IHSG Ditutup Anjlok, Masih Nyaman di Zona Merah 1,61 Persen

IHSG Ditutup Anjlok, Masih Nyaman di Zona Merah 1,61 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah resmi ditutup dengan melaju di zona merah, atau dengan terkoreksi 1,61 persen ke level 7.022,29, Senin, 16 Maret 2026-Disway.id/Bianca Khairunnisa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah resmi ditutup dengan melaju di zona merah, atau dengan terkoreksi 1,61 persen ke level 7.022,29.

Angka ini sendiri melanjutkan pelemahan pada perdagangan Sesi I, yang ditutup dengan kembali terkoreksi hingga 105,41 poin, atau menurun 1,37 persen ke level 7.039,41, serta penutupan pada Sesi II, yang turut merosot 2,13 persen ke level 7.137.

BACA JUGA:Prediksi Tanggal Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah , BMKG, BRIN, Pemerintah dan NU, Sama atau Tidak?

BACA JUGA:Denada Ungkap Sosok Ayah Kandung Ressa, Pria yang Tega Menghamilinya Tanpa Mau Tanggung Jawab

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga mengakhiri perdagangan dengan terkoreksi sebanyak 14,61 poin, atau turun 2,01 persen ke posisi 713,72.

Sebelumnya, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk menilai bahwa dengan candle terakhir IHSG yang berbentuk bearish belt hold, di bawah MA5 dan MA20 serta indikator Stochastic dead cross pada area deep oversold, pergerakan IHSG memang diprediksi akan mengalami pelemahan.

"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7,071 dan resistance pada level 7,212 dengan kecenderungan melemah," tutur Priyambada kepada Disway, pada Senin. 

BACA JUGA:Tips Listrik Aman Tinggalkan Rumah Saat Mudik

BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Akan Bergabung dengan Aliansi Militer Mana Pun

Di sisi lain, dirinya sendiri juga menilai bahwa pelemahan yang menyelimuti pasar modal ini sendiri juga turut dipengaruhi oleh sentimen negatif dari para investor.

"Sentimen negatif disebabkan seiring ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan bersikap hawkish (ketat) akibat risiko inflasi energi global imbas terjadinya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran," ujar Priyambada.

Sementara itu berdasarkan data BCA Sekuritas, sebanyak 277 Saham mengalami kenaikan harga sedangkan 851 saham mengalami penurunan harga 199 saham tak mengalami perubahan harga dengan nilai transaksi Rp 15,6 triliun.

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya EMAS sebesar Rp 1.375 menjadi Rp 9.075 per lembar dan ARKO sebesar Rp 800 menjadi Rp 6.450 lembar serta ROCK sebesar Rp560 Menjadi Rp 2.820 per lembar.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya DSSA sebesar Rp 5.375 menjadi Rp 61.550 per lembar dan DCII sebesar Rp 3.275 menjadi Rp 197.525 serta MLPT sebesar Rp 2.050 menjadi Rp 15.800 per lembar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: