JAKARTA, DISWAY.ID - Setelah sempat berfluktuasi beberapa kali, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 8 April 2026 lalu telah ditutup melemah pada level 6,971.03 (-0.26 persen).
Pelemahan ini sendiri juga dipimpin oleh saham-saham sektor Industrials (-2.63 persen) dan Consumer Non-Cyclicals (-0.99 persen).
Menurut Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, pelemahan tersebut juga dipengaruhi oleh sentimen negatif dari pasar modal, atas antisipasi memanasnya perang di Timur Tengah.
BACA JUGA:IHSG Parkir di Zona Merah, Indeks LQ45 Terkoreksi 0,86 Persen pada Penutupan Selasa
"Sentimen negatif disebabkan oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah menjelang batas waktu yang ditetapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bagi Iran untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz," jelas Priyambada kepada Disway, pada 8 April 2026.
Di sisi lain, asing sendiri juga kedapatan membukukan net sell sebesar Rp 1.78 Triliun di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti: BMRI, BBRI, ANTM, CUAN, dan BUMI.
BACA JUGA:Dibuka Menguat, IHSG Akhiri Sesi I dengan Terpuruk 0,29 Persen
Selain itu secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, di bawah MA5, indikator Stochastic dead cross pada area deep oversold.
Sehingga dengan demikian, IHSG diperkirakan akan mengalami pelemahan.
"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6,917 dan resistance pada level 7,048 dengan kecenderungan melemah," ujar Priyambada.
BACA JUGA:IHSG Dibuka Melemah 0,66 Persen, Analis Prediksi Masih Tertekan
Rekomendasi Saham
Sementara itu, berikut adalah empat rekomendasi saham potensial rekomendasi para analis yang menarik untuk dipantau, yang terdiri dari :
Stock picks: MEDC, INKP, CPIN, MLPL
MEDC - Buy
▪︎ Harga mendekati MA5.