JAKARTA, DISWAY.ID - Mbah Mijan mengejutkan publik dengan keputusannya untuk pensiun sepenuhnya dari dunia supranatural per 30 Desember 2025 silam. Padahal sosok ini sudah dikenal sebagai tokoh spiritual dan paranormal kondang selama tiga windu lamanya.
Alih-alih menghilang dari publik, pria bernama asli Samijan itu justru memilih jalur baru yang lebih ilmiah dengan mendalami seni pengobatan tradisional akupunktur.
Tidak main-main, Mbah Mijan mengambil langkah akademik yang serius.
Setelah menempuh pendidikan formal di program D3 Akupunktur Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) Soepraoen Malang, dia melanjutkan perjalanan studinya langsung ke sumber aslinya di Guangzhou, Tiongkok, China.
Di Guangzhou yang dikenal memiliki beberapa universitas kedokteran tradisional terbaik di dunia, Mbah Mijan mendalami berbagai disiplin ilmu.
Pertama filosofi yin-yang, yaitu memahami keseimbangan energi dalam tubuh manusia.
Kemudian anatomi dan sistem saraf, ini untuk mengintegrasikan teknik jarum tradisional dengan pemahaman medis modern.
Selanjutnya aliran energi Qi, yaitu mempelajari titik-titik meridian untuk penyembuhan berbagai penyakit kronis.
Mbah Mijan mengungkapkan bahwa transformasinya dari dunia spiritual ke ilmiah adalah bentuk kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat. Jika dulu banyak membantu orang melalui kemampuan clairvoyance atau penerawangan, kini ia fokus menjadi praktisi kesehatan holistik.
“Dulu saya kedatangan pasien dengan problematika kehidupan. Sekarang saya kedatangan pasien dengan problematika kesehatan. Bismillah, memantapkan langkah,” tulisnya dalam unggahan di akun media sosial instagram @mbah_mijan miliknya, Minggu (12/4/2026).
Langkah berani Mbah Mijan membawa pesan kuat bagi generasi muda bahwa belajar tidak mengenal usia.
Keputusannya untuk meninggalkan zona nyaman di dunia paranormal demi menempuh pendidikan formal di luar negeri menjadi inspirasi tentang pentingnya literasi dan validasi ilmiah dalam setiap profesi.
Kini, Mbah Mijan sudah aktif membuka klinik praktik akupunktur di Ruko Bintaro Baru 30, Kawasan Jombang Raya, Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten. Dia bahkan sering hadir di berbagai program televisi untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat terapi akupunktur bagi kesehatan, mulai dari penanganan masalah saraf hingga gangguan kecemasan.