wasit. tapi trump masih nda terima. dia konon 3 kali telp pleciden fifa. hasilnya? kartu merah balgoun ditangguhkan. digeser waktunya. jadi yang tadinya balogun tidak bisa ikut tampil melawan belgia. berubah jadi boleh turun ke lapangan. peetandingan amerika lawan belgia akhirnya berlangsung normal. artinya amerika tetap bersebelas turun ke lapangan. kok mirip di negeri di kulon vanuatu. dimana seorang paman pakai sk no 90 untuk loloskan ponakan. nah, pleciden fifa pakai pasal 27 untuk loloskan balogun. bedanya, walau dah dibantu pleciden fifa. amerika tetap kalah lawan belgia. gusti allah boten sare. lha yg di negeri di kulon vanuatu? gusti allah sare?

Thamrin Dahlan YPTD

Cara "ngeles" literasi sungguh sangat menyenangkan baik bagi sang pengeles maupun untuk pembaca pun perusuh. Piala Dunia topik Brazil seimbang Kanada bersebab masuk ke 16 Besar. Indonesia setara China dilihat dari jumlah penduduk hanya sebagai penonton terbesar saja. Jelas membanding bandingkan itu juga ternyata bermanfaat untuk menghibur hati. Tentu mbak Shasa Psikolog tandem Abah dismorning setuju ungkapan awak ini. Sangat setuju Sekolah Sepak Bola (SSB) di APBN kan. Ngak berani mengutik ngutik MBG. Namun cara disway elegant juga. Cucu sangat giat latihan SSB Maesa di Cijantung Kopassus. Mereka mania bola sepak. Difasilitas Ayah Ibu , semoga dari dasar 12 tahun berlanjut ke 17 tahun bisa terus ikutan tanding antar SSB. Inilah cara cerdas bin cerdik meng kambing - hitam kan . Tidak ada yang tersinggung. Kambing, Domba yang berkulit putih terkadang di hitam hitamkan pula padahal tidak berdosa. Bersyukur di usia 76 tahun hitungan hijriah masih memperoleh Nikmat Iman Islam dan Kesehatan sehingga masih bisa beraktifitas. Meniru Abah walaupun usia beda 1 tahun belum sanggup. Stamina ini keteteran ikutan senam 1 jam terus menerus. Kemarin diajak seorang sahabat Purnawirawan Jendral Polisi senam Ling Tien Kung. Waduh berat juga karena gerakan hitungan sampai 300 kali. Walaupun hampir seluruh musik pengiring pakai lagu Tiongkok. tetap saja gerakan dilakukan sesuai kemampuan fisik . Begitu ya Pak Mario Semarang.. Salman Salamun.

Dacoll Bns

Analisa asal2an saya karena olahraga tersbut tidak sepopulis sepak bola. Akibatnya tidak ada kepentingan untuk mengeruk dana dan politisasi di dalamnya guna meraih dukungan massa. Gampangnya lihat saja tiap pemilihan ketua asosiasi-nya, kalau sampai rebutan berdarah- darah dan bawa- bawa pendukung, maka bisa dipastikan akan sulit maju olahraganya karena bukannya sibuk memikirkan sistem apa yg terbaik untuk kemajuan olahraganya, malah sibuk mikir biar bisa berkuasa lagi periode selanjutnya. wallahualam

doni wj

Eits.. Kalau sekedar rekor2an, kita juga pernah mencatat rekor di Piala Dunia, lho Bah.. Di Piala Dunia Perancis 1938, Indonesia yg kala itu masih tercatat sebagai Dutch East Indies (Hindia Belanda). FIFA secara resmi mencatatnya sebagai keikutsertaan pertama, dan sampai saat ini satu2nya, Indonesia di Turnamen Piala Dunia. Indonesia lolos setelah menyingkirkan Jepang 3. - 0 (sayangnya tidak ada pencetak gol dalam pertandingan ini. Dalam aturan FIFA, pihak yg tidak bisa hadir di lapangan dianggap kalah WO dan skornya dianggap 3-0, wkwkwkwk). Dalam penyisihan zona Asia, Jepang mengundurkan diri dari partai ini karena terkendala perang vs Tiongkok dan menghadapi kendala transportasi dan logistik. Indonesia juga tercatat sebagai negara Asia pertama yang lolos di Piala Dunia. Rekor lain adalah negara yg paling sedikit memainkan pertandingan (1 kali, sampai sekarang belum nambah) karena di kesempatan itu harus langsung bertemu salah satu raksasa Eropa dan Dunia pada masanya, Hungaria. Dan kalah 6-0. Secara individu, Kapten Timnas Achmad Nawir, juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama di Piala Dunia yg bertanding dengan mengenakan kacamata (bahkan kacamata baca). 60an tahun ebih awal daripada Edgard Davids dari Belanda di awal 2000an

Jojo Handsome

Abah DIS, Tiongkok pernah ikut Pildun 2002, main di Korsel. Masuk Grup C, tiga kali main, tiga kalah kalah tanpa bikin gol. vs Brasil 0-4, vs Turki 0-3, vs Kosta Rika 0-2. Dilatih Bora Milutinovic dari Serbia

Juve Zhang

Sepakbola itu syarat utama jago lari sprint sambil ahli bawa bola....pemain Asia bisa lari gak tahu bawa bola ada yg tahu bawa bola gak bisa lari....jadi cocoknya main Bilyard....itu pemain Bilyard dunia dari Philipina Efren Reyes sangat brilian mempermalukan juara bilyard Amerika hanya jadi penonton....Efren itu legendaris bilyard Dunia...

pak tani

Jangan lupa Pakistan. Penduduknya 260 juta. dibawah kita sedikit. Sama saja belum pernah mencicipi putaran final piala dunia. Tapi mau tunjuk kambing hitam, pada India maupun Pakistan saya tidak berani. Karena mereka punya nuklir wkwkw Kita cuma punya mercon, itupun dalam bentuk sambel hhhh Makanya omongan netijen pedes2 :)

Benyamin Rayo

Kalau bicara kambing hitam yang lebih hitam, mestinya India. Tiongkok setidaknya sudah pernah mencicipi Piala Dunia 2002, sementara India yang penduduknya lebih dari 1,4 miliar belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia modern.

Muh Nursalim

siapapun yang juara, pemenangnnya adalah Perancis. Iya, 99 pemain yang tersebar di 13 negara yang masuk 16 besar itu lahir di Perancis. Latihan bolanya di Perancis. Perancis yang melahirkan pemain2 top itu. Itulah pengkaderan. Bagi seorang pelatih dan pendidik. Kebanggan justru pada sukses hasil didikannya. Soal mengangkat tropi. Serahkan yang juara.

Achmad Faisol

kalau pun satu tim lengkap prancis atau argentina menjadi pemain timnas indonesia, saya tidak yakin indonesia menang piala dunia... mengapa...? sorry to say, di sini semua dihubungkan politik... sepak bola baru menang dikit sudah diundang ke istana, diberi arloji mewah... foto ketum sepak bola lebih besar saat di baliho... diundang acara ke sini dan ke sana... belum lagi tawaran jadi artis kalau pemain bolanya good looking, dsb... bagaimana fokus ke sepak bola di sini...? godaannya banyak bingits... he he he...

Agustinus Marampa

Kalau ada Piala Dunia Komentator nah baru itu Juaranya Indonesia.Para perusuh akan mendominasi. Kalau indonesia bertanya ke Tuhan kapan Indonesia bisa ikut Piala Dunia, Tuhan yang terharu lalu menangis.

Jhel_ng

Bagaimana membuat serum anti bisa ular? Ketika tubuh kemasukan bisa ular, bisa akan bereaksi. Bisa merusak syaraf, bisa juga membuat darah mengental, atau justru membuat darah pecah tak beraturan. Bisa ular banyak macamnya. Penawarnya, serum anti bisa ular, dibuat dengan dua cara. Pertama memastikan susunan senyawa bisa. Setelah itu dengan simulasi komputer, dibuat senyawa yang bisa memecah bisa. Bisa menjadi unsur lain yang lebih kecil, atau tambah dalam susunannya sehingga tidak lagi aktif. Manusia zaman dulu, belum mengenal simulasi komputasi protein, tapi sudah bisa membuat serum anti bisa. Ilmuan zaman dulu mengamati tidak semua hewan yang tergigit ulat akan mati. Ada hewan seperti sapi, kuda, dan lainnya yang kuat menahan bisa ular. Sakit, bengkak, namun tidak mati. Berbeda dengan "hewan kecil berambut hitam" itu. Yang dengan dosis bisa sama, akan lewat. Jadi hewan besar itu kenapa bisa bertahan? Tubuh mereka secara alami menghasilkan antibisa. Ilmuan tinggal mengekstrak serum anti bisa dari kuda. Alam dan keluarbiasaannya, adalah komputer yang mengagumkan...

HONDA CBR150R

untuk apa SSB? habiskan anggaran, waktu, tenaga dll. ketua umum PSSI sekaligus menteri olahraga jago naturalisasi, tinggal tarik yang sudah jadi, tinggal dipakai, tidak sesuai dibuang, naturalisasi lagi. timnas Indonesia tapi mukanya bule semua, seharusnya pakai nama timnas VoC atau timnas Kompeni. menang pun tidak bangga, membuktikan memang orang asli Indonesia belum bisa main bola.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 67

  • Re Hanno
    Re Hanno
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • MULYADI PEGE
    MULYADI PEGE
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Yugi Porkdelicious
    Yugi Porkdelicious
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • sigit
    sigit
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • djokoLodang
      djokoLodang
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
    • Mbah Mars
      Mbah Mars
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Sugi
    Sugi
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
    • Er Gham 2
      Er Gham 2
  • rid kc
    rid kc
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • alasroban
    alasroban
    • xiaomi fiveplus
      xiaomi fiveplus
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • DeniK
    DeniK
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • djokoLodang
      djokoLodang
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Em Ha
      Em Ha
  • alasroban
    alasroban
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Sugi
      Sugi
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman