BEI Targetkan 13 Emiten Baru Melantai hingga Juni 2026, Susun Kekuatan Ekonomi Lewat 'Raising Fund'
Aktivitas di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. -Bianca-
JAKARTA, DISWAY.ID– Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis aktivitas pasar modal di tanah air akan semakin bergairah menjelang pertengahan tahun 2026.
Menyusul keberhasilan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) PT BSA Logistics Indonesia Tbk, otoritas bursa kini tengah mengawal 13 calon emiten lainnya yang berada dalam antrean (pipeline) untuk segera melantai.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa ke-13 perusahaan tersebut diharapkan dapat merampungkan proses pencatatan saham paling lambat pada Juni 2026.
BACA JUGA:IPO Hari Ini! BSA Logistics (BSAL) Resmi Melantai di Bursa, Incar Dana Segar Rp302,4 Miliar
Hal ini sejalan dengan masa berlaku laporan keuangan yang menjadi basis valuasi penawaran umum mereka.
"Harapan kita memang pencatatannya sekitar bulan ini, maksimal Juni. Prosesnya sangat bergantung pada kecepatan masing-masing calon emiten dalam merespons tanggapan dari otoritas bursa," ujar Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Nyoman mengibaratkan proses evaluasi calon emiten layaknya interaksi antara mahasiswa dan dosen. Perusahaan yang rajin dan detail dalam memberikan tanggapan atas pertanyaan bursa akan memiliki jalur yang lebih cepat untuk mendapatkan izin efektif.
Seluruh perusahaan dalam antrean tersebut dinilai memiliki laporan keuangan yang potensial untuk menarik minat investor. Namun, BEI tetap menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi sebelum saham-saham tersebut dilepas ke publik.
"Kecepatan mereka merespons dokumen menentukan seberapa cepat proses *listing* dilakukan. Yang penting adalah bagaimana dana yang dihimpun nanti benar-benar digunakan untuk ekspansi operasional," tambahnya.
BACA JUGA:BPKH Telah Transfer 70,95 Persen Dana BPIH 2026, Likuiditas Tetap Terjaga
Meskipun tidak merinci sektor-sektor perusahaan yang sedang mengantre, Nyoman menegaskan bahwa BEI berkomitmen memperlakukan seluruh instrumen pasar modal secara adil.
Fokus utama bursa adalah memfasilitasi dunia usaha untuk mendapatkan pendanaan (raising fund) yang kredibel guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Pendanaan dari instrumen saham adalah kekuatan ekonomi kita untuk melakukan *boosting* pada pertumbuhan perusahaan. Ketika dunia usaha mendapatkan dana untuk ekspansi, roda perekonomian akan bergulir lebih kencang," tegas Nyoman.
Sebagai informasi, PT BSA Logistics Indonesia Tbk baru saja resmi melantai pada hari ini dengan melepas 1,8 miliar saham baru di harga Rp168 per lembar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: