JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah bergerak cepat menghadapi lonjakan kasus campak dengan memperluas cakupan vaksinasi ke kelompok dewasa.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung memprioritaskan tenaga kesehatan (nakes) sebagai sasaran utama setelah izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) resmi diterbitkan.
BACA JUGA:OCBC Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, RUPST Setujui 9 Agenda Strategis
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L. Rizka Andalusia, mengatakan bahwa kebijakan ini menjadi langkah proteksi bagi garda terdepan layanan kesehatan yang berisiko tinggi terpapar.
“Situasi KLB (Kejadian Luar Biasa) membuat potensi penularan meningkat, terutama bagi nakes yang berinteraksi langsung dengan pasien,” ujar Rizka, di Jakarta, Rabu, 8 Maret 2026.
Berdasarkan data sebanyak 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi menjadi target awal.
BACA JUGA:Prabowo: Peresmian Pabrik Kendaraan Listrik VKTR Jadi Tonggak Industrialisasi Nasional
Tak hanya itu, 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang tengah menjalani program internship juga masuk dalam prioritas.
Secara keseluruhan, kebutuhan vaksin untuk kelompok dewasa ini diperkirakan mencapai 290 ribu dosis.
Kemenkes memastikan stok vaksin dalam kondisi aman. Hingga pekan ke-13 tahun 2026, ketersediaan vaksin MR nasional mencapai 9,8 juta dosis atau cukup untuk lebih dari lima bulan ke depan.
Distribusi dilakukan berbasis data melalui sistem SMILE yang terintegrasi dengan Satu Sehat Logistik, memungkinkan pemantauan stok secara real-time hingga tingkat puskesmas.
BACA JUGA:Roy Suryo Dukung JK Laporkan Rismon, Singgung Soal Video AI
Sementara itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa izin perluasan indikasi diberikan setelah melalui evaluasi ilmiah ketat.
Vaksin yang disetujui mencakup MR, MMR, serta vaksin campak tunggal dari sejumlah produsen global.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada imunisasi anak, tetapi juga memperluas perlindungan ke kelompok dewasa berisiko tinggi.