Drum Mesiu

Sabtu 11-04-2026,04:00 WIB
Oleh: Dahlan Iskan

Cheng Li-wun tidak mau Taiwan menjadi ''drum mesiu''. Cukuplah perang pecah di Ukraina dan Iran. Jangan merembet ke Taiwan. Maka wanita berumur 56 tahun ini ke Tiongkok. Posisinyi: ketua partai oposisi Taiwan: Partai Kuo Min Tang.

Di Tiongkok, Li-wun bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Tapi yang dia kunjungipertama adalah makam Sun Yat-sen di Nanjing. 

Di depan jenazah Sun Yat-sen itu mestinya Li-wun melapor: "Sejak tahun lalu saya terpilih menjadi ketua partai Kuo Min Tang".

Pendiri partai Kuo Min Tang memang Sun Yat-sen: 1894. Didirikannya di Honolulu, Hawaii, saat Yat-sen kuliah di sana. Tujuannya: menjadi gerakan untuk mengakhiri sistem kerajaan di Tiongkok untuk diganti dengan republik.

Di depan pendiri partainyi itu Li-wun tentu juga minta restu: agar di pilkada akhir tahun ini para calon kepala daerah dari partai Kuo Min Tang bisa menang di semua kota dan provinsi. Pun para caleg untuk DPRD di seluruh negara.

Sun Yat-sen meninggal di Beijing di usia yang masih muda: 58 tahun. Hampir sebaya dengan Li-wun yang mendatanginya ke musoliumnya di Nanjing. 

Sun Yat-sen meninggal karena kanker liver, tapi setelah diteliti lebih jauh, kanker itu bermula di empedu –lalu menjalar ke liver. Teknologi pengawetan jenazah dari Beijing menjamin Sun Yat-sen akan dalam keadaan masih seperti hidup selama 150 tahun setelah meninggalnya.

Mestinya di depan jenazah itu Li-wun juga minta restu: agar di Pilpres akan datang pemerintah Taiwan kembali dipegang KMT –setelah tiga periode berturut selalu dimenangkan Partai Demokrasi Progresif (DPP). Memang Li-wun belum resmi menyatakan pencalonan dirinya sebagai capres dari KMT tapi itu soal waktu saja.

Kebetulan presiden Taiwan sekarang ini, Lai Ching-te, tidak sepopuler pendahulunya: Tsai Ing-wen. 

Maka kunjungan Li-wun ke Tiongkok kali ini menjadi berita besar di Taiwan –mengalahkan berita perang di Iran. Momentumnya dianggap tepat: pilih perang atau damai. Li-wunsendiri menamakan kunjungannyi ke Tiongkok ini sebagai ''perjalanan damai''. 

Kata "damai" lebih disukai rakyat daripada kata "perang".

Selama Tsai Ing-wen jadi presiden suasana di Taiwan memang tegang. Upaya Ing-wen untuk kian menjauh dari Tiongkok memang kian nyata. Termasuk mengubah nama resmi Republic of China menjadi Republik Taiwan. 

Tiongkok sangat khawatir Taiwan merdeka. Maka kegiatan militer Tiongkok di selat Taiwan sangat meningkat –seperti mengarah ke pengambilalihan Taiwan secara militer. 

UUD Tiongkok memang menyebutkan Taiwan adalah salah satu provinsinya. Lalu amandemen UUD itu mengamanatkan lebih tegas: untuk mengembalikan Taiwan, kalau perlu dengan kekuatan senjata.

Maka begitu Amerika sangat sibuk mengerahkan kekuatan militernya ke Iran banyak yang waswas: jangan-jangan Tiongkok mengambil kesempatan itu untuk  merebut Taiwan secara paksa. Amerikalah satu-satunya harapan Taiwan untuk berlindung dari serangan Tiongkok.

Kekhawatiran itu ditangkap dengan baik oleh Li-wun. Dia justru ke Tiongkok. Menjalin perdamaian. Xi Jinping juga setuju dengan misi itu. 

Harapan Li-wun berikutnya tentu bisa memenangkan pilpres akan datang. Kini, meski oposisi, KMT sudah menguasai mayoritas parlemen. Juga sudah lebih banyak kepala daerah dari KMT daripada DPP. Tinggal selangkah lagi.

Sebagai mayoritas di parlemen KMT baru saja berhasil menolak rencana pemerintah untuk menaikkan anggaran pertahanan: untuk membeli tambahan senjata dan pesawat tempur dari Amerika.

Faktor lain yang menguntungkan Li-wun: kondisi Hongkong kini sudah stabil. Di masa Pilpres yang dimenangkan Ing-wen dulu kondisi Hongkong sangat tegang-tegangnya. Kelompok anti Tiongkok sangat vokal. Demo hampir tidak berhenti. Kesan yang munculkanoleh anti Tiongkok di Hongkong: Taiwan akan ditindas seperti Hongkong.

Rakyat Taiwan sendiri sebenarnya ingin apa?

Dari berbagai jajak pendapat selalu saja mengatakan: yang ingin merdeka sekitar 25 persen. Yang ingin menyatu dengan Tiongkok sekitar 10 persen. Baru 35 persen yang bersikap. Selebihnya: ingin seperti sekarang saja. 

Itu dianggap menguntungkan Li-wun: rakyat ingin damai. Begitu menyatakan merdeka pasti Tiongkok menjadikan Taiwan drum mesiu.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 10 April 2026: WFH Sarengat

Er Gham 2

Saat WFH, atasan kirim WA ke bawahannya. Mereka tinggal satu komplek di rumah dinas. Atasan: Saya tahu, kamu sekarang sedang tidak ada di rumah. Bawahan: Saya juga tahu kalo Bapak sekarang lagi diluar rumah. Atasan: Kok tahu? Bawahan: Istri Bapak yang kasih tahu. Atasan: Ya, saya juga tahu dari istri kamu.

Kang Sabarikhlas

" WFH SARENGAT " ??? anu,..Ini mestinya hak judul saya. Sebab th 2020 masih pandemi Covidsaya usul dan diminta teman² membuat grub WA, saya mau asal jadi admin tunggal. Lalu saya beri nama grup WFH (warta from home) sebab tujuan awal teman² bisa beri kabar kesehatan/perlu bantuan... Anggota makin banyak, tua & ½ tua. masalah juga makin banyak & rumit ada kehilangan pekerjaan, bahkan ada kehilangan makam bapaknya di pemakaman covid Keputih.., Alhamdulillah, saya bisa temukan, aku kok...he.he.he,... Kini, grub WA *WFH" sudah tentram maka saya sarankan teman² agar menulis apa yg dikerjakan sekarang atau rencana besok agar teman² bisa memantau/mengingatkan. Kemarin, ini tulisan saya di grub : "...hai Lansia salam sehat ya, ini besok saya mau ambil rapor sisipan cucuku, apa kalian juga?... dan anu ini malam jumat, saya akan SARENGAT (Sare Enak Semangat)" langsung saja banyak balasan WA, Dan MbokGaduh jenggkelinkomen ke WA istri saya :" Uti,.. hati² Anang itu kucing garong...wk.wk.wk". Istri baca senyum² lalu ngomel. Saya jawab "..sabar Dik, cuma ini cara amal kita mengisi kesepian teman² lansia, terutama yang janda atau duda sendirian, biar mereka ikut²an membalas cerita ataupun guyon"....... duh....

Runner

Atasan : “Saya perlu laporan ini cepat ringkas dan lengkap” Staf : “Baik Pak… cepat dan ringkas atau lengkap Pak” Atasan : “Semuanya !” Staf : “Saya perlu satu hal, Pak” Atasan : “Apa?, sebut saja” Staf : “Keajaiban, Pak”

Trifa Gustiyan

WFH bukan soal aplikasi atau Bandwidht. Melainkan negosiasi peran. Bangsa ini akan maju bukan karena aplikasi canggih. Tapi karena para ''atasan'' sudah selesai dengan egonya untuk mencuci bajunya sendiri tanpa merasa harga diri luntur bersama detergen. Indeks kebahagian nasional kita berbanding lurus dengan kemampuan suami membagi waktu antara Spreadsheet dengan penggorangan. Bandung hadir Abah.

Jo Neka

Teka-teki.Saya bukan atasan.Saya juga bukan bawahan.Saya ini apa?..Yang bisa menjawab.Serlok.Saya kirimi Rawon terenak. Saya ini Daleman. .Sekali² jahil plus Nackal..Maaf ya.

Muh Nursalim

Trump itu atasan. Puncak dari segala atasan. Tetapi hari ini dipaksa menjadi bawahan. Harus tunduk dg 10 tuntutan Iran. Juga harus bisa mengendalikan si nakal Israel. Kalo nda bisa. Rudal solusinya. Maka dia tu atasan yg tidak produktif. Mestinya pemberi mandat segera bertindak. Atasannya segera diganti. Biar jd daleman saja.

Aviv Setiawan

Tidak masalah,sepanjang bukan mencuci bawahannya atasan

Liáng - βιολί ζήτα

Telecommuting. Di negara-negara lain, terutama Amerika, Work From Home (WFH) itu sudah diterapkan ½ abad yang lalu koq..... Konsep Telecommuting dicetuskan oleh Jack Nilles, seorang Ahli Fisika dan Peneliti Amerika, pada tahun 1973. Tahun 1979, perusahaan computer IBM menguji-coba Konsep Telecommuting tersebut. Belakangan ini, terutama ketika pandemi COVID-19 dan setelahnya, Konsep Telecommuting diterapkan secara luas. Dan..... Konsep Telecommuting kemudian lebih populer dengan istilah Work From Home (WFH).

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

WFH: RABU ATAU JUMAT? Banyak yang khawatir WFH Jumat hanya akan menjadikan WFH menjadi long weekend. Kekhawatiran itu masuk akal. Jumat terlalu dekat dengan libur. Niat kerja bisa tergelincir ke rencana jalan. Karena itu muncul usul: pindah ke Rabu. Hari netral. Tidak punya aroma libur. Masih di tengah ritme kerja. Nafas masih panjang. Salah satu yang sudah melaksanakan WFH hari Rabu adalah Telkom Group. Pilihan yang menarik. Rabu itu seperti jeda. Bukan akhir. Bukan awal. Cocok untuk mengatur ulang fokus. WFH di Rabu memberi efek psikologis berbeda. Tidak ada dorongan “sedikit lagi libur”. Yang ada justru dorongan “masih banyak yang harus diselesaikan”. Produktivitas bisa lebih jujur. Namun hari tetap hanya variabel kecil. Masalah utamanya tetap sama. 1) Disiplin. 2) Sistem kontrol. Dan 3) Kejelasan target. Jumat bisa produktif kalau niat kuat. Rabu bisa gagal kalau niat longgar. Maka debat Rabu atau Jumat itu penting. Tapi tidak utama. Yang utama: apakah WFH itu kerja sungguhan. Atau hanya pindah lokasi alasan. Karena pada akhirnya, yang menentukan bukan harinya. Tapi manusianya.

Jo Neka

Lazareta iku sopo..Mas Dahlan?Apa mulai menurun daya ingat.Apa karena Liverpool kalah.Nih saya kasih ingat.Perusuh² pengirim joke² segar.Yang pertama tentu mba Fiona atau ko Mario Handoko.Yang kedua Opa Djoko L..Dan yang datang belakangan. Om Lagarenze..Begitulah seingat saya.Arau.mungkin Lazareta ada.Sebab awal berkomentar di Disway..Baru sembilan orang.Danhampir semua mereka telah pergi.Atau muncul dengan nama lain.Terima kasih.

mario handoko

selamat siang bp jo. suatu ketika. mas bolkin ke dokter untuk periksa. kenapa "adik" nya tidak bisa berdiri saat mau ihik ihik dengan istri. setelah diperiksa dokter. ternyata mas bolkin sehat walafiat. lantas dokter minta mas bolkin datang dgn istrinya. keesokan hari. mas bolkin dan istri periksa ke dokter. lalu dokter minta istri untuk lepas baju. dokter memeriksa, melihat dengan teliti. sambil menekan nekan beberapa bagian tubuh si istri. kemudian dokter berbisik ke mas bolkin. "anda sehat. tidak ada masalah apa2. tuh, 'adik' saya juga tidak berdiri setelah lihat istri anda."

Jo Neka

Nah. Ko Mario ..mulai mengeluarkan anu. ...Selera humor yang keren pak Dahlan..Hehehhe ..Walau humor yang saya paling ingat adalah..Sepasang suami istri di pagar berlistrik..

Johan

Kurang percaya dengan efektivitas dan efisiensi kerja secara WFH. Apalagi yg WFH itu para ASN. Kerja dari kantor saja mereka malas2an. Meskipun ada juga yg rajin. Digitalisasi perlu maksimalkan. Manfaatkan AI untuk pekerjaan yg bisa tergantikan. Stop merekrut ASN setiap tahun secara besar2an dan menafkahi mereka seumur hidup.

Warok Ponorogo

Menggelitik untuk menuliskan pengalaman pibadi sewaktu masih bekerja di starup IT di Bali. Berhubung bos mobilitas tinggi, antara Australia Jepang dan Bali maka karyawan melakukan aktivitas pekerjaan dengan menulisksn apa yg dikerjakan dalam satu pekan kedepan dalam aplikasi, seingat saya pakai "filemakerpro" dan diupload untuk semua divisi dan diketahui oleh bos. Bos berkewarganegaraan New Zeland dan melek banget tentang software dan SOP work from Anywhere. Darimanapun dan kapanpun bisa dipantau aktivitas karyawan sesuai deskripsi yang dituliskan, sampai timelinenya. Jadi WFH, WFO ataupun WFA tidak menjadi masalah kalau disepakati target yang akan dituju dan meritrokasi harus berjalan. Masalah terjadi, jika atasan bisa menempati posisi tersebut karena koneksi dan ordal dimana meritrokasi tidak berjalan dan karyawan yang tau kemampuan diri lebih tidak mendapatkan jenjang karier semestinya karena faktor ini. Untuk perusahaan swasta akan terjadi seleksi alam dengan sendirinya, untuk instansi pemerintah dan unit usaha negara masyarakat bisa menilai. "Hidup segan mati tak mau", untuk menggambarkan kinerja instansi pemerintah dan unit usaha negara ini.

Vikagora Prayogi

Menulis pekerjaan yang akan di kerjakan (Buat Rencana Kerja) dan Menuliskan apa yang sudah dikerjakan (Buat Laporan Realisasi pekerjaan) Mungkin di perusahaan swasta masih bisa efektif karena selalu ada saja delegasi tugas dari pimpinan. Kalau ASN disuruh WFH, nah ini yang susah, dikantor aja bingung mau ngapain datang untuk absen dan pulang nunggu absen, tapi ini tidak berlaku untuk semua. Pimpinan sebenarnya sibuk wara wiri rapat sana rapat sini, yang sibuk paling satu dua orang yang bertugas menyiapkan bahan rapat dan buat laporan rapat untuk di tayangkan di media (PPID) Apalagi di bulan bulan awal tahun, apalagi ada kekosongan jabatan cuman di isi Pltyang serba terbatas kewenangan. Sibuk hanya pada saat perencanaan, yang merencanakan juga bukan ASN sudah ada pihak ke 3, pas lagi masa pelaksanaan dan pengawasan juga bukan ASN langsung tapi sudah ada pihak rekanan yang dilapangan. Sebenarnya ASN itu ngapain sih? Sering dilihat nongkrong2 aja, gaji tiap bulan aman, perlu manajemen yang tingkat Hakekat untuk melakukan pembenahan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

WFH, WFO DAN WFA.. Tiga singkatan. Tiga gaya hidup baru. 1) WFH: Work From Home. Bekerja dari rumah. Dekat keluarga. Jauh dari atasan. Tapi sering justru dekat dengan cucian. 2) WFO: Work From Office. Ini klasik. Pergi pagi. Pulang sore. Terjebak macet. Tapi terlihat “bekerja”. Kadang yang penting hadir. Bukan hasil. 3) WFA: Work From Anywhere. Ini paling modern. Bekerja dari mana saja. Dari kafe. Dari bandara. Bahkan dari tempat yang sinyalnya kadang lebih jujur dari niat kerja. ### SECARA konsep, ketiganya sama. Kerja. Titik. Bukan lokasi yang menentukan. Tapi disiplin. Dan kejujuran pada diri sendiri. Itu yang sulit di-download. Dengan catatan: 1) WFH rawan jadi Work From Hape. 2) WFO bisa berubah jadi Wait For Order. 3) WFA kadang jadi Work For Alasan. Semua tergantung manusianya. Maka benar kata Pak Dahlan. Yang penting bukan di mana bekerja. Tapi: 1) Apa yang dikerjakan. Dan 2) Apakah itu benar-benar dikerjakan. Sisanya hanya soal tempat. Dan sedikit soal godaan. 1) Di rumah ada kasur. Di kantor ada gosip. Di mana saja… ada alasan.

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Setelah membaca artikel tentang wfh ini, saya berkesimpulan bahwa," pekerjaan yg terbaik untuk memulai adalah memulai"

Bahtiar HS

Sekarang saja orang sudah pada paham bagaimana bekerja di rumah atau WFH (Work From Home). Saya sudah sejak 2013 bekerja dari rumah. Kantor di Jakarta. Saya kerja dari rumah di Surabaya. Sebulan hanya perlu 3 hari di Jakarta untuk meeting. Sekarang org tidak lagi bertanya2, kerja apaankok di rumah saja. Beda dengan dulu. Sejak kerja dari rumah, sy tentu sering berada di rumah. Bagi laki2, sering di rumah ini konotasinya masyarakat ssbg org nggak punya kerjaan. Alias NFH --minjamistilah Pak @Juve Zhang. Nganggur From Home. Bahkan anak2 saya punya jwban beragam ketika ditanya gurunya di sekolah: ayahmu kerja apa? Mereka ada yg jawab: kerja online, kerja facebook, kerja concal, kerja di depan laptop, kerja remote. Sangat tidak prestise blas. Bandingkan dg Project Manager, Senior Programmer, Subject Matter Expert, Senior IT Consultant, ERP Business Consultant. Keren banget. Tp apa yg disampaikan Abah benar. Kerja WFH berarti ya termasuk nyuci, masak, antar-jemput sekolah anak2, antar isteri, mbenakno genteng bocor atau mesin cuci macet, ngresiki kipas angin. Belum lagi pas isteri minta dipijatin. Sebutannya keren: WFH. Kerjaannya: lebih keren lagi. Bahkan ketika perush buat kantor cabang di perkantoran bilangan TP, lantai 19, tidak efektif. Kami sekitaran Surabaya hrs ngantor 3 hari seminggu. Kantornya keren banget. Awal2 pada datang. Akhirnya mrotholi. 3 jam habis di jalan buat PP. Makan siang mahal. Kerjaan sama saja bisa diremote. Krn itu, skrg kantor itu ditutup wkwkwk.

Bahtiar HS

Jika kamu menulis apa yg mau dikerjakan, lalu mengerjakan apa yg ditulis, itulah Sarengat. Jika kamu menulis apa yg mau dikerjakan, lalu merenungkan apa yg ditulis, itulah Tarekat. Jika kamu menulis apa yg mau dikerjakan, tapi tidak merasa sedang menulis, itulah Hakikat. Dan jika kamu menulis apa yg mau dikerjakan, tp tidak merasakan apa-apa kecuali DIA, itulah Makrifat.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

@pak Bahtiar HS.. SARENGAT MENUJU MAKRIFAT.. 1) Bapak hebat. Cerdas. Kreatif. Merangkai konsep manajemen jadi "tangga spiritual". Dari kerja harian naik ke kesadaran ilahi. Itu tidak mudah. 2) Analogi Sarengat, Tarekat, Hakikat, Makrifat terasa pas. Membumi tapi dalam. Dari sekadar menulis dan bekerja, lalu naik ke merenung, lalu menjadi otomatis, hingga akhirnya lebur. Ini bukan sekadar permainan kata. Ini pemetaan jiwa bekerja. 3) Saya menangkap pesan penting. Produktivitas itu bukan hanya soal output. Tapi perjalanan batin. A) Orang yang baru “sarengat” masih butuh disiplin luar. B) Yang “tarekat” mulai berdialog dengan diri. C) Yang “hakikat” sudah menyatu dengan kerja. D) Dan “makrifat”… bekerja tanpa merasa bekerja.

Juve Zhang

Mencuci piring itu biasa bagi boss perusahaan besar pun jika makan bersama....bos saya juga cuci piring sendiri ketika makan di bersama anak buah....beda dengan cuci baju...dalam zaman sekarang gak umum cuci baju sendiri....anda pergi saja k berbagai laundry self service cukup pijit tombol maka baju anda dicuci setelah itu pindah pijit tombol pengering maka otomatis baju bersih dan kering ....boleh minta jasa setrika bayar lagi ... jika cukup kering ya sudah bayar super murah....mesin ini sudah mewabah disini diadopsi dari Malaysia yg sudah lama mewabah disana....nama nya Dhobykalau di SG dan Malaysia bukan Laundry....konon ada sejarah nama Dhoby itu nama India.... mungkin perintis sistem cuci mandiri.... sekarang di kampung saya sudah ada jasa cuci mandiri alaDhoby....di kota lebih banyak lagi jasa Dhoby ala Malaysia.....jika kampung anda masih belum ada....boleh coba bisnis Dhoby ini dijamin laris manis....tarif super murah....jika tanpa strika....peluang Bisnis bagi NFH Nganggur From Home.....sila di lanjut sendiri....

Sadewa 19

Sejak diberlakukannya WFH, kantor saya jadi lebih bisa berhemat. Sebelumnya sewa lantai kantor sampai puluhan lantai, kini tersisa hanya beberapa lantai. Sewa kantor biasanya menggunakan rate USD, terutama untuk daerah premium. Bayangkan berapa banyak biaya sewa yg bisa di potong. WFH jg bisa lebih produktif. Karyawan yg tinggal di Bogor misalnya, sudah bisa kirim email dan follow up kerjaan dari jam 7 pagi. Bandingkan jika harus ke kantor di jakarta. Sampai kantor jam 9 siang, sarapan dulu, ngopi2, akhirnya baru bisa kerja sekitar jam 10 siang. Saya jadi ingat pernah ke salah satu departemen dibilangan FX. Waktu itu ada meeting ketemu pejabat ASN disana. Tiba tiba ada seorang pejabat yg baru datang jam 11:00. Pejabat itu lalu bilang ke staff nya, "good morning team...". Saya membatin, enak juga jadi ASN, Jam 11 masih "morning". Kalau di kami jam 9 itu udah"kesiangan". WFH tetap produktif jika integritas sudah ada sejak awal.

Denny Herbert

Pagi tadi di kanal DI's Way bersama narasumber Tofan Mahdi, seorang jurnalis yang pernah mengunjungi Israel dan Palestina. Berikut adalah ringkasan mengenai keberadaan umat Muslim di Israel, pejuang Kristen di Palestina, serta fakta-fakta menarik lainnya: ​1. Umat Muslim di Israel (Warga Arab-Israel) ​Populasi & Status: Sekitar 20% penduduk negara Israel adalah beragama Islam. Mereka adalah keturunan Arab-Palestina yang tetap tinggal di wilayah tersebut sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948. ​Kota Mayoritas Muslim: Narasumber menceritakan kunjungannya ke Abu Ghosh, sebuah kota kecil di Israel yang 95% penduduknya adalah Muslim Arab. ​Kehidupan Sehari-hari: Di kota seperti Abu Ghosh, suasana terasa seperti di negara Arab. Papan jalan menggunakan bahasa Ibrani dan Arab, suara azan tetap terdengar, dan terdapat tokoh masyarakat Muslim yang menjadi ketua dewan kota. ​Fakta Menarik Hari Sabat: Saat hari Sabtu (Sabat), ketika kota-kota Yahudi tutup, anak-anak muda Israel justru banyak yang pergi ke kota Muslim seperti Abu Ghosh untuk nongkrong di kafe dan makan. ​2. Pejuang Kristen di Palestina ​Propulasi Kristen: Di wilayah Palestina, sekitar 20% penduduknya beragama Kristen. ​Keterlibatan dalam Perjuangan: Narasumber meluruskan persepsi publik di Indonesia bahwa konflik ini bukan sekadar urusan agama Islam vs Yahudi. Di Palestina, banyak pejuang anti-Israel yang berasal dari kelompok Kristen juga.

Tao Lie

Wah ternyata ilmunya sama, saya juga kalau cuci baju pas waktu mandi, karena kerja sering tinggal di luar daerah. Jadi gak jadi beban setiap akhir pekan baru cuci baju. Karena sudah terbiasa, di rumah pun melakukan hal yang sama. Sekalian meringankan beban nyonya.

Agus Triyanto

Abah pasti lebih tahu Bahwa 'kredo' dari tulis yang apa yang anda kerjakan dan kerjakan yang andatulis berasal dari sistem manajemen kualitas (QMS) standar ISO 9001 seri 1994. ISO sendiri adalah International Organization for Standarization yang mengeluarkan ratusan standar internasional Seri ISO 9001 sudah di update agar relevan yaitu - Seri 1994, yang salah satunya dasarnya yang disebutkan diatas, dengan ruhnya adalah complaince (kepatuhan) - Seri 2008, yang ruhnya adalah PDCA (Plan, do, check, Action) dan Continuous Improvemen - Seri 2015, yang ruhnya ke risk based thinking dan leadership - Seri 2026 yang mau keluar, dengan ruhnya di ketahanan bisnis, budaya mutu dan adaptasi. ????????

Muhammed Khurmen

"Apalagi istri saya suka masak, sehingga saya tidak perlu masak.." Namun demikian jangan mematikan kompor ketika istri anda sedang memasak. (Apakah saya sudah mirip pak Bahlul)

Ahmed Nurjubaedi

Bagi pekerja swasta murni, WFH atau WFO tidak ada bedanya dalam hal target pekerjaan. Yg semi-swasta macam BUMN, manajemen semi-sarengat juga masih mungkin dilakukan. Yang PNS? Rasanya tidak akan bisa berlaku. Baik yg sarengat, semi-sarengat, apatah lagi makrifat. Abah Sudah Tahu. Gaya dan cara hidup PNS adalah kelanjutan gaya dan cara hidup kaum priyayi sejak sebelum Masehi. Nglaras menikmati waktu yang diciptakan senggang-nya. Slow living, begitu. Bangun tidur saat fajar menyingsing. Lalu jalan-jalan sekitar 30 menit. Sambil menyapa para tetangga. Lalu sarapan sego pecel. Lalu nyruput kopi. Lalu mandi. Lalu nyeruput kopi lagi. Lalu berangkat kerja jam 6:30. Sampai di kantor, menyapa semua orang. Meletakkan tas kerja. Ke pantri bikin kopi. Balik ke meja kerja sambil bawa kopi. Buka komputer. Nyeruput kopi. Memeriksa file kerja 15 menit. Nyeruputkopi. Main game 60 menit. Nyeruput kopi. Ke kantin beli gorengan. Balik ke meja kerja. Periksa komputer. Mengerjakan tugas 1 jam. Melirik rekan kerja. Bisik-bisik nggosip. Sambil mencomot gorengan. Nyeruput kopi. Tahu-tahu jam 12. Istirahat. Ke musholla sholat Dzuhur. Ke kantin makan siang. Sambil membahas pertandingan Liverpool yang kalahan terus. Jam 1 balik ke meja kerja. Mengerjakan tugas di laptop 1 jam. Mata terasa ngantuk. Ke pantri bikin kopi. Ke meja kerja lagi. Bisik-bisik nggosipin kepala kantor yang kayaknya lagi pedekate dengan sekretaris baru yg masih kinyis-kinyis. Tahu2 jam 4. Waktunya pulang.

Jokosp Sp

"Istri saya suka masak, dan sangat enak masakannya. Sebaliknya saya tidak suka masak, jadi cukuplah istri saja yang masak". Ini ilmu ngeles para bapak menghindari disuruh ini itu sama istrinya ketika di rumah. Apa bilangnya: Maaf ma......, saya ada pertemuan dengan sumber berita, boss besar eksportir mie instan dan kopi kapal api. Besok: maaf ma......, pagi ini harus mruput ke Kediri mau maesong kawan boss Djarum. Besoknya: Maaf ma......, ada pertemuan para importir barang dari China di Jakarta. Mungkin bisa tiga hari ndak pulang, mau sekalian keliling dan cari peluang pasar. Maka istri di rumah sudah hafal sekali dengan kata "maaf......." dari suaminya. Dan istripun sudah siap siaga tiap harinya: itu sudah mama siapkan singkong rebus di plastik kresek, jangan lupa dibawa.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

WFH: ATASAN DAN BAWAHAN, SAMA-SAMA DIKEJAR JEMURAN? WFH itu membongkar rahasia terbesar dunia kerja. Bahwa jabatan tertinggi bisa kalah oleh tumpukan cucian. Di kantor, perintah jelas. Di rumah, perintah lebih jelas. Dan biasanya datang dari arah dapur. Saya membayangkan aplikasi yang disarankan. Semua orang menulis rencana kerja. Lalu sore hari menulis realisasi. Masalahnya bukan di aplikasi. Masalahnya di keberanian mengisi kolom “apa yang benar-benar dikerjakan”. Karena di hari Jumat, pekerjaan paling konsisten justru bukan Excel. Tapi mesin cuci. Ia berputar tanpa rapat. Tanpa notulen. Tanpa alasan “menunggu arahan”. Humor soal atasan nyuci itu bukan sekadar lucu. Itu laporan kinerja paling jujur. Tidak bisa dimanipulasi. Tidak bisa di-spin. Busa tidak bisa berbohong. Maka WFH akan viral bukan karena kebijakannya. Tapi karena kejujurannya. Semua orang tiba-tiba terlihat apa adanya. Termasuk atasan. Dan mungkin, untuk pertama kalinya, bawahan merasa setara. Sama-sama dikejar deadline. Bedanya, yang satu dikejar laporan. Yang satu lagi… dikejar jemuran.

Sugi

ampun Bah. level sarengat pun tidak banyak orang bisa melakukan. dulu saya rajin sekali di level sarengat untuk mencontohi anak buah, yang memang agak mbalelo. tapi sekarang sudah tidak lagi seperti itu, selain memang sudah pindah bidang kerja dan mau langsung action aja, juga untuk menghemat kertas dan tinta. saya ingin terus bisa berlatih seperti Abah dan lainnya, biar otomatis bisa terjadwal di kepala, meski lebih susah. karena terkadang catatan berupa kertas tidak selalu bisa ikut kemana2. saya takut terlalu tergantung sama kertas. kalo diingatan kan lebih bisa fleksibel, hehe. dan yang terpenting: tetap produktivitas. salam jumat berkah untuk semuanya. selamat beraktivitas dan semoga hari ini lancar.

Achmad Faisol

Mendikdasmen: Nilai Matematika TKA SMP 2026 Hampir Sama dengan SMA 2025 Kompas.com, 9 April 2026, 18:29 WIB Menurut Mu'ti selama ini Matematika masih menjadi momok bagi siswa oleh karena itu perlu adanya penanaman pemahaman bahwa matematika adalah pelajaran yang menyenangkan. ####### berapa rata-rata nilai tka matematika sma 2025...? 37,03... pak menteri, tanyalah siswa sekolah negeri bagaimana proses belajar-mengajar di kelas... jangan ke sekolah swasta yang mahal... guru jangan banyak dibebani hal administratif... zaman saya sekolah, guru full menerangkan... murid itu harus diterangkan oleh yang paham supaya cepat memahami... guru adalah katalisator... entah sejak kapan guru kok sedikit nerangin... sekolah isinya tugas dan pr... juga, guru harus ngikuti buku supaya murid juga bisa belajar dulu di rumah sebelum diajarkan... entah mengapa kok sebagian guru ga ngikuti buku... apa bukunya sudah kadaluwarsa...? jika ya, segera ganti dong... jangan gembar-gembor sekolah gratis... jujur saja, sekolah ga gratis sebagian... beranikan pemerintah jujur...? ingat, berani jujur itu hebat... karena ga ngikuti buku, guru bikin slide, itu pun ga ada catatan di bawah slide kalau PPT... murid hanya tahu slide saat pelajaran... bagaimana murid mau bertanya lebih dalam dan lebih kritis ketika di kelas...?

djokoLodang

-o-- WFH KDR *) mengapa harus pakai bahasa Inggris? daripada WFH, mending KDR --Kerja Di Rumah --0-

Kategori :