BEKASI, DISWAY.ID - Hati-hati bagi warga Kota Bekasi, jangan sampai menjadi korban penipuan kuota haji.
Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi mencatat sebanyak sekitar 20 jemaah menerima penipuan terhadap kuota pemberangkatan haji.
Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi, sejumlah korban sebagian besar dilaporkan dimintai Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk mengetahui penambahan kuota jemaah haji pada Sabtu, 11 April 2026.
BACA JUGA:Wacana War Tiket Haji, Anggota DPR Tekankan Harus Berbasis Keadilan
"Kurang lebih 20 orang masyarakat kota Bekasi yang konfirmasi ke kami. Mereka mendapatkan informasi ditelepon dari orang yang tidak dikenal. Dan mereka meminta rata-rata hampir semuanya meminta untuk update KTP elektronik dan mengirimkan link," jelas Fauzi di Bekasi pada Senin, 13 April 2026.
Meskipun seluruh korban sempat dihubungi, namun tidak ada satupun dari mereka yang terbujuk rayuan pelaku.
Melihat kejadian tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi segera menggelar sosialisasi terhadap masyarakat Kota Bekasi untuk tidak percaya dengan modus tersebut.
BACA JUGA:Wamenhaj Imbau Laporkan Oknum yang Naikkan Biaya Haji, Wacana War Tiket Terus Dikaji
"Kami sosialisasikan melalui media sosial, juga media cetak dan media online, bahwa himbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya Kota Bekasi kalau menerima telepon dari orang yang tidak dikenal yang menjanjikan percepatan haji ataupun apapun itu agar tidak menjadi korban penipuan," terang dia.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengirimkan data pribadi, terutama melalui tautan yang dikirimkan oleh pihak yang tidak dikenal.
BACA JUGA:Wamenhaj Imbau Laporkan Oknum yang Naikkan Biaya Haji, Wacana War Tiket Terus Dikaji
Menurutnya, masyarakat sebaiknya langsung mendatangi kantor resmi untuk memastikan informasi terkait layanan haji.
"Kalau mendapatkan informasi apa pun terkait haji, sebaiknya langsung datang ke kantor resmi. Jangan mudah percaya dengan informasi dari telepon yang tidak dikenal," pungkasnya.