JAKARTA, DISWAY.ID - Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengajak para mahasiswa dan anak muda lainnya untuk melek literasi keuangan khususnya di era digital saat ini.
Salah satu produknya seperti investasi crypto.
PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas berbagai inisiatif kegiatan yang bersifat edukasi dan literasi.
Pintu Goes to Campus bertajuk Financial Literacy di Bale Sawala, Universitas Padjajaran (Unpad) Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, dihadiri Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Djoko Kurnijanto, Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Provinsi Jawa Barat Melati Usman, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad Prof. Dian Masyita S.E., M.T., Ph.D, Wakil Pemimpin Redaksi Investortrust.id Abdul Aziz, SVP Strategy & Business PINTU Andy Putra, dan Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin.
BACA JUGA:Jalur Mandiri Unpad 2026 Resmi Dibuka, Cek Kuota dan Jadwal Lengkapnya di Sini
Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr.,Sp.M(K).,M.Kes.,Ph.D, Rektor Unpad, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa.
Memang kelihatannya mengenai literasi keuangan, kata dia, bahkan sekarang literasi crypto dan juga investasi, ini merupakan hal yang sangat penting yang harus kita pahami bersama.
"Karena kita tahu sekarang begitu banyaknya produk keuangan, begitu banyaknya masalah-masalah keuangan yang kalau kita tidak pelajari secara baik, kalau kita tidak kenal, maka ini akan menyebabkan hal-hal yang menjadi permasalahan di masa yang akan datang, Oleh karenanya, saya berterima kasih kepada OJK, kepada Pintu, Investortrust dan seterusnya, untuk bisa memberikan sharing mengenai hal tersebut kepada kita semua di Unpad. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi hal yang bermanfaat untuk kita mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ucap Rektor.
Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto turut memberikan imbauan kepada mahasiswa tentang literasi keuangan.
BACA JUGA:Biaya Kuliah UKT Unpad 2026 Jalur SNBP dan SNBT, Jurusan Kedokteran Termahal Rp24 Juta
“Jadi kita menemui dua kondisi ya. Di satu sisi memang investasi atau masalah financial literacy ini satu masalah tersendiri. Namun ketika didalami, ada tantangan lagi terkait dengan aset crypto di mana masih terjadi gap antara literasi dengan inklusi. Inilah yang kemudian membuat kami terus melakukan langkah-langkah bagaimana caranya supaya masyarakat yang melakukan investasi crypto ini tidak sekadar ikut-ikutan. Filosofi investasi yang ada di OJK itu masih sangat relevan dengan yang ada di crypto, yaitu perhatikan 2L, Legal dan Logis. Pastikan daftar aset keuangan digitalnya itu legal dan pastikan bertransaksi dengan exchange atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berlisensi dan diawasi oleh OJK dan pastikan logis jangan mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan pasti,” ucapnya.
Timothius Martin, CMO PINTU menyoroti masa depan adopsi crypto.
Dari sisi adopsi secara global itu ada sekitar 700 juta orang yang sudah trading atau investasi crypto.
Sekitar 1 banding 15. Artinya dari setiap 15 orang di dunia satu orang sudah pernah trading atau investasi crypto. Di Indonesia saat ini angka adopsi sekitar 21 juta orang, lebih besar dari investor saham.
BACA JUGA:Cerita Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP Kuliah Unpad, Jurusan Sejarah Hingga Ilmu Ekonomi