Buka Peluang Magang ke Jepang dan Taiwan, Perguruan Tinggi Gandeng KP2MI Serap Pasar Kerja Global

Kamis 16-04-2026,17:39 WIB
Reporter : Nurman Amrizal
Editor : Marieska Harya Virdhani

Para Rektor berkomitmen untuk menjadikan kampus sebagai garda terdepan dalam mencetak Pekerja Migran Indonesia yang bergelar sarjana sekaligus memiliki sertifikasi kompetensi global.

BACA JUGA:Prabowo Kembali Sebut Jokowi, Ngaku Magang 5 Tahun di Pemerintahan saat Jadi Menhan

Kuliah Sambil Kerja dan Kurikulum Terpadu

Rektor Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957, Haswan Yunaz mengungkapkan pihaknya telah merancang skema khusus bagi mahasiswa yang ingin menempuh studi sambil bekerja di luar negeri.

"Kami menyiapkan kurikulum dan kompetensi yang dibutuhkan sebelum, sesaat, dan sesudah bekerja. Jadi, mereka tetap bisa meraih gelar sarjana sekaligus bekerja di mancanegara, baik di bidang entrepreneur*, digital marketing, maupun bidang lainnya," jelas Haswan.

BACA JUGA:Prabowo Kembali Sebut Jokowi, Ngaku Magang 5 Tahun di Pemerintahan saat Jadi Menhan

Pembentukan Migrant Center dan Implementasi Cepat

Semangat serupa disampaikan Rektor Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Prof. Siti Marwiyah.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin MoU ini menjadi "MoU tidur". Unitomo segera mengambil langkah nyata dengan membentuk Migrant Centerdi lingkungan kampus.

"Kami ingin lulusan kami siap ilmunya, punya gelar sarjana, tapi juga punya sertifikat keahlian yang siap bersaing. Ini energi baru bagi kami di tengah tantangan PHK yang marak. Bahkan, Senin depan kami langsung menindaklanjuti dengan perusahaan mitra untuk seleksi penempatan ke Taiwan dan Jepang," ujar Prof. Siti.

BACA JUGA:Fresh Graduate Wajib Daftar! Ini Syarat dan Jadwal Program Magang MAGENTA Petrokimia Gresik

Pengalaman Magang Internasional dan Kontribusi Daerah

Dari sektor kesehatan, Rektor Universitas Sunan Gresik, Abdul Muhith yang juga mewakili aspirasi dari Jambi, berbagi keberhasilan program magang mahasiswa ke Jepang. Mahasiswa semester 5 dan 7 di kampusnya telah diberangkatkan untuk magang selama setahun dengan benefit gaji mencapai 200 ribu yen per bulan.

"Informasi dari Pak Menteri semakin menguatkan kami untuk berkecimpung di dunia ini. Kami akan memperluas jangkauan pendidikan dan pembinaan agar memberikan kontribusi positif bagi tenaga kerja, khususnya di daerah Jambi," tuturnya.

BACA JUGA:Fresh Graduate Wajib Daftar! Ini Syarat dan Jadwal Program Magang MAGENTA Petrokimia Gresik

Harga Diri Bangsa dan Peduli Warga

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Palangka Raya (UPR), Drs. Darmae, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian negara dalam menyediakan wadah bagi pekerja migran.

Menurutnya, langkah Kementerian P2MI adalah upaya menjaga harga diri bangsa di mata dunia.

"Negara benar-benar hadir dan peduli pada warganya, baik sebelum, saat, maupun setelah bekerja di luar negeri. Kami ingin bonus demografi Indonesia berbuah manis melalui tenaga kerja yang skillful. Ini adalah strategi penting untuk memperbaiki keadaan sosial dan ekonomi kita di masa depan," tegas Darmae.

Melalui kolaborasi ini, perguruan tinggi kini berperan aktif bukan hanya sebagai penyedia ijazah, tetapi sebagai pusat inkubasi tenaga kerja profesional yang legal, aman, dan berdaya saing internasional.

Kategori :