WFH Sarengat

WFH Sarengat

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) tidak wajib diterapkan setiap hari Jumat, khususnya bagi karyawan swasta-Dok. Kemnaker -

Rasanya Anda sudah dapat kiriman humor tentang atasan yang menelepon stafnya di hari WFH-baru seperti berikut ini:

Atasan: "Tadi saya telepon kamu, yang terima istrimu. Katanya kamu lagi masak. Kenapa nggak segera telepon balik?"

Staf: "Sudah saya telepon balik Pak... Yang terima istri Bapak. Katanya Bapak lagi nyuci...".

Rasanya itulah humor terbaik soal work from home di hari Jumat seperti hari ini. Mungkin yang menciptakannya perusuh Disway Lazareta yang sudah lama tidak kirim humor yang paling saya sukai. 

Tentu atasan yang ada di humor itu jadi atasan kalau lagi di kantor. Setinggi-tinggi atasan ia hanyalah bawahan kalau sedang di rumah.

Atasan nyuci baju sangatlah baik. Bukan hanya soal emansipasi laki-laki, tapi atasan seperti itu pasti ingin mendukung penuh program menteri ESDM: hemat energi. Daripada, misalnya, di hari WFH ia mengantar istri ke pasar. Lalu pergi ke mal. Akhirnya disuruh ngantar istri yang mau arisan. 

Kalau semua pegawai negeri seperti di humor itu, WFH sukses besar. Negara benar-benar bisa menghemat BBM senilai Rp 4 triliun/tahun. Asal masaknya jangan banyak-banyak –yang membuat kompor tidak mati-mati.

WFH atau WFO sebenarnya sama saja. Yang penting tetap produktif. Atasan tahu apa saja pekerjaan yang harus dilakukan anak buah sepanjang hari Jumat WFH. Apakah pekerjaan itu terlalu ringan atau terlalu berat. Kalau terlalu ringan bisa ditambah. Kalau terlalu berat –dan selalu berhasil diselesaikan– nasib dan karir anak buah seperti itu harus diperhatikan. 

WFH atau tidak yang penting prinsip manajemen berjalan dengan baik. Ajaran manajemen yang baik itu sederhana: menuliskan yang akan dikerjakan dan mengerjakan yang sudah ditulis. 

Berarti tiap hari Kamis sore, sebelum meninggalkan kantor bawahan sudah harus menulis: Jumat besok, di rumah, akan mengerjakan apa saja. 

Tulisan itu diserahkan ke atasan. Atasan membaca dan menilai: rencana kerja itu sudah membuat bawahan produktif atau belum. Kalau belum, harus ditambah. Intinya: produktivitas. 

Bangsa yang maju adalah yang produktivitasnya tinggi.

Bahwa atasan pun di saat WFH harus masak dan cuci baju itu bisa dilakukan sebelum jam kerja. Saya, kalau di luar negeri, juga cuci baju sendiri. Biasanya sambil mandi. Agar tidak berat yang dicuci hanya tiga potong. Sederhana. 

Apalagi sekarang di Tiongkok banyak hotel menyediakan mesin cuci. Bahkan ada yang mesinnya ditaruh di pojok ruang olahraga: sebelum olahraga masukkan baju kotor ke mesin, selesai olahraga cucian selesai. Cucian itu berat kalau baju kotornya ditumpuk sampai segunung. 

"Menuliskan yang akan dikerjakan, mengerjakan yang ditulis".

Maka pekerjaan semua pegawai adalah menulis: Kamis sore menulis apa yang akan dikerjakan di hari WFH-Jumat, Jumat sore menulis apa yang sudah dikerjakan di hari itu.

Di era serba software sekarang ''manajemen produktivitas'' seperti itu bisa lebih sederhana lagi. Atasan dan semua bawahan menggunakan aplikasi yang sama: upload tulisan dilakukan di aplikasi yang sama. Atasan bisa melihat sendiri di aplikasi. Bahkan atasan yang levelnya lebih tinggi bisa mengakses aplikasi itu. 

Atasan dan bawahan bisa baca semua yang ditulis dan dikerjakan di hari WFH. Atasan yang lebih tinggi juga bisa menilai atasan yang menjadi bawahannya. 

Atasannya atasan juga bisa menilai bawahannya bawahan. Dengan demikian bisa diketahui apakah di level yang lebih bawah ada bibit-bibit unggul untuk dipromosikan kelak.

Tapi itu bisa berjalan kalau meritokrasi dilaksanakan di semua level. 

Budaya menulis yang akan dikerjakan dan mengerjakan yang telah ditulis memang hanya terjadi di negara maju atau di negara yang ingin maju. 

Di negara tertentu sudah banyak juga yang mencoba menulis apa yang akan dikerjakan. Tapi yang sudah ditulis itu besoknya tidak dikerjakan. Alasannya banyak. Salah satunya karena muncul tugas dadakan dari atasan. 

Maka atasan harus tahu –dari aplikasi– kepada siapa tugas dadakan itu diberikan. Harusnya diberikan kepada bawahan yang  rencana kerjanya kalah penting dengan tugas dadakan itu. 

Masalahnya: banyak tugas dadakan yang sebenarnya sama sekali tidak penting. Misalnya mewakili atasan untuk membacakan sambutan tertulis.

Di acara-acara tertentu saya sudah mulai melakukan ini: yakni kalau atasan yang kami undang mewakilkan ke bawahannya. Biasanya sang bawahan saya bisiki di ruang transit: bagaimana kalau sambutan tertulis itu kami perbanyak dan kami bagikan saja. Tidak usah dibacakan. 

Dari pengalaman saya sang bawahan justru senang dengan bisikan saya seperti itu. 

Menulis yang akan dikerjakan biasanya sudah banyak yang mencoba. Tapi menuliskan apa yang sudah dikerjakan biasanya banyak yang lupa. Atau takut ketahuan: yang sudah dikerjakan ternyata tidak banyak. Tidak sebanding dengan gaji bulanan berikut tunjungannya.

Saya bukan lagi bawahan. Juga bukan lagi atasan. Apalagi istri saya suka masak, sehingga saya tidak perlu masak..

Apakah saya juga disiplin mengerjakan prinsip menulis yang akan saya kerjakan? 

Tidak. Lebih tepatnya: tidak lagi. 

Setelah prinsip itu membudaya di diri seseorang, prinsip tersebut sudah menyatu di dalam otak dan jiwanya. Sudah berjalan otomatis di pikiran dan tindakan. 

Ritual "menulis yang akan dikerjakan dan mengerjakan yang ditulis" itu harus dilakukan oleh yang levelnya masih –orang Jawa bilang: level sarengat. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 9 April 2026: Kejiwaan Iran

Jo Neka

Saya rasa beberapa perusuh juga mengalami gangguan ke JIWAan..Contoh..Suka perang.Suka sekali berkomentar di sini.Suka emosi kalau membahas ke IMANan.Bisa lebay kalau komennya tidak terpilih..Hihihiji..Ini hanya rasa saya saja.

Sadewa 19

Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Selama 40 hari perang, harga BBM di negara kita nggak ikut naik. Sebagai pembanding, negara negara tetangga kompak BBM nya naik. Bahkan di US sendiri yg katanya minyaknya melimpah. Terima Kasih kepada Pak Presiden Prabowo beserta jajarannya. Konon BBM dan listrik negara lain cepet banget naik karena sebagian besar sudah dikuasai swasta. Bersyukur BBM dan listrik kita dikuasai oleh negara. Sehingga negara bisa hadir dan tidak seenaknya menaikkan harga. Ternyata negara yg hadir sangat membantu masyaraktnya. Bumi, air dan kekayaan yg ada didalamnya sudah seharusnya negara yg kuasai. Digunakan sebesarnya untuk kemakmuran rakyatnya. Saya buktikan sendiri, saya pesen sate padang sebelum lebaran harganya IDR 48 ribu, kemaren setelah lebaran harganya naik 8%, jadi IDR 52 ribu. Harga naik sebesar itu karena harga daging, arang dan tusuk satenya ikutan naik. Perang jg jadi alasan pendukung kenaikan harga. Saya pun membayangkan ah seandainya Bumi, Air, daging, arang dan tusuk sate itu dikuasai oleh negara, tentu harga sate padang itu tidak akan naik begitu cepatnya.

Wilwa

@Jokosp. Gangguan kejiwaan. Hmmm. Istilah kedokteran biologinya MENTAL disorder. Bukan SOUL/SPIRIT disorder karena biologi modern kata Ryu Hasan menolak istilah JIWA /!ROH. Maka dipakailah istilah MENTAL yang berakar dari kata MIND atau pikiran. Jadi mental disorder mestinya diterjemahkan sebagai gangguan cara berpikir. Tapi terlepas dari masalah istilah mental atau soul/spirit, betul bahwa Trump itu narsis. Hanya mengagumi dan mencintai diri sendiri secara berlebihan. Sehingga dia akan melakukan apapun termasuk genosida jutaan penduduk Iran baik melalui penghancuran infrastruktur seperti jalan , air minum, listrik, kilang minyak ataupun membom nuklir Iran. Perilaku yang mirip Hitler, Stalin, Mao dan banyak diktator gendheng lainnya.

Er Gham 2

Sekelas Kerala sppg kok hanya motor listrik. Kenapa tidak diberikan SUV 4x4 yang AWD . Yang 500 jutaan saja. Jalan banyak yang rusak dan terjal. Harus kuat mendaki. Masih kaya kok. Rakyatnya paling bahagia di dunia juga.

Kurniawan Roziq

Trump = Amangkurat I , tp belum punya bajunya

Juve Zhang

Di bandara Soekarno-Hatta harga avtur naik dari Rp 13 656 ke Rp 23 551 per liter mulai 1 April 2026.... sedangkan pengiriman BBM SATU HARGA menggunakan pesawat Carter oleh Pertamina dan yang dikirim BBM harga masih tetap seluruh Indonesia katakan Rp 12 ribu seliter sedangkan kenaikan avtur saja dari 13 ribu ke 25 ribu....apalah Otak Anda Masih UPNORMAL dengan tetap mengirim BBM satu Harga ditengah naik nya harga avtur 70%..???? Rasanya Harga BBM satu Harga sudah gak Normal itu diciptakan oleh Otak UPNORMAL.....

Juve Zhang

Penangkapan Duterte yg pake Petrus untuk Gangster sebenarnya sejalan dengan Trumpet yg ngebom Gangster narkoba yg naik perahu di Venezuela....dua dua nya satu tujuan berantas narkoba....yg beda kan Duterte pro T sedang Trumpet anti T....itu saja pengadilan cuma gak paham politik pahamnya HAM.... Duterte mencontoh tetangga nya yg main Petrus zaman Majapahit....wkqkw

mario handoko

selamat pagi bp thamrin, bp agus, bp udin, bp jokosp, bp jo, bp em ha, bp mul dan teman2 rusuhwan. baca disway hari ini. jadi teringat putusan em ka yg melarang wamen rangkap jabatan. masalahnya, siapa yg akan melaksanakannya?

pak tani

apa saya tidak salah hitung. ada 41 komentar pilihan. ATH ? lebih panjang kompil daripada artikel :) Ibarat pesan makanan. Side dish nya lebih komplit dan melimpah wkwkwk

istianatul muflihah

Gara-gara jual beli buah alpukat, jadi tahu kalau harga porang sedang naik daun. Dari petani bisa 12.000/kg Sementara padi di harga 6600-7000/kg dari petani. Harga alpukat juga naik, dari tengkulak ada yang sudah 20.000/kg Harga kresek dan plastik juga makin naik. Ada yang sampai 30%. Harga harga bahan makan banyak yang naik, makin mahal. Yang murah, upah buruh. Yang ngga tau kenapa masih laku, pencitraan pejabat.

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Dan sebagai pemikir tingkat kampung, saya percaya filsafat itu penting karena tujuan filsafat. tujuan filsafat yg penting yaitu, 1. Filsafat membawa anda dari tempat kesengsaraan ke tempat kebahagiaan. 2. Filsafat membawa anda dari kegelisahan ke ketentraman hati. Pasti anda akan bahagia dan pasti anda tenteram. Dan ingatlah filsafat akan bekerja kalau ada reward atau ganjaran yg diberikan kepada jiwa. Artinya apa? Tanpa reward atau hadiah kepada jiwa ,ibarat anda naik mobil yg kehabisan bensin. Tidak sampai tujuan. Contohnya, sengsara atau stress karena pekerjaan. Filsafat atau cara berpikir, "sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan". Al Qur'an surat Al insyirah ayat 5 dan 6. Maka berilah jiwa kebahagiaan dengan berpikir bahwa karena tekanan pekerjaan ini, saya mendapat kemudahan. Dapat gaji, dapat pengalaman, dapat pahala amal kebaikan, dapat berzakat dll. Sehingga karena reward yg kita berikan kepada jiwa maka tekanan berubah menjadi bahagia. Sedih berubah jadi tenteram. Itulah cara memperkaya jiwa. Ketika istri marah, saya memberi reward jiwa saya. Yaitu istri yg marah ini, sarana saya untuk bersabar. Kata katanya saya masukkan telinga kanan dan keluarkan di telinga kiri. Pokoknya jangan sampai masuk ke hati. Hasilnya tidak ada piring terbang atau bantingan pintu. Sehingga jiwa saya tetap bahagia dan tenteram karena cara berpikir. Yaitu Allah mencintai orang orang yg bersabar. Sehingga tujuan berfilsafat atau berpikir tercapai. Salam bahagia.

Muh Nursalim

Yang sudah menikmati "Perdamian" ini ternyata pelajar dan mahasiswa Pakistan. Anak saya yang lagi belajar di IIUI Islamabad. Katanya besok prei dua hari. Untuk menyambut dialog perdamaian antara USA dan Iran. Negara ini memang beda dengan Indonesia. Presidennya benar2 kawan Amerika sekaligus kawan Iran. Sehingga bisa menjadi jembatan. Prabowo di awal perang ingin jadi mediator seperti itu. Tapi tidak ada yang menyambut. Iran ndak respon Israel dan Amerika nda jelas.

Forsandy Kurniawan David

Trump mmg begitu, dalam urusan perang lebih baik kalo dia mencla mencle toh serangan kapan tidak boleh bocor. Di biarin Iran yang menunggu dan menunggu ternyata zonk. Saya Iran tidak bereaksi mungkin saat itulah serangan benar benar terjadi. Jgn lupakan juga TRUMP itu pengusaha kelas Wahid..semua pasti ada kalkulator nya.. kalo rugi ditutup pake apa ada strategi nya. Saya heran saja kok media meng olok olok gila lah, degradasi mentall lah.. padahal semua by design ada tujuannya.

Reinhart Holim

Ada dua mahkamah internasional: International Court of Justice dan International Criminal Court. Dua-duanya berkedudukan di Den Haag. International Court of Justice mengadili kasus-kasus sengketa antar negara. International Criminal Court mengadili kasus-kasus kejahatan perang dan kejahatan atas kemanusiaan yang didakwakan kepada individu perseorangan. Ups, masih ada lagi. Permanent Court of Arbitration (juga berkedudukan di Den Haag) dan International Court of Arbitration (berkedudukan di Paris). Permanent Court of Arbitration mengadili (atau lebih tepatnya menengahi) berbagai kasus sengketa antar berbagai pihak (bisa negara, organisasi, atau perseorangan). International Court of Arbitration mengadili/menengahi kasus-kasus sengketa komersial antar perusahaan lintas negara.

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Presiden Trump tidak marah ketika ahli psikologi mengatakan kejiwaanya menurun drastis dalam dua minggu terakhir. Jangan-jangan itu justru dianggap penting bagi Trump: kelak bisa dipakai alibi agar tidak bisa dituntut ke pengadilan. Orang yang kena gangguan jiwa tidak bisa diadili --hanya saja harus dibawa ke dokter ahli jiwa." Tidak semudah itu Abah DI..... untuk dijadikan alibi !! Mesti melewati pemeriksaan psikologis secara menyeluruh !! Mengutip pernyataan Ahli Psikologi seperti yang ditulis Abah DI, bahwa Presiden Donald Trump : "kejiwaanya menurun drastis dalam dua minggu terakhir"..... itu termasuk ODMK. ODMK adalah hal yang umum terjadi..... bahkan menurut WHO setidaknya 10% penduduk dunia mengalami masalah kejiwaan (ODMK) ringan dan sangat ringan..... Memang ODMK adalah indikasi awal ODGJ, tetapi ODMK kebanyakan sembuh atau disembuhkan oleh lingkungannya sendiri, kalaupun berkembang menjadi ODGJ bisa bertahun-tahun kemudian..... Jikalau Presiden Donald Trump terindikasi mengalami penurunan kondisi kejiwaanya secara drastis dalam dua minggu terakhir ini (ODMK)..... kemungkinan besar Presiden Trump sudah mengalami "burnout" atas segala kebijakan perangnya terhadap Iran...... dan mungkin juga ada hal-hal lainnya yang membebani psikologisnya. ODMK itu memungkinkan koq untuk diadili..... yang tidak memungkinkan adalah ODGJ, itupun pada stadium lanjut !!

Wilwa

Trump membantah dia menyetujui 10 tuntutan Iran. Baru beberapa jam Hormuz dibuka kini sudah ditutup lagi sama Iran. Btw, 2 kapal tanker Indonesia yang berbendera Panama dan Singapura itu kayaknya belum sempat keluar dari Hormuz Strait. Duh

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 28

  • Agus Triyanto
    Agus Triyanto
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Milyarder Setia
    Milyarder Setia
  • mario handoko
    mario handoko
  • Sugi
    Sugi
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • IKFR RSUA
    IKFR RSUA
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • alasroban
    alasroban
  • Sri Wasono Widodo
    Sri Wasono Widodo
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Prakarsa dj
      Prakarsa dj
    • nur cahyono
      nur cahyono