IHSG Parkir di Zona Merah, Indeks LQ45 Terkoreksi 0,86 Persen pada Penutupan Selasa
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini-Disway.id/Bianca Khairunnisa-
JAKARTA, DISWAY.ID– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali gagal keluar dari tekanan pada sesi perdagangan Selasa (7/4/2026). Setelah sempat mengalami fluktuasi sejak pembukaan pagi, indeks komposit domestik akhirnya resmi menutup hari di zona merah, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi pada sesi pertama.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 18,40 poin atau melemah 0,26 persen ke level 6.971,03. Tekanan jual yang cukup masif pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar menyeret indeks hingga gagal mempertahankan level psikologis 7.000.
Pelemahan ini juga merembet ke kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45. Indeks yang menjadi acuan saham-saham likuid tersebut terpuruk 6,10 poin atau melemah 0,86 persen, berakhir di level 701,66 pada penutupan perdagangan sore ini.
BACA JUGA:Respons Kenaikan Avtur Global, INACA Dukung Skema 'Fuel Surcharge' 38 Persen dan Subsidi PPN
Meskipun indeks melemah, aktivitas perdagangan terpantau cukup dinamis dengan nilai transaksi mencapai Rp13,02 triliun.
Secara sektoral, terdapat ketimpangan yang cukup tajam di mana 675 saham mengalami penurunan harga, berbanding terbalik dengan 356 saham yang menguat, sementara 306 saham lainnya stagnan.
Saham-saham yang berhasil mencatatkan penguatan (top gainers) di tengah lesunya pasar antara lain:
- DSSA melonjak Rp2.450 ke level Rp66.250 per lembar.
- MEGA menguat Rp1.110 ke posisi Rp5.600 per lembar.
- MLPT naik Rp975 menjadi Rp14.250 per lembar.
Sebaliknya, tekanan jual menekan sejumlah saham penggerak pasar (*top losers*), di antaranya:
- UNTR turun Rp475 menjadi Rp30.075 per lembar.
- TCPI merosot Rp450 ke level Rp11.500 per lembar.
- AADI terkoreksi Rp325 menjadi Rp10.550 per lembar.
BBRI dan BUMI Paling Aktif
Dari sisi volume dan frekuensi, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali menjadi primadona pelaku pasar dengan total 73.046 kali transaksi senilai Rp895 miliar.
BACA JUGA:Mabes Polri Jamin Pendaftaran Akpol 2026 Bebas 'Jalur Khusus' dan Percaloan
Menyusul di posisi kedua adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan 54.928 kali transaksi senilai Rp702 miliar, serta PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) yang mencatat 49.739 kali transaksi senilai Rp103 miliar.
Analis menilai pelemahan tipis ini masih dalam fase konsolidasi wajar di tengah penantian pelaku pasar terhadap rilis data makroekonomi domestik dan respons terhadap sentimen global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: