JAKARTA, DISWAY.ID -- Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid meminta jemaah umrah untuk meninggalkan Arab Saudi maksimal tanggal 18 April 2026.
"Per tanggal 18 April, non-jemaah harus sudah keluar dari Arab Saudi. Karena jemaah mulai masuk 21 April," kata Abdul di Kompleks Parlemen, Rabu, 8 April 2026.
Abdul mengatakan, pihaknya telah mendatangi Arab Saudi untuk mengecek sejumlah aspek, mulai dari pemondokan, katering, hingga fasilitas di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armuzna), termasuk layanan bus selawat.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Pasca Amerika Setujui 10 Syarat Iran
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Jakarta Terkini Rabu, 8 April 2026: BMKG Prediksi Jaksel Diguyur Hujan Deras!
Namun, ia menilai persiapan di lapangan belum mencapai kondisi optimal.
“Persiapan ini memang kami lihat di situasi sana belum maksimal 100 persen,” jelasnya.
Dia pun meminta pihak penyedia layanan serta otoritas terkait di Arab Saudi untuk segera menyelesaikan pembangunan fasilitas tersebut.
Sebab, kata dia, saat ini kondisi di Arab Saudi cukup ketat, khususnya bagi warga nonjemaah haji.
"Ini ketat-ketatnya, sehingga di sana banyak razia, dan diharapkan untuk persiapan ini benar-benar syarikah menyiapkan tenaga untuk membangun Arafah, Mina, Muzdalifah," ungkapnya.
BACA JUGA:380 Lowongan Lulusan SMA di Bea Cukai Dibuka 2026, Menkeu Purbaya: Rekrutmen Mulai Bulan Depan
BACA JUGA:Dorong Sektor Pariwisata, DKI Jakarta Pangkas PBJT 20 Persen untuk Restoran dan Perhotelan
Dengan pengingat ini, jemaah umrah diharapkan mematuhi batas waktu keberangkatan agar tidak mengganggu arus masuk jemaah haji 2026