Berkat Sekolah Rakyat, Kisah Julio Selamat dari Pergaulan Bebas dan Kembali Raih Masa Depan

Senin 13-04-2026,10:04 WIB
Reporter : Hariri
Editor : Subroto Dwi Nugroho

SURAKARTA, DISWAY.ID -- Takdir Julio sebagai anak yatim tidak membuatnya minder.

Berkat doa dan dukungan dari sang nenek, ia bisa meraih kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.

Julio dan neneknya, Welas (74) selama ini tinggal di rumah sederhana di Kampung Kedung Tungkul, Surakarta, Jawa Tengah. 

BACA JUGA:TKA Inklusif di Bandung, Siswa ABK dan Paket B Ikuti Ujian dengan Fasilitas Ramah Disabilitas

BACA JUGA:BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Aceh, Berpotensi hingga 20 April

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sang cucu, Welas berjualan sayur keliling.

Namun, satu hal yang tak pernah pudar adalah harapannya agar sang cucu, Julio, memiliki masa depan yang lebih baik.

Bagi Kementerian Sosial, kisah Julio bukan sekadar angka dalam data kemiskinan atau potret anak putus sekolah.

Ia adalah wajah nyata dari anak-anak yang membutuhkan uluran negara untuk kembali menemukan arah hidup.

Sejak kehilangan ayahnya di usia satu tahun, Julio tumbuh dalam keterbatasan bersama sang nenek.

Tanpa pendampingan yang memadai, ia sempat terjerumus dalam pergaulan yang salah.

BACA JUGA:Bahas LKPJ 2025, Komisi IV DPRD Jabar Ingatkan Soal PJU dan Pemeliharaan Jalan

BACA JUGA:Sekongkol dengan Pengawas, Tiga Karyawan PT Nikomas Gemilang Gasak Sepatu Adidas, Perusahaan Rugi Puluhan Juta

Hari-harinya diwarnai kenakalan remaja, dari lempar batu hingga membawa senjata tajam.

Ia pun putus sekolah di bangku kelas 3 SD.

Kategori :