Cetak Guru Inklusif 2026, Kemendikdasmen Genjot Pemenuhan ABK

Senin 20-04-2026,12:50 WIB
Reporter : Doddy Suryawan
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) resmi menyiapkan Program Pelatihan Pendidikan Inklusif Tahun 2026. 

Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berkeadilan dan inklusif bagi seluruh murid di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa penguatan pendidikan inklusif merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan bermutu, termasuk anak berkebutuhan khusus.

BACA JUGA:DPO Kasus Penggelapan Ditangkap di Jambi, Buron Sejak 2019 Akhirnya Diamankan Kejagung

Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan melalui pelatihan berjenjang, khususnya bagi guru pendamping.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari implementasi tujuh pilar kebijakan akomodasi yang layak di lingkungan pendidikan.

“Selama ini kita masih menghadapi keterbatasan guru profesional yang mampu mendampingi anak berkebutuhan khusus. Program ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Abdul Mu’ti, di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Pelatihan akan digelar di 25 provinsi dengan menyasar guru yang telah mengikuti pelatihan dasar sebelumnya.

Peserta nantinya akan mendapatkan sertifikasi sebagai Guru Pendidikan Khusus (GPK) yang memiliki kompetensi dalam mendampingi siswa secara inklusif.

BACA JUGA:PSI Banten Fokus Percepat Pembentukan Ranting

Selain penguatan kapasitas guru, Kemendikdasmen juga mendorong pengembangan layanan pendidikan inklusif berbasis masyarakat.

"Skema ini memungkinkan anak-anak yang belum terjangkau sekolah inklusif tetap mendapatkan layanan pendidikan melalui pendampingan di komunitas," kata Abdul Mu'ti.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil dan merata.

Dengan peluncuran program ini, "diharapkan kualitas layanan pendidikan inklusif di Indonesia semakin meningkat dan mampu menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan,"pungkasnya.

Kategori :