Konflik Timur Tengah Terus Memanas, Harga Emas Kembali Stabil

Selasa 07-04-2026,18:31 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Setelah mengalami penurunan dalam kurun waktu dua hari ini, harga emas dunia kembali berada dalam kondisi stabil menyusul kondisi terbaru perang Iran dan Amerika Serikat (AS), ancaman terbaru Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan infrastruktur Iran.

Dilansir dari data BCA Sekuritas, harga emas spot naik tipis 0,2 persen menjadi USD 4.659,25 per ons. Kenaikan itu sendiri telah mendekati USD 4.660 per ons pada perdagangan awal, setelah kehilangan lebih dari 2 persen selama dua sesi sebelumnya.

BACA JUGA:Seskab soal Isu Reshuffle: Tunggu Penjelasan Presiden Prabowo


"'Namun, sebagai penyeimbang tren ini, tekanan biaya akibat guncangan pasokan energi juga membebani pertumbuhan ekonomi, yang mendukung harga emas," tulis data tersebut, pada Selasa (07/04).

Sebelumnya pada perdagangan Senin (06/04) lalu, harga emas dunia juga turut mengalami penurunan sebesar 0,9 persen menjadi USD 4.631,69 per ons pada pukul 03.06 GMT, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 0,5 persen menjadi USD 4.657,50 dalam perdagangan dengan likuiditas tipis.

Namun menurut Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang tinggi cenderung meredam permintaan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil ini.

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Malam ini 7 April 2026 Lengkap Sinopsisnya, Waktunya Nonton Film Blockbuster!

"Data NFP terbaru yang kuat telah memperkuat kekhawatiran bank sentral yang agresif, sementara kekhawatiran inflasi yang didorong oleh minyak terus-menerus mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe-haven tradisional," ucap Tim.

Diketahui, harga emas telah turun sekitar 12 persen sejak konflik di Timur Tengah dimulai pada akhir Februari. 

Dalam hal ini, sebagian besar emas bergerak berlawanan arah dengan harga minyak, yang naik pada hari Selasa untuk hari ketiga berturut-turut.

BACA JUGA:Expo UMKM Terintegrasi Manasik Haji di Medan, Kemenhaj Dorong Ekonomi Umat Mandiri

Dengan kondisi yang semakin memanas, daya tarik tradisional emas sebagai pilihan utama sebagai aset aman juga melemah karena kebutuhan investor untuk melikuidasi posisi guna menutupi kerugian di tempat lain. 

Tidak hanya itu, perang juga telah meningkatkan prospek bahwa bank sentral akan menunda pemotongan suku bunga atau bahkan menaikkannya, dengan obligasi pemerintah AS mempertahankan kenaikan kecil pada hari Senin setelah ancaman terbaru Trump.

Kategori :