Rayu Mahasiswi Via Chat Mesum, Guru Besar Unpad Nonaktif Jebolan Keperawatan Jiwa

Jumat 17-04-2026,02:34 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

"I need your photo, When Swim in the Phuket beach, wearing bikini," bunyi salah satu pesan yang beredar.

BACA JUGA:Biaya Kuliah UKT Unpad 2026 Jalur SNBP dan SNBT, Jurusan Kedokteran Termahal Rp24 Juta

Lalu beberapa jelang jeda waktu berikutnya, Guru Besar Unpad itu kembali meminta sang mahasiswi untuk mengirimkan lagi foto dia sedang mengenakan bikini. 

Tentunya diawali dengan rayuan yang menggoda. 

“"I miss you, how are you?" tulis chat tersebut.

"I am still waiting your bikini style," tambahnya. 

Merasa tak nyaman, sang mahasiswi akhirnya memblokir akun tersebut. 

Percakapan itu akhirnya beredar di media sosial. 

BACA JUGA:Kemenag Halal Goes to Campus di Unpad: Edukasi Literasi Halal untuk Generasi Muda

Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita buka suara. 

Pihak kampus memutuskan untuk menonaktifkan guru besar yang baru dilantik itu. 

“Menyikapi berbagai pemberitaan mengenai terjadinya kekerasan seksual di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami mengucapkan rasa prihatin dan penyesalan yang mendalam atas kejadian tersebut. Kejadian ini tentu saja merupakan hal yang tidak dapat kita toleransi. Universitas mengambil sikap tegas untuk tidak mentolerir segala bentuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus,” ujar Rektor lewat video. 

Untuk kasus ini, pihaknya telah menerima laporan.

Lalu setelah itu, kata rektor, Guru Besar tersebut dinonaktifkan. 

“Dan segera setelah itu kami menonaktifkan yang bersangkutan dari proses belajar-mengajar. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan secara objektif dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami juga melakukan pendampingan serta pendalaman terhadap korban,” kata Rektor. 

“Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami dapat memastikan bahwa kasus ini dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Universitas menyambut baik segala bentuk masukan dari masyarakat, baik berupa saran maupun laporan. Kami menghimbau apabila terjadi hal serupa, agar segera dilaporkan kepada pihak universitas sebagai bagian dari upaya penegakan aturan terkait kekerasan seksual di lingkungan kampus,” ujarnya.

Kategori :