BEKASI, DISWAY.ID-- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi akan menggandeng sejumlah pemangku kepentingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Koordinasi tersebut dilakukan DPRD Kota Bekasi guna melakukan evaluasi terhadap kebakaran hebat yang terjadi di tempat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
BACA JUGA:Dorong Sektor Pariwisata, DKI Jakarta Pangkas PBJT 20 Persen untuk Restoran dan Perhotelan
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cinyosng, Kelurahan Cimuning, Kecamatan MustikaJaya, Kota Bekasi pada Rabu, 1 April 2026 sekira pukul 20.30 WIB.
"Jadi yang pertama kemarin kita panggil OPD-OPD yag terkait ya seperti Dinas Tata Ruang (Distaru), Dins Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahanan (Disperkimtan), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA)," jelas Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton di Bekasi pada Selasa, 7 April 2026.
Evaluasi tersebut dilakukan Anton karena insiden tersebut telah memakan dua korban jiwa yang saat itu tidak terselamatkan usai mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Primaya, Kota Bekasi.
BACA JUGA:Lurah Kalisari Dicopot Imbas Balas Aduan Parkir Liar Pakai Foto Editan AI
Untuk itu, Anton meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi agar segera melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah SPBE yang dinilai tidak memiliki surat izin resmi serta safety yang memadai.
"Apalagi kemarin, waktu pas kami dapat info, satu orang sudah meninggal dunia, kan makanya kami merekomendasikan untuk semya SPBE yang ada di Kota Bekasi untuk dicek lagi izinnya dan juga safety-nya gitu, jangan sampai terulang," papar Anton.
Bila nantinya ditemukan tidak adanya surat izin resmi Ditjen Migas, ia akan melakukan penutupan secara permanen terhadap pabrik tersebut.
BACA JUGA:IHSG Parkir di Zona Merah, Indeks LQ45 Terkoreksi 0,86 Persen pada Penutupan Selasa
"Kira lihat nanti uji aspek dari pada sertifikat layak fungsinya dan SLO-nya (Sertifikat Layak Operasi) kita juga tinjau. Kalau ada bermasalah mungkin langsung kita tutup," tegas Anton.
Langkah tersebut diambil agar tidak terulang insiden serupa yang dapat menimpa masyarakat sekitar.
"Sehingga nanti tidak terulang lagi kejadian yang seperti ini lagi," pungkas dia.