Kejiwaan Iran

Kejiwaan Iran

--

Presiden Trump tidak marah ketika ahli psikologi mengatakan kejiwaanya menurun drastis dalam dua minggu terakhir. Jangan-jangan itu justru dianggap penting bagi Trump: kelak bisa dipakai alibi agar tidak bisa dituntut ke pengadilan. Orang yang kena gangguan jiwa tidak bisa diadili --hanya saja harus dibawa ke dokter ahli jiwa.

Ancaman diseret ke pengadilan itu ada. Tuduhannya: sebagai penjahat perang. Yang mengadili: hakim Mahkamah Internasional. Kedudukannya di Den Haag, Belanda.

Anda sudah tahu siapa yang menyatakan Trump bisa dibawa ke Mahkamah Internasional: Jan Egeland, ketua komisi pengungsi Norwegia. Alumnus Universitas Oslo di Norwegia dan Berkeley di California itu punya kompetensi tinggi untuk menilai  itu. Usianya 68 tahun. Pernah jadi menteri di bidang itu di sana. Punya banyak jabatan internasional urusan pengungsi. Juga duduk di komisi hak-hak asasi manusia Eropa.

Tindakan Trump yang mana yang dianggap Egeland sebagai kejahatan perang?

Anda sudah tahu yang mana. Yang ini. Yang diucapkan Trump ini: "Seluruh peradaban Iran akan punah malam ini". 

Trump memang banyak mengeluarkan kata-kata serem tiga hari lalu. Misalnya:  Amerika akan melancarkan serangan terdahsyat yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Amerika mampu melakukan itu karena kemampuan militer dan persenjataanmya terhebat di dunia. Juga: "Hari ini adalah Hari Jembatan dan Hari Pembangkit Listrik". Maksudnya: di hari itu serangan Amerika dan Israel akan difokuskan untuk menghancurkan seluruh jembatan dan pembangkit listrik di Iran. Dua infrastruktur itu akan dihancurkan dalam satu paket.

Begitu Egeland membaca/melihat ucapan Trump soal pemusnahan peradaban itu ia langsung posting komentar: "Menghancurkan peradaban tergolong kejahatan perang," katanya. Egeland serius mengingatkan itu. "Yang saya ucapkan itu bukan sekadar rekomendasi. Ini hukum internasional di bidang kemanusiaan," tegasnya.

Egeland juga sekjen Palang Merah Norwegia. Ia lahir di Stavanger dan jadi guru besar di kota itu. Kota Stavanger penting bagi saya: dari kota itu saya terbang ke Sommerset untuk kemudian terbang lagi ke kutub utara.

Tidak hanya soal peradaban. Menyasar infrastruktur sipil juga bisa dianggap kejahatan perang. Berarti di dua hal itu Trump bisa terancam dibawa ke pengadilan internasional.

Itu kalau ada yang mengadukan. Atau berani mengadukan.

Dalam statuta pengadilan internasional pengaduan itu sendiri tidak wajib sebagai syarat penuntutan. Jaksa pengadilan internasional bisa melakukan penuntutan tanpa adanya laporan. 

Jabatan jaksa itu kini dipegang oleh Karim Khan. Ia ahli hukum dari Inggris. Pernah jadi jaksa penuntut di pengadilan umum,  pernah pula jadi pengacara membela terdakwa. Karim punya pengalaman di dua sisi sekaligus. Masa jabatannya pun masih panjang: sampai 2029. Masa jabatan jaksa pengadilan internasional itu delapan tahun --mulai dijabat Karim tahun 2021.

Di masa jabatannya itu Karim sudah berani  menetapkan tiga tokoh dunia jadi tersangka: Vladimir Putin, Benjamin Netanyahu, dan Rodrigo Duterte. 

Sejauh ini baru mantan presiden Filipina itu yang sudah ditangkap. Kini masih ditahan di Den Haag. Belum mulai diadili. Anda sudah tahu kasusnya: memerintahkan membunuh para bandar narkoba di Filipina. Tidak perlu lewat pengadilan. Langsung habisi. Kalau lewat pengadilan bisa bebas.

Putin dan Netanyahu belum ditangkap. Jaksa tidak punya aparat untuk melakukan penangkapan. Jaksa punya dua wakil dan tim penyidik tapi tidak punya polisi yang bisa menangkap tersangka.

Duterte bisa ditangkap karena sudah bukan presiden. Apalagi presiden berikutnya merasa diuntungkan dengan penangkapan Duterte. Maka polisi Filipina menangkap Duterte dan menyerahkannya ke Den Haag. Statusnya: menunggu sidang pengadilan.

Sedangkan polisi Rusia, bagaimana menurut Anda, mungkinkah menangkap Putin. Pun polisi Israel, tidak akan mau menangkap Netanyahu.

Pemimpin Asia yang pernah jadi tersangka adalah Pol Pot dari Kamboja. Tapi ia keburu meninggal sebelum disidangkan.

Kini semua berpulang ke Karim Khan: apakah akan menyeret Trump ke Mahkamah Internasional. Kalau pun Karim menjadikannya tersangka apakah polisi Amerika mau menangkapnya. 

Pun Netanyahu. Apakah Karim bisa membuat pemimpin Israel itu tersangka untuk kali kedua. Bisa jadi satu-satunya yang dua kali tersangka.

Masalahnya: Amerika dan Israel belum mau menjadi anggota ICC. Demikian juga Tiongkok dan Rusia. 

Sebenarnya ICC tetap bisa menjadikan tokoh negara non anggota sebagai tersangka. Masalahnya: siapa yang akan menangkapnya.

Anda sudah tahu: pengadilan internasional ini didirikan tahun 1998 ketika Indonesia sedang dilanda krismon yang gawat. Tahun 2000 Indonesia mendaftar jadi anggota --berarti di zaman Presiden B.J. Habibie. Tapi keanggotaan Indonesia belum sah: sampai sekarang DPR belum mau meratifikasi UU internasional itu.

Betapa arogannya negara-negara yang tidak mau jadi anggota ICC. Seolah mereka memang sengaja agar bisa melakukan kejahatan apa saja di kala perang. Hanya negara-negara dengan kekuatan kelas menengah yang getol mendirikan dan menegakkan pengadilan internasional itu. Misalnya: Kanada, Jerman, Belanda, Australia, dan seterusnya.

Jelaslah bahwa Trump memenuhi syarat untuk jadi pesakitan di Mahkamah Internasional. Masalahnya: kejiwaannya merosot drastis dalam dua minggu terakhir.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 8 April 2026: Utang Tuhan

Taufik Hidayat

Wah wah wah . Saya tidak tahu kalau Iran dulunya pernah bernama Zoroaster. tapi cerita tentang Ahura Mazda dan Pasargadae mengingatkan akan perjalanan ke Persepolis . Memang di sana dijelaskan akan konsep Tuhan esa yag disebut ahura maxda. Dan ada Gate of the Nations yang membuka Darius ata Curus yag agung serta ada makam Cyrus di Pasargadae . tapi kali ini saya harus komen akan frasa Anda Sudah Tahu yag banyak sekali muncul di artikel ini dan ternyata saya belum tahu atau belum kenal dengan penulis Al Makin yang pernah jadi rektor di IAIN atau UIN şuna Kalijaga di Yogya . Saya tentu tahu kampus di dekat batas kota dan di dekat kali Gajahwong dan di dekat museum Affandi ini. Tapi saya tidak tahu bahwa ada 609 nabi di Indonesia ? Walau saya pernah baca tulisan di dinding sebuah masjid di Dunedin , Selandia baru tentang 125 ribu nabi.

Gianto Kwee

"Tidak Ada" adalah Abadi, karena tanpa awal dan tanpa akhir ! Dari "Tidak Ada" inilah asal muasal "Ada dan Kehidupan" ADA butuh "Ruang " Dan "Waktu" Menghitung mundur untuk kembali menjadi "Tidak Ada" Konsep Ada, kita yang Hidup tahu, sedang konsep Tidak Ada, suatu saat kita pasti tahu juga @Wilwa, Sesuai "Nalar" Saya pribadi, Salam Damai

Wilwa

Di filsafat segala sesuatu dipertanyakan. Hmmmm. Di agama, ada sesuatu yang tak boleh dipertanyakan yaitu keberadaan “tuhan”. Hmmmm. Tapi menurut saya pribadi, ada agama yang boleh mempertanyakan ada atau tiadanya “tuhan” yaitu “agama” Buddha. Dan tiada jawaban yang bersifat pasti atau mutlak mengenai ada atau tiadanya “tuhan” dalam “agama” Buddha. Karena tergantung aliran/sektenya. Buddha sendiri konon diam seribu bahasa ketika ditanya pertanyaan “filosofis” mengenai tuhan ada atau tidak, apakah semesta diciptakan tuhan atau tidak, apakah tuhan atau semesta abadi atau tidak. Alih-alih menjawab berbagai pertanyaan metafisika, Buddha malah fokus pada penderitaan homo sapiens, penyebabnya dan cara mengatasinya. Penyebabnya adalah tanha/desires yang disebabkan dua ekstrem: terlalu menyukai atau terlalu membenci. Greed di satu sisi dan hate di sisi lain. Dan cara mengatasinya sebenarnya simple tapi sulit dilakukan. Salah satunya adalah metta atau kasih. Di sini, filosofi Buddha bertemu dengan filosofi Yahshua/Yesus dan filosofi Khonghucu, menurut analisis pribadi. Dengan filosofi metta inilah religion bertemu dengan filsafat khas Buddha. Yang jelas Buddha tidak mengajarkan kebencian. Agama bila terpaku pada dogma/doktrin bisa melahirkan kebencian terhadap yang berbeda pendapat/pemikiran. Berujung pada intoleransi lalu ekstremitas dan terakhir adalah diskriminasi bahkan persekusi dan teror.

Achmad Faisol

tidak ada filsafat murni saat ini... diakui atau tidak; suka atau tidak... orang yang belajar filsafat tetap bersandar kepada agama... bung RG saja kadang mengutip ayat suci... pemikiran manusia ya begitu itu... sejauh dan sebebas apa pun yang segitu... contoh: fulan belajar filsafat mendalam... suatu ketika dia ditabrak mobil, tangan dan kaki patah... karena ga punya uang, dia berobat ke alternatif... kasihan, kan... fulan menuntut penabrak ke pengadilan... empunya mobil punya uang dan relasi... fulan malah dihukum 10 tahun penjara... penabrak justru bebas... fulan mantan narapidana... mencari kerja susah karena usia... usaha sendiri ga laku... sebagai filsuf, apakah fulan yakin hidup ini adil...? apakah fulan legowo atas semua ketidakadilan yang dia alami...? apakah fulan hidup sesuai yang diinginkan...? ataukah fulan justru berharap ada pengadilan sejati, yang oleh orang beragama disebut pengadilan akhirat...?

Achmad Faisol

pak DI pernah belajar ilmu manthiq (ilmu logika) dan cukup sering, menurut saya, membanggakannya... jangan lupa, imam ghazali berjasa terhadap ilmu manthiq... beliau menyatakan dalam kitab karya beliau al-Mustashfā, "siapa yang tidak menguasai manthiq, ilmunya tidak tepercaya".

Wilwa

@AgusS3. Dan sebelum kedatangan agama-agama dari India atau Timur Tengah ada Kapitayan yang sudah ada ratusan bahkan ribuan tahun sebelum Masehi. Sayangnya belum dikenal aksara saat itu sehingga tak ditemukan bukti arkeologis mengenai kerajaan di Jawa sebelum Masehi. Simak youtube: This is the Ancient Religion that Became the First Religion of the Ancestors of Indonesia

MZ ARIFIN UMAR ZAIN

Filsafat hasil kerja akal. Agama hasil kerja Pencipta akal.

Wilwa

Religion is the answers that may never be questioned. Philosophy is the questions that may never be answered. Hmmm. Ini adalah pepatah anonim. Tak diketahui siapa penulisnya. Sering diungkap sebagai guyonan oleh Ryu Hasan. Tapi yang jelas, pepatah anonim ini diungkap dalam buku filsuf modern Daniel Dennett (1942-2024) yang berjudul: Breaking the Spell: Religion as a Natural Phenomenon (2006). Dan mungkin juga ada di buku filsuf lainnya.

Achmad Faisol

... Kitabnya Al Ghazali isinya kan doktrin... ####### orang yang belum pernah berjalan hingga mentok/notok/pol biasa berkata seperti ini... cobalah pak al makin bincang-bincang dengan pak ulil abshar abdalla, yang pernah melewati fase sangat liberal hingga akhirnya kembali dan menekuni kitab ihya' imam ghazali...

Vikagora Prayogi

Penelitian di bidang agama tidak semenarik di urusan teknologi, urusan teknologi bahan bakunya ndak jauh jauh dari zaman sekarang menuju masa depan. Penelitian agama akan lebih banyak meneliti ke zaman dahulu dari mulai manusia pertama yang versi masing masing agama berbeda beda. Yang menjadi masalah adalah di rujukan, jika rujukannya betul maka keluarannya ada kemungkinan betul, sy bilang ada kemungkinan betul karena bisa jadi salah juga jika cara menganalisisnya salah. sebaliknya jika rujukannya masih di pertanyakan keabsahannya bagaimana lagi dengan hasilnya. Apalagi jika peneliti mengabaikan satu ilmu yang namanya ilmu sanad, bisa berantakan nanti hasilnya. Sehingga dalam ilmu agama disarankan untuk belajar pondasi ilmu ilmu yang sudah pasti dahulu jangan ujuk ujuk langsung belajar filsafat

Laksana DedeS

Monotheis sangat kuat dalam menjelaskan keteraturan alam (walaupun ada teori yang menjelaskan semesta sejatinya tidak teratur, tetapi chaos dalam jangka waktu panjang). Tetapi monotheis kurang bagus dalam menjelaskan fenomena kejahatan, bencana alam, dan ketidakadilan.. Monotheis memang lahir setelah munculnya kekaisaran atau kerajaan besar. Tuhan dianalogikan sebagai maharaja. Tapi sejarah membuktikan pernah ada kaisar kembar di Yunani, yakni kaisar Marcus Aurelius dan Lucius Verus pada 161-169 M. Dan pemerintahan berjalan dengan baik

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PERTANYAAN ORANG AWAM: FILSAFAT, UNTUK APA? Matematika mengajari kita menghitung. Jelas manfaatnya. Dari belanja sampai teknologi. Hidup jadi presisi. Lalu filsafat? Ia tidak memberi angka. Tidak juga rumus. Tapi ia memberi cara berpikir. Cara bertanya. Cara meragukan—bahkan terhadap hal yang terasa sudah pasti. Sering muncul tanya: mengapa yang sudah jelas masih dipikir? Bukankah sebagian jawaban sudah ditunjukkan Tuhan? Di sinilah filsafat bekerja. Bukan menggantikan iman. Tapi merawat akal. Agar manusia tidak sekadar menerima, tapi juga memahami. Lalu apa bedanya dengan logika? Logika itu alat. Ia mengatur cara berpikir agar runtut dan tidak salah. Seperti aturan lalu lintas pikiran. Sedangkan filsafat adalah perjalanan itu sendiri. Ia bertanya ke mana arah hidup, apa makna kebenaran, dan mengapa kita ada. Dalam hidup, manfaatnya terasa diam-diam. Orang yang terbiasa berfilsafat tidak mudah panik. Lebih sabar melihat persoalan. Tidak cepat merasa paling benar. Jadi, Fakultas Filsafat perlu? Perlu. 1) Matematika melatih ketepatan. 2) Logika merapikan pikiran. 3) Filsafat memberi kedalaman dan arah. Benarkah..??

Vikagora Prayogi

Apakah Islam melarang ilmu Filsafat? Tentu saja tidak dilarang secara mutlak, yang menjadi perdebatan adalah filsafat tertentu yang mengandung ajaran yang bertentangan dengan akidah, seperti pengingkaran terhadap wahyu, kebangkitan, terutama sifat-sifat Tuhan. Imam Ghazali memiliki kitab, Tahafut al-Falasifah (Kekacauan para Filosof) beliau tidak melarang filsafat sebagai metode berpikir rasional, tetapi mengkritik filsafat Yunani (terutama Aristotelian dan Neoplatonisme) yang telah bercampur dengan keyakinan metafisika yang bertentangan dengan Islam. Seperti keyakinan bahwa alam semesta tidak diciptakan dari tiada, Tuhan hanya tahu hal-hal universal tapi tidak mendetail dan penolakan hari kebangkitan. Filsafat dianggap membahayakan akidah orang awam karena sering menggunakan terminologi rumit yang bisa mengacaukan iman orang yang belum kokoh agamanya. Filsafat Mencampuradukkan wahyu dan akal – seperti Ibnu Sina dan Al-Farabi terlalu mengedepankan akal hingga menakwilkan nash-nash syariat secara berlebihan. Metode filsafat yang kritis terkadang berujung pada keraguan terhadap hal-hal gaib yang justru harus diterima dengan iman. Jadi, Pelarangan filsafat dalam Islam bersifat tematik dan kontekstual, bukan mutlak. Filsafat yang dilarang adalah filsafat Yunani yang bisa merusak aqidah ummat. Sedangkan logika atau pemikiran rasional justru menjadi bagian yang dibutuhkan untuk memahami ilmu ushul fiqh dan teologi Islam, salam akal sehat by RG.

Muh Nursalim

Benar kan. Trumpt ndak jadi meratakan Iran. Wong dia sendiri ragu. Juga takut. Jika ancaman yang ia maksud itu nuklir. Nda ada pemimpin dunia yang berani main dengan nuklir. Karena itu ti ji ti beh. Mati siji mati kabeh. Semua lenyap. Termasuk Trumpt. Maka Iran pede aja dengan ancaman yang membusa dari Trumpt. Kalau selain nuklir. Iran sudah lebih paham bagaimana cara menghadapinya.

Irary Sadar

Tidak ada nabi dan rasul setelah Rasulullah Salallahu 'Alaihi Wasallam. Adapun yang mengaku nabi setelah Beliau Salallahu 'Alaihi Wasallam, adalah pembohong. Demikian menurut keyakinan saiya...

Laksana DedeS

Saya tidak yakin ephikureanis, atau hedonis, atau atheis tidak percaya adanya tuhan. Mereka hanya tidak percaya kepada konsep tuhan yang diyakini masyarakat pada umumnya. Ada yang menyimpulkan: Tuhan adalah jalan keluar dari ketidaktahuan manusia terhadap alam di sekelilingnya. Ketika manusia menyerah dalam kehidupan karena ketidaktahuannya, mereka bersandar kepada Tuhan. Karena manusia tidak mungkin mengetahui semua hal. Dan lebih banyak yang tidak mereka ketahui darpada yang mereka ketahui. maka Tuhan ada di sana.

Wilwa

Mungkin Filsuf Yunani yang paling “kontroversial” bagi yang meyakini “tuhan” (personal) adalah Epicurus / Epikuros. Yang mengkritisi sifat maha kuasa dan maha kasih dikaitkan dengan “kejahatan” yang marak melanda homo sapiens. Kalau maha kasih mengapa membiarkan kejahatan/kriminalitas marak. Dan kalau maha kuasa mengapa tidak menindak kejahatan/kriminalitas. Yang kesimpulan akhirnya adalah menolak keberadaan tuhan (personal) semacam itu. Sehingga “Atheist” di abad pertengahan disebut “Epicurean” sebelum istilah atheist dikenal. Ada pula filsuf yang lebih kuno, yang mengajukan teori mengenai “atom”atau sesuatu yang tak bisa dibagi lagi yaitu Demokritos. Bahkan menurutnya, dewa-dewi Yunani pun tersusun dari atom sehingga “tuhan” pun bersifat mortal (bisa mati) seperti homo sapiens. Jadi “tuhan” (baca: dewa-dewi) pun tak kekal abadi. Namun teori atom ini kemudian diadopsi istilah atom nya dalam Fisika dan Kimia. Dengan sifat yang tetap “materialistik”. Tak mengkaitkan atom dengan “religions” apapun.

rian

Setahu saya dalam ilmu duniawi Ibrahim adalah tokoh mitologi alias tidak bisa dibuktikan pernah hidup. Menurut ilmu yang sama pula, Judaisme dulunya tidak langsung monoteisme. Mereka awalnya politeisme. Yahweh yang mereka sembah dulunya tuhan pendukung yang kemudian menjadi tuhan yang esa. Jika Al Makin menyimpulkan Abraham adalah penyembah banyak tuhan hanya karena kaum Yahudi awalnya menyembah banyak tuhan, menurut saya itu terlalu berani (apakah benar demikian jalan pikiran Al Makin saya juga tidak tahu). Dalam Alqur'an dan Bible sendiri diceritakan bahwa kaum Yahudi kuno berubah-ubah haluannya. Setelah mendapatkan Musa sebagai utusan yang mengajarkan monoteism, mereka masih perlu sesembahan lain berupa patung sapi.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

DULU: HABIS KERTAS, TERBITLAH PLASTIK.. Dulu, hidup terasa sederhana. Tapi keras. Tahun 1962 sampai 1970, saya “ngenger”. Istilah halus untuk pembantu. Gaji tidak ada. Tapi makan terjamin. Tiga kali sehari. Itu sudah kemewahan. Pagi menyapu. Siang belanja. Subuh bikin teh. Sore sampai malam, kerja tambahan. Bikin kantong kertas. Dari jam 16 sampai 23. Tangan lengket lem. Mata berat. Tapi harus selesai. Majikan punya toko roti di Malioboro. Waktu itu belum ada plastik. Semua dibungkus kertas. Dan semua kantong itu, buatan saya. Dipotong. Dilipat. Dilem. Satu per satu. Tidak ada mesin. Hanya tangan dan ketekunan. Sekarang zaman berubah. Plastik datang. Cepat. Praktis. Kantong kertas tersingkir. Pekerjaan seperti itu ikut hilang. Diganti mesin. Diganti sistem. Tapi hidup memang begitu. Yang lama pergi. Yang baru datang. Yang bertahan bukan pekerjaannya. Tapi orangnya. Saya tidak meratapi masa itu. Justru bersyukur. Dari situlah saya belajar arti kerja. Arti tahan banting. Arti bangun sebelum orang lain bangun. Kadang, untuk jadi “pangeran”, memang harus rela jadi “pembantu” dulu.

Laksana DedeS

Persia dan Romawi adalah kekaisaran adidaya di masa lalu. Sikap keduanya yang berbeda terhadap seruan Nabi Muhammad menyebabkan beda nasib peradaban tersebut. Persia arogan dengan menghinakan (mensobek-sobek) surat nabi Muhammad dan membunuh utusan pembawa surat. Sebaliknya Romawi menerima utusan nabi dengan baik, dan memberi hadiah kepada nabi walaupun tidak menjadi pengikut agama yang diserukan Nabi. Akibatnya kekaisaran persia runtuh dan ditaklukan oleh bangsa Arab. Sementara Romawi tidak tertaklukan. sekarang kepemimpinan Katolik Roma di vatikan masih eksis. Sementara agama Zoroaster pemeluknya sekarang hampir punah.

Suardi Usman

Tadinya saya sempat emosi baca Abah hari ini. Tapi setelah menghayati, Ini tamparan luar biasa bagi kita. Dimana dunia modern kini seakan telah kehilangan moral, bahkan ketika mengaku bertuhan. Dan kita juga telah kehilangan tradisi berpikir yang dulu membuat peradaban besar.”

Johan

Bisa jadi tren monotheis bangsa Persia mempengaruhi bangsa lain di timur tengah. Tapi apakah YHWH bangsa Israel terinspirasi dari Ahura Mazda? Ini yg agak meragukan. Ketika bangsa Israel memasuki tanah Kanaan. Dewa yg dominan disembah dimasa itu adalah Ba'al. Sebenarnya secara linguistik bahasa semitic kuno. Ba'al bukan spesifik nama satu sosok dewa. Ba'al jika diterjemahkan ke bahasa lain artinya adalah Yang Agung atau Yang Mulia. Dari sini bisa dilihat. Diantara berbagai dewa yang disembah di masa itu, Ba'al menempati posisi yg boleh dikatakan sama dengan Tuhan itu sendiri bagi orang2 Kanaan. Bangsa Israel yg menjadi pendatang di tanah Kanaan, sebagian mengadopsi kepercayaan kepada Ba'al mengikuti orang Kanaan. Sedangkan sebagian lagi "menciptakan" versi Ba'al-nya sendiri yaitu YHWH. Selanjutnya, terjadilah kompetisi antara pemuja Ba'al dan pemuja YHWH. Dan akhirnya yg menang adalah mereka yg memiliki doktrin ajaran lebih kuat dan sistematik.

Robbi Ans

Carilah Tuhan, maka kita akan menemukannya. Gunakan akal dan hatimu, akal untuk berpikir, hati untuk merasakan

pak tani

Sepi dari radar para perusuh. Artemis II berhasil meluncur dan mengitari orbit bulan. Hari ini sedang dalam perjalanan pulang ke bumi. Kok tidak heboh? Kalah dengan gaung genderang perang Iran ? Per-adaban Persia yang terancam punah? Atau karena para astronot tidak mendarat di bulan? Cuma lewat saja. Duluu, ada perusuh yang bertanya. Kok sudah lama tidak ada misi mendarat di bulan lagi? jangan2 dulu itu konspirasi A saja. Pertanyaan itu terjawab tuntas minggu ini. Anda sudah melihat. Foto bumi nampak begitu indahnya dipotret dari luar angkasa (tanpa watermark redmi tentunya). Meskipun banyak yang berkata, foto bumi yang lalu nampak lebih cerah dan indah. Tetap saja, foto bumi terbaru itu demikian memukau. Anda pasti kan tarik nafas lebih dalam melihatnya. 10i. Berbeda dengan Apollo, Artemis ini mempunyai misi dengan level lebih tinggi, Membuat gateway untuk suatu saat nanti kita menuju Mars. Artemis II memang tidak mendaratkan astronot di bulan, itu akan terjadi saat Artemis III, IV dan V nanti. Kapan? Targetnya 2030. Jangan sampai Keduluan T yang berencana mendaratkan astronotnya di 2030 juga. Pak Bos harus mengulas Artemis ini. Capaian teknologi IQ 3 digit. Bagaimana perhitungan teknik roket ke bulan? sungguh luar biasa! 2030 - Perlombaan A dan T sudah nyata merambah ke bulan. Kita masih mikir cicilan hutang bulan ke bulan.

Laksana DedeS

Sebelum diutus nabi, manusia mencari tuhan dengan akalnya. Tepatnya mencari kekuatan yang bisa membantu usahanya dalam bertani dan berternak. Juga mencari kekuatan agar mereka dapat menang berperang dengan kelompok sapiens tetangga, atau dari gangguan spesies hewan lainnya yang bisa mengganggu kehiduapan dan peradaban mereka. Kekuatan yang bisa menyembuhkan sakit, mencegah bencana, gagal panen, dan kematian ternak. Proses mencari bantuan kekuatan tuhan ini lah menjadi evolusi kepercayaan dari awalnya politheis, dualis, akiirnya monotheis ,(tauhid)

Laksana DedeS

Sapiens mulai mencari tuhan dan berfilsafat ketika mulai kehidupan mereka beradab, bertransformasi dari penjelajah, pemburu pengumpul makanan menjadi petani dan peternak. Pada tahap inilah sapiens pertama yanhlg mendapat pencerahan, atau mendapatkan wahyu, otaknya dapat membayangkan tuhan, yaitu nabi pertama sapiens, yakni nabi Adam. Adam nabi pertama sapiens yang memberi short cut, atau jalan pintas, atau doktrin mengenai tuhan. Agar manusia tidak usah capek2 berfikir mengenai tuhan. Tuhan sendiri yang menampakkan diri dan memberikan wahyu kepada sapiens terpilih. Agar sapiens fokur berfikir terhapap ciptaan (alam semesta), mengenai sang pencipta cukup mengimani saja. Ketika ada konflik sosial, maka jalan keluarnya adalah memberikan persembahan (kurban) dari jenis tanaman dan hewan yang telah di domestikasi, yakni hasil panen dan hasil ternak. Keputusan akhir diberikan tuhan melalui wakilnya (nabi yang menjadi hakim) untuk memberikan keputusan pengorbanan mana yang diterima tuhan. Yang diterima itulah yang memenangkan persengketaan.

Kang Sabarikhlas

anu.... saya mohon maaf, terhitung mulai hari ini saya ndak bisa komen sebab saya sedang nikmati genjatan senjata komen hingga 2 pekan depan... Oh..ya...anu, saya ndak ada utang, lha wong saya berkali-kali-an ajukan KUR mesti ditolak, mesti dibilang usia saya 71 itu 'out to date'...duh. padahal saya kan masih kuat.!!! pingin "pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat"... Apa ada program Lansia Tangguh? Utang Tuhan?... enak aja, itu urusan gue dong!... kalau saya melanggar kontrak kan umur bisa disita.....duh. gitu aja repot kok.

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Setiap orang ingin sukses. Termasuk anda semua. Tapi yg saya ingin tanya, apakah sukses itu? Ada yg mengatakan sukses itu punya banyak uang. Ada yg berkata sukses itu punya jabatan tinggi. Ada yg menjawab sukses itu punya banyak perusahaan. Bahkan di suatu komunitas aneh, yaitu komunitas speak speak iblis (SSI), anda baru bisa disebut sukses kalau anda bisa meniduri 3 bini orang. Kesimpulan sukses itu tergantung pada pemikiran masing masing orang. Tetapi ketika saya kecil dulu di kampung, sudah diarahkan untuk jadi orang sukses oleh guru ngaji kampung. Kesuksesan yg jelas,mudah,enak,tidak bertele tele dan praktis. Kesuksesan yg diidam idamkan oleh manusia dari dunia timur dan dunia barat, dari belahan dunia Utara sampai belahan dunia selatan. Begitulah pak guru ngaji kampung dulu memotivasi anak didiknya. Kesuksesan macam apa itu? Jawabannya sangat sederhana, anda baru bisa di sebut sukses ketika kaki anda sudah melangkah di pintu surga. Artinya apa? Jika kaki anda tidak melangkahi pintu surga nanti, maka apapun kesuksesan anda, dianggap gagal. Karena barometer tidak terpenuhi. Kemudian pak guru kampung itu memberikan kunci pintu surga kepada semua anak didiknya. Pesannya menyentuh hati, jangan sampai lupa kuncinya nanti kamu semua tidak bisa masuk surga. Dan kunci itu masih ada di otak saya. Kunci itu berbunyi,"Sesungguhnya orang yg beriman dan beramal Sholeh, bagi mereka surga yg mengalir dibawahnya sungai sungai. Itulah kesuksesan yg besar." Quran surah Al buruj ayat ke 11

Laksana DedeS

Ya Tuhan maha baik. Maha pemaaf. Tidak keberatan disalahfahami. Tuhan gak masalah kalau disangka hanya sebagai petir (zeus sembahannya orang yunani). Tidak keberatan disangka hanya sebagai bintang kecil (dianggap hanya sebagai matahari, sebuah bintang mungil di galaksi bima sakti). Tidak masalah dianggap hanya sebagai api. Kalaupun ada teolog dari berbagai agama monotheis (yahudi, keristen, Islam) yang membuat berjilid jilid kitab menjelaskan esensi tuhan. Tetap pasti tulisan pemuka agama itu pasti salah. tuhan lebih dari yang para teolog itu sangkakan dan tuliskan dalam kitab mereka. Yang penting manusia mencintai tuhan, sesama manusia, sesama makhluknya.

Gregorius Indiarto

Utang Tuhan. Tuhan kok dipadakno barang ae. Di utang utang ne. Untung Tuhan maha baik. Tuhan tidak akan marah. Dan tidak usah dibela, Tuhan itu maha segalanya. Met siang, salam sehat, damai dan bahagia.

Gregorius Indiarto

"Presiden Donald Trump dan Menteri Perangnya, Pete Hegseth juga bertuhan satu. Berarti keduanya juga berutang tauhid ke Iran. Utang itulah yang mereka bayar dengan pembunuhan masal lewat peluru dan bom mereka.(Dahlan Iskan)" Seandainya ini benar; "Saya berharap utang itu sudah lunas, berikut bunganya". Stop perang.

Riki Gana S

Kapan hari saya sudah bilang, berfilsafat di pesantren kampung dilarang, banyaknya taqlid ke kyai (doktrin). Makanya monoton dan tidak berkembang. Banyak 'pamali' nya. Hari ini br terjawab, dari paparan abah: aliran sunni itu 'malas' berfilsafat. Hehe.. Tabik! Riki Gana S

Laksana DedeS

Musa adalah nabi yang dipercaya mempunyai kelebihan dari nabi yang lain. Dapat berbicara langsung dengan Tuhan. Nabi-nabi yang lain, termasuk Nabi Muhammad hanya bisa berkomunikasi dengan tuhan melalui perantaraan malaikat. Bisa disimpulkan Musa adalah manusia yang paling faham bagaimana Tuhan itu. Dikisahkan Musa berpapasan dengan seorang budak. Budak itu sedang berdoa: "Ya Tuhan hamba ingin menjadi pembantu Mu. Kalau engkau haus hamba siapkan minuman, kalau engkau lapar hamba siapkan makanan. Kalau engkau pegal, hamba pijat Engkau.. " dan masih panjang si budak berdoa. Mendengar doa si budak, musa menegur budak itu. Dan menjelaskan tuhan tidak seperti majikan yang dia sangkakan. Setelah menegur budak itu. Tuhan menegur Musa. "tidak tahu kau Musa bahwa budak itu sedang bermesraan dengan Ku?" Dari kisah ini saya menyimpulkan, se sesat apa pun manusia dalam menyembah tuhan, Tuhan akan memaklumi. Dan se kokoh apa pun ilmu teologi, ilmu kalam, ilmu tauhid seseorang, pasti sangkaan dia terhadap tuhan itu salah / sesat. Karena Tuhan lebih dari apa yang manusia sangkakan. Sepandai apa pun ilmu agamanya atau bahkan nabi sekalipun..

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Achmad.. HUTANG TUHAN DAN MASA TENGGANG .. Tulisan Bapak nakal, tapi kena. Dunia memang sedang tegang. Nama seperti Donald Trump dan Iran terdengar seperti dua anak "besar" yang berebut korek api di gudang bensin. Lalu kita semua diminta percaya ini sekadar strategi. Gagasan “hutang Tuhan” menarik. Bukan soal angka, tapi soal waktu. Kita hidup dari pinjaman detik yang tak pernah kita tanda tangani. Ironisnya, manusia sibuk menghitung emas dan minyak, tapi lupa menghitung napas. Dua minggu “masa tenggang” itu terasa pas. Bukan karena diplomasi hebat, tapi karena manusia memang sering diberi jeda sebelum jatuh. Masalahnya klasik. Waktu tambahan dipakai bukan untuk sadar, tapi untuk menunda sadar. Sindiran soal kopi juga tidak salah. Dunia terlalu serius mengurus perang, terlalu malas mengurus damai. Seolah damai itu tidak seksi. Akhirnya, ini bukan soal Trump, Iran, atau Hormuz. Ini soal kita. Apakah waktu yang dipinjamkan mau dipakai untuk memperpanjang konflik, atau memperpendek kesombongan. Karena kalau tagihan itu benar datang, Tuhan tidak akan tanya strategi. Hanya tanya sederhana. Waktu yang diberi, dipakai untuk apa.

Achmad Kadarusman

Manusia: "Jadi 2 minggu ini adalah hutang waktu?" Filsuf: "Tepat. Trump bilang 'diundur 2 minggu'. Dalam filsafat hutang Tuhan, itu artinya kita dipinjami waktu tambahan. Masalahnya, politikus biasanya pakai waktu pinjaman itu untuk beli senjata baru, bukan untuk bayar hutang perdamaian. Kita ini ibarat orang yang dikasih perpanjangan jatuh tempo kartu kredit, bukannya tobat malah gesek kartu lagi buat beli rudal GBU-39." Manusia: "Terus apa solusinya?" Filsuf: "Solusinya? Ingatlah kutipan filsafat kopi pagi: 'Berperanglah secukupnya, ngopi-lah sebanyak-banyaknya.' Karena kalau kiamat benar-benar datang 2 minggu lagi, Tuhan tidak akan tanya berapa cadangan minyak di Hormuz, tapi Dia akan tanya: 'Sudahkah kamu menikmati hidup yang Aku pinjamkan tanpa harus saling meledakkan?'" Posisi kita sekarang: Kita sedang di fase Wait and See. Antara menunggu perdamaian di Islamabad atau menunggu cicilan takdir jatuh tempo.

Achmad Kadarusman

Mari kita tarik napas sejenak dari ketegangan Selat Hormuz dan manifesto siber. Di tengah situasi di mana Trump menahan tombol bom, Iran menahan aliran minyak, dan kita semua menahan napas, mari kita lihat dari sudut pandang "Filsafat Hutang Tuhan": Dialog di Gerbang Eksistensi: Manusia: "Tuhan, kondisi hari ini benar-benar gila. Trump menunda kiamat 2 minggu, Iran minta bayaran lewat Selat Hormuz, dan harga emas Antam naik sampai Rp2,9 juta. Sepertinya dunia sedang berhutang banyak pada takdir." Filsuf: "Sabar. Kamu harus paham, dalam kosmologi hutang, Tuhan itu adalah satu-satunya Kreditur yang tidak pernah menagih cicilan bunga, tapi kita sendiri yang sering merasa perlu membayar-Nya dengan drama." Manusia: "Maksudnya?" Filsuf: "Lihatlah Trump dan Iran. Mereka bertengkar soal siapa yang paling berkuasa di Bumi, padahal mereka berdua sedang 'ngutang' oksigen yang sama. Gencatan senjata 2 minggu itu sebenarnya bukan diplomasi Shehbaz Sharif, itu adalah Tuhan yang sedang memberikan 'Grace Period' (masa tenggang) karena Dia tahu manusia belum melunasi hutang syukur mereka." Manusia: "Tapi harga emas naik, harga minyak turun. Semuanya berantakan!" Filsuf: "Itulah lucunya. Di mata Tuhan, emas itu cuma logam yang kalian beri harga tinggi karena kalian takut miskin. Minyak itu cuma cairan purba yang kalian rebutkan karena kalian malas jalan kaki. Hutang terbesar kita pada Tuhan bukan dalam bentuk Dollar atau Bitcoin, tapi dalam bentuk Waktu."

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Bahtiar HS.. KEPUTUSAN TRUMP; BUKAN SOAL BERANI ATAU TAKUT.. Narasi Pak Bahtiar puitis. Mengalir. Tapi dalam teknis militer, Donald Trump tidak sedang kehilangan taring. Amerika masih sangat mampu melumpuhkan Iran. Cepat. Keras. Bahkan bisa membuat Iran lumpuh total. Masalahnya bukan mampu atau tidak. Tapi berapa "harga" yang harus dibayar. Perang modern itu full kalkulasi. Dingin. Detail. Tanpa romantisme. 1) Anggaran membengkak. 2) Publik sendiri mulai gelisah—gelombang “No King” bukan angin sepoi. 3) Sekutu di NATO juga tak selalu kompak. Ada yang ikut. Ada yang menahan diri. Lalu.. 4) Risiko balasan. Iran bukan Irak 2003. Pangkalan AS di kawasan bisa jadi sasaran. Negara tuan rumah ikut terseret. Api bisa melebar ke mana-mana. Dan yang paling sunyi: 5) Reputasi sejarah. Jika Iran dihantam habis hingga “kembali ke Zaman Batu”, nama Trump bisa berdampingan dengan Genghis Khan. Menang, tapi meninggalkan luka peradaban. Jadi ini bukan soal mundur. Ini soal menghitung. Ketika semua variabel dijumlahkan, hasilnya sederhana: tunda. Bukan lemah. Tapi memilih waktu.

Bahtiar HS

Dan inilah gambaran negara adidaya penuh kesombongan dg negara yg telah mengalahkannya. Spt Hormuzan ktk dibawa menghadap khalifah Umar bin Khattab r.a. Saat tiba di Madinah sbg tawanan, Hormuzan mengenakan jubah sutra bertahtakan berlian dan bermahkota emas. Pakaikan kebesaran bangawan Persia. Tp dia amat terkejut ketika mendpti khalifah Umar sedang tidur berbantal lengannya di atas pasir di masjid. Tanpa pengawal! Hormuzan berkata, "Inilah orang yg ditakuti selruh raja di bumi, namun hidup sesederhana ini." Namun Hormuzan tetap merasa terancam nyawanya. Ia lalu meminta air, mengaku haus. Saat menerima air, tangannya gemetar. Ia bertanya pd Umar, "Apa aku aman (tdk akan dibunuh) hingga selesai minum?" Umar menjawab, "Ya, kamu aman sampai selesai meminumnya." Dengar itu, Hormuzan menumpahkan air itu. Menolak minum. Lalu menagih janji Umar. Umar meski marah, tp menjwb, "Demi Allah, aku tdk akan melanggar janji." Justru krn itu, Hormuzan luluh. Ia pun masuk Islam di tempat itu tanpa dipaksa. Ia lalu jadi penasihat khalifah utk penaklukan Persia. Salah satu sarannya: "Persia itu spt burung. Kepala di Isfahan. Sayap di Azerbaizan dan Fars. Jk memotong salah satu sayapnya, ia msh bs terbang. Tp kalau potong kepalanya, ia akan jatuh. Sayap dan badannya." Mkn Trump nggak tahu saran Hormuzan ini. Sehingga keok. :))

Bahtiar HS

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia. (Q.S. Ali Imron: 140). Allah menegaskan roda kekuasaan berputar. Kadang menang, ada kalanya kalah. Jgn sombong pas di atas, jgn putus asa saat di bawah. Secara simbolis, kekuasaan adidaya abad ini runtuh di Ahvaz, prop Khuzestan, Iran. Menjelang detlen Trump 8 Apr 2026, warga Ahvaz berkumpul membentuk rantai manusia di Jembatan Putih (Pol-e-Sefid), jembatan gantung ikonik di atas sungai Karun Ahvaz. Mrk rela jadi tameng hidup serangan udara IsAm thd infrastruktur sipil spt terjadi di Karaj dll. Mrk melawan si Sinting Trump dg siap mati. Ktk Trump akhirnya menunda serangan 14 hari, ini adalah tanda keruntuhan adidaya itu (Am) dan naiknya peradaban baru (Iran). Ternyata Am tak sekuat yg dikira. Dia kuat krn punya sekutu. Bgt gak dibantu kali ini, ternyata lemah adanya. Bisanya gertak sambal doang. Bgt detlen, ia pilih gencatan senjata. Dan di Ahvaz jg gerbang masuk pasukan Muslim 14 abad lalu ke Persia. Di bawah Abu Musa al Asy'ari dll, mereka menyeberangi sungai Karun dan memaksa mundur Gubernur Hormuzan dan pasukannya ke Shushtar. Mrk lalu dikepung. Dan pasukan Muslim berhasil masuk kota melalui saluran air bwh tanah yg fenomenal. Hormuzan ditangkap dan dibw ke Madinah. Ia akhirnya masuk Islam dan menjadi penasihat penaklukan Persia hingga negeri adidaya itu runtuh. Kini dari Ahvaz, negeri adidaya abad ini jg runtuh. Bukan oleh tombak/pedang atau bom/rudal, tp oleh rantai manusia yg siap mati!

IKFR RSUA

Prof. Al Makin: "Itulah masalahnya. Trump itu teolog dadakan. Dia pikir Tuhan itu seperti merk hotelnya yang bisa dipasang franchise-nya di mana-mana. Dia lupa satu hal: kalau dia membom Iran sampai musnah, maka 'sumber asli' Tauhid-nya hilang. Terus dia mau klaim beriman kepada siapa? Kepada database kosong?" Dahlan Iskan: "Lalu bagaimana dengan tanggapan Iran? Mereka bilang Amerika itu 'murid nakal' yang baru belajar sejarah kemarin sore." Prof. Al Makin: "Nah, itu dia! Iran itu bangsa penyair dan filsuf. Mereka tidak akan takut dibom, mereka lebih takut kalau dunia jadi bodoh. Bagi mereka, serangan Amerika itu bukan ancaman militer, tapi 'penghinaan terhadap logika'. Mereka tertawa karena kreditor paling purba di dunia sedang ditagih oleh debitur yang baru kemarin sore punya negara." Dahlan Iskan: (Sambil membuka laptopnya, bersiap menulis catatan baru) "Jadi kesimpulannya apa, Prof? Perang 2026 ini perang apa namanya?" Prof. Al Makin: (Menatap langit sore) "Ini bukan perang suci (Holy War), Pak Dahlan. Ini namanya 'Perang Hak Cipta Teologis'. Masalahnya, mereka berebut siapa yang punya Tuhan, padahal Tuhan sendiri mungkin sedang geleng-geleng kepala melihat ciptaan-Nya berebut lisensi atas nama-Nya." Dahlan Iskan: "Wah, menarik. Saya judulnya: 'Tuhan yang Dipatenkan'. Pasti laku keras!" Prof. Al Makin: "Boleh saja, asal jangan masukkan saya ke daftar 'Nabi ke-601' ya, Pak. Saya masih mau hidup tenang sebagai peneliti saja."

IKFR RSUA

Berikut adalah dialog penutup antara Dahlan Iskan dan Prof. Al Makin sambil mereka "ngopi" santai, menonton siaran berita dunia yang kacau balau akibat perdebatan "Utang Tuhan" tersebut. Lokasi: Teras rumah Prof. Al Makin di Yogyakarta, sore hari yang tenang. Latar: Di televisi layar besar, terlihat headline berita internasional: "Trump Claims Intellectual Property Over Monotheism; Tehran Issues Historical Injunction." Dahlan Iskan: (Sambil menyeruput kopi kothok-nya) "Prof, lihat itu. Tulisan saya di Disway jadi kenyataan lebih cepat dari perkiraan. Trump benar-benar memakai argumen Anda soal 'Utang Tauhid' untuk melegitimasi serangannya ke Iran. Dia bilang itu 'pembayaran royalti' lewat rudal. Bagaimana perasaan Anda sebagai peneliti?" Prof. Al Makin: (Tertawa kecil sambil menggelengkan kepala) "Aduh, Pak Dahlan... itulah bahayanya kalau orang politik membaca buku filsafat setengah-setengah. Saya menulis 'Dari Athena Sampai Nusantara' itu supaya orang rendah hati karena peradaban itu saling menyambung. Bukan supaya orang pakai sejarah sebagai alasan untuk menagih utang pakai bom." Dahlan Iskan: "Tapi Trump ada benarnya juga secara bisnis, kan? Kalau konsep 'Tuhan Satu' itu dari Iran, berarti selama ini Amerika pakai 'lisensi' gratisan. Pete Hegseth, menterinya yang gagah itu, kelihatannya serius mau menutup 'defisit perdagangan' spiritual ini."

Udin Salemo

kemaren ko Liam Then bilang kredit HELOC di amrik bunganya 6% - 8%. menurut inyong ini sangat membantu. andaikan kredit bank plat merah juga segitu dan syarat2 pinjam gak berbelit-belit saya akan ambil kredit itu. buka usaha rumah makan khusus kalio. menurut teman yang usaha rumah, makan rata-rata margin keuntungan adalah sebesar 10% -15% setelah dipotong biaya operasional. anggapalah rata2 margin keuntungan 12,5%, setelah bayar bunga kredit 8% masih ada cuan 4,5%. lha, kalau bunga kredit bank plat merah sampai 13,5% kerja keras banting tulang hanya menghasilkan cuan 1,5%. itu namanya kerja keras untuk membesarkan bank pemberi kredit. amsiong...

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 19

  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • alasroban
    alasroban
  • doni wj
    doni wj
  • DeniK
    DeniK
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Sugi
    Sugi
  • Edyanto
    Edyanto
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
    • Achmad Faisol
      Achmad Faisol
  • Kang Sabarikhlas
    Kang Sabarikhlas
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Prakarsa dj
      Prakarsa dj