Pigai Sebut Kritik Feri Amsari Adalah HAM, Tapi Pernyataan Saiful Mujani Berpotensi Makar!

Pigai Sebut Kritik Feri Amsari Adalah HAM, Tapi Pernyataan Saiful Mujani Berpotensi Makar!

Menteri HAM Natalius Pigai sebut kritik Feri Amsari sesuai kaidah HAM, namun berbeda dengan Saiful Mujani yang sangat berpotensi makar-Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengeluarkan pernyataan terkait batas kebebasan berpendapat di Indonesia.

Pigai secara spesifik membandingkan narasi yang dibangun oleh sejumlah tokoh publik, yakni Feri Amsari, Ubaidillah Badrun, dan Saiful Mujani, dalam koridor hukum dan konstitusi.

BACA JUGA:Ada Jejak Digital Ibrahim Arief dan Nadiem di Kasus Chromebook, Pakar: Bisa Jadi 'Mens Rea'

Menurut Pigai, tidak semua pernyataan publik bisa berlindung di balik payung hak asasi manusia. Ia menegaskan adanya garis api yang memisahkan antara kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah dengan pernyataan yang bersifat menghasut atau memicu instabilitas nasional.

​"Kita harus objektif. Kritik Fer Amsari dan Ubaidillah Badrun terhadap kebijakan pemerintah itu murni HAM, dijamin konstitusi. Tapi pernyataan Saiful Mujani? Itu tidak serta merta dijamin, karena berpotensi menyebabkan instabilitas," tegas Pigai saat ditemui di Kementerian HAM, Senin 20 April 2025.

Lebih lanjut, Pigai menekankan bahwa kementeriannya sangat terbuka terhadap suara-suara sumbang selama objeknya adalah kebijakan publik.

BACA JUGA:Purbaya Tolak Mentah-Mentah Tawaran Utang IMF, Ini Langkah yang Dilakukan

Ia mempersilakan media atau aktivis untuk mengkritik habis-habisan program kerja pemerintah tanpa perlu merasa terancam.

​Namun, ia memberikan catatan merah bagi narasi yang berorientasi pada gerakan change regime atau upaya sistematis menggulingkan kekuasaan di luar jalur konstitusi.

​"Mau maki-maki kebijakan Kemenkumham setiap hari? Silakan, itu hak Anda. Tapi jangan mengeluarkan pernyataan yang menghasut untuk menciptakan bola liar di masyarakat. Jika orientasinya sudah mengganggu stabilitas, itu sudah masuk zona bahaya," pungkas Pigai.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: