Dia pun memberikan pesan kepada kementerian terkait agar memprioritaskan kelancaran pelaksanaan ibadah haji terlebih dahulu.
“Saya kira, mari kita konsentrasi dulu pada pelaksanaan ibadah haji. Apalagi ini perdana bagi Kementerian Haji. Fokus dulu agar pelaksanaan haji berjalan baik dan sukses, wacana itu jangan sampai mengganggu persiapan yang sudah dekat ini,” pungkasnya.
BACA JUGA:Komisi V DPR Apresiasi Pemerintah Tanggung Kenaikan Biaya Penerbangan Haji 2026
Di bagian lain, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengisyaratkan bahwa war ticket hanyalah satu dari sekian wacana transformasi jangka panjang.
Ia memastikan sistem ini tidak akan diberlakukan untuk musim haji tahun ini.
Dahnil menjelaskan bahwa gagasan tersebut muncul sebagai respons atas perintah Presiden untuk mencari solusi inovatif dalam memangkas masa tunggu haji yang kini mencapai rata-rata 26 tahun.
"Itu adalah cara kita berpikir untuk menyelesaikan permasalahan antrean. Kami sedang memformulasikan istilah tersebut sebagai bagian dari transformasi, namun bukan kebijakan tahun ini," jelas Dahnil dalam wawancara dengan media, Minggu (12/4).
Pemerintah mengeklaim tengah mencari formula yang tepat agar transformasi sistem keberangkatan tidak merugikan calon jemaah yang telah masuk dalam daftar tunggu selama puluhan tahun.
Fokus utama saat ini tetap pada optimalisasi kuota yang ada dan perbaikan layanan bagi jemaah yang sudah terjadwal.