Golkar Nilai Ajakan Saiful Mujani 'Gulingkan' Prabowo Provokatif dan Berisiko Makar
Politisi Golkar, Firman Soebagyo menyebut pernyataan Pengamat politik senior, Saiful Mujani yang mengajak untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto berpotensi menimbulkan kontroversi dan kegaduhan di ruang publik. -Partai Golkar-
JAKARTA, DISWAY.ID– Pernyataan kontroversial pengamat politik senior, Saiful Mujani, yang mengajak publik untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto memicu reaksi keras dari kalangan parlemen.
Politisi senior Partai Golkar, Firman Soebagyo, menilai narasi tersebut bukan sekadar kritik, melainkan tindakan provokatif yang berpotensi menimbulkan kegaduhan nasional dan dapat ditafsirkan sebagai ajakan makar.
Reaksi ini muncul setelah potongan video pidato Saiful Mujani viral di media sosial. Dalam video tersebut, Saiful menyebut tidak ada lagi harapan perubahan dari dalam pemerintahan dan menyatakan bahwa "menjatuhkan Prabowo" adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan bangsa.
BACA JUGA:Mobil Dinas Pemprov DKI Keciduk Polisi di Puncak, Pramono: Sudah Ditegur, Tak Ada Toleransi!
"Sebagai tokoh publik dan figur senior di lembaga survei, setiap pernyataan harus disampaikan secara hati-hati. Pernyataan ini sangat provokatif dan berisiko ditafsirkan sebagai ajakan makar," ujar Firman kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Firman, yang juga menjabat sebagai Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang memiliki mekanisme ketat terkait pergantian kepemimpinan nasional.
Proses pemakzulan (impeachment) presiden tidak dapat dilakukan atas dasar opini atau konsolidasi massa semata, melainkan harus berpijak pada UUD 1945.
"Presiden hanya dapat dimakzulkan jika terbukti melakukan pelanggaran hukum berat. Itu pun harus melalui tahapan panjang di DPR, pembuktian di Mahkamah Konstitusi, hingga keputusan di MPR. Tidak bisa sembarangan," tegas Anggota Komisi IV DPR RI tersebut.
Terkait wacana pergantian kepemimpinan di tengah jalan, Firman menyatakan pandangan pesimisnya.
BACA JUGA:Pemerintah Hapuskan Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen
Menurutnya, mengganti presiden di luar jalur pemilu belum tentu membawa kondisi negara menjadi lebih baik. Sebaliknya, hal tersebut justru dapat merusak stabilitas politik dan ekonomi yang sedang dibangun.
Ia juga menyentil adanya spekulasi publik mengenai motif di balik pernyataan tajam Saiful Mujani.
Firman menyebut sebagian pihak mempertanyakan apakah narasi tersebut berkaitan dengan kepentingan tertentu atau upaya meningkatkan posisi tawar politik.
"Muncul pertanyaan di publik, apakah ada motif lain di balik ini? Ini yang menjadi catatan besar," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: