Terkuak Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Standar Perizinan Ditelusuri

Rabu 08-04-2026,13:22 WIB
Reporter : Dimas Rafi
Editor : Marieska Harya Virdhani

BEKASI, DISWAY.ID - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Anton menyebut kebakaran hebat yang terjadi di tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) karena adanya kelalaian.

Insiden tersebut terjadi karena adanya kebocoran dari salah satu mobil gas yang tengah mengisi elpiji.

Kebocoran tersebut lah yang menyulut percikan api sampai akhirnya menyebabkan kebakaran sampai sempat terjadi ledakan.

Kebakaran tersebut juga memakan dua korban jiwa sampai sejumlah tempat tinggal hingga usaha milik warga setempat.

BACA JUGA:DPRD Bekasi Evaluasi Kebakaran SPBE Cimuning yang Tewaskan 2 Orang, OPD Terkait Dipanggil

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan MustikaJaya, Kota Bekasi pada Rabu, 1 April 2026 sekira pukul 20.30 WIB.

"Emang karena kemarin kebocoran gas itu saking banyaknya kali ya," ucap Anton di Bekasi.

BACA JUGA:Update Kebakaran Hebat SPBE Cimuning, Camat Mustika Jaya: Dua Sekuriti Tewas Usai Sempat Dirawat

Lebih lanjut, Anton menjelaskan bahwa, pabrik tersebut sudah memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan.

Ia menduga, karena banyak kendaraan yang mengantri untuk pengisian membuat kejadian tersebut tak terelakan.

"Kemarin yang dari Dinas Tata Ruang (Distaru) sih ngomong itu sebenarnya perizinannya sudah memenuhi standarlah. Termasuk Damkar pun bilang hidran semuanya sudah memenuhi prosedur. Mungkin saking banyaknya kali ya, jadi tidak bisa dihindari gitu," jelasnya.

BACA JUGA:Insiden Ledakan SPBE, DPRD Bekasi Soroti K3 dan Bakal Panggil Disnaker

Selain itu, Anton juga akan melakukan pengecekan terkait surat perizinan resmi Ditjen Migas, ia akan melakukan penutupan secara permanen terhadap pabrik tersebut.

"Kita lihat nanti uji aspek dari pada sertifikat layak fungsinya dan SLO-nya (Sertifikat Layak Operasi) kita juga tinjau. Kalau ada bermasalah mungkin langsung kita tutup," tegas Anton.

Langkah tersebut diambil agar tidak terulang insiden serupa yang dapat menimpa masyarakat sekitar.

Kategori :