Ia meninjau berbagai fasilitas, mulai dari ruang kepala sekolah, ruang guru, klinik, hingga perpustakaan.
Peninjauan dilanjutkan ke ruang kelas, ruang makan, dan ruang tidur siswa. Gus Ipul juga menyempatkan makan siang bersama para siswa sambil bercengkerama.
BACA JUGA:Pupuk Indonesia Dukung Kejurnas Angkat Besi Senior 2026 di Bandung
Dalam kesempatan itu, ia menyaksikan demonstrasi pembelajaran menggunakan papan tulis digital (smartboard).
Guru matematika Kiki mempraktikkan pengajaran materi fungsi kuadrat dengan diselingi pengantar Bahasa Inggris.
SRMA 26 berada di lingkungan BBPPKS Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9, Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dengan luas lahan 6.840 meter persegi. Sekolah ini dilengkapi asrama siswa dan guru, masjid, laboratorium, perpustakaan, aula, ruang makan, lapangan, sarana olahraga, serta ruang laundry.
Saat ini SRMA 26 menampung 141 siswa dalam enam rombongan belajar, terdiri atas 75 perempuan dan 66 laki-laki. Proses pembelajaran dan pengasuhan didukung 16 guru, 15 wali asuh, serta 10 wali asrama.
Pemerintah terus memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat.
BACA JUGA:Skandal Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI, LPSK Turun Tangan Lindungi Korban
Tahun ini, alokasi peserta ditargetkan menembus lebih dari 30 ribu siswa.
Jika seluruh target terealisasi, total penerima manfaat pada 2026 diproyeksikan melampaui 46 ribu siswa.
Pada tahun depan, jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 100 ribu siswa.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan pembangunan gedung permanen di lebih dari 100 titik tahun ini.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, setiap kabupaten dan kota ditargetkan memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat permanen yang mampu menampung sekitar 1.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.