Dindik Depok Turun Tangan Soal Kasus Guru Viral Tawari Jasa Seksual
Disdik Depok akan memperkuat langkah pencegahan di lingkungan sekolah, termasuk memastikan tidak terjadi tindakan yang mengganggu proses belajar mengajar.-Disway/Rafi Adhi-
DEPOK, DISWAY.ID-- Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Depok buka suara soal guru yang viral karena menawarkan jasa seksual.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono mengatakan pihaknya tengah melakukan koordinasi lintas instansi untuk menangani persoalan tersebut secara menyeluruh.
BACA JUGA:Barisan Kendaraan Niaga Ringan Ramaikan GIICOMVEC 2026, Inspirasi Bisnis Pelaku Usaha Tanah Air
"Kami sedang melakukan sinkronisasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, pihak sekolah, serta dinas terkait lainnya," katanya kepada awak media, Senin 30 Maret 2026.
Menurutnya, meskipun kasus tersebut berada dalam ranah Kementerian Agama karena menyangkut madrasah, Pemerintah Kota Depok tetap turun tangan lantaran peristiwa itu terjadi di wilayahnya.
"Kita ingin semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Jadi kita bangun persepsi yang sama terkait peristiwa ini dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan," ujarnya.
Koordinasi tersebut juga melibatkan unsur kesehatan dan perlindungan anak guna memastikan penanganan berjalan komprehensif.
Pihaknya menekankan fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan dan keselamatan para siswa.
"Prinsip utama kami adalah menjaga anak-anak kita. Keselamatan siswa itu nomor satu," paparnya.
Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan langkah mitigasi untuk memastikan kondisi lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif.
Terkait isu kesehatan yang berkembang, Wahid menyebut perlu ada verifikasi lebih lanjut karena yang bersangkutan bukan warga Depok dan tidak tercatat dalam data kesehatan setempat.
"Nanti akan kita koordinasikan untuk memastikan kondisi kesehatannya, termasuk riwayat dan penanganannya di mana," bebernya.
Pihaknya mengingatkan agar masyarakat tidak langsung memberikan stigma negatif terhadap dunia pendidikan akibat kasus ini.
"Jangan sampai ini menimbulkan stigma buruk. Dunia pendidikan harus tetap menjadi tempat yang aman, tanpa kekerasan, tanpa perundungan, dan tanpa penyimpangan," ucapnya.
Ke depan, Disdik Depok akan memperkuat langkah pencegahan di lingkungan sekolah, termasuk memastikan tidak terjadi tindakan yang mengganggu proses belajar mengajar.
"Kita tidak serta-merta melakukan pemeriksaan kesehatan massal, tetapi lebih pada langkah pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," terangnya.
Sementara, Video viral yang memperlihatkan seorang pria menawarkan jasa seksual pada warga di kawasan Pamulang diungkap pihak kepolisian.
Kapolsek Pamulang, AKP Galuh Febri Saputra mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di Perumahan Serua Permai, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Merosot Rp 30.000 per Gram, Dibayangi Ketegangan Geopolitik
"Awalnya ada warga yang hendak membeli bakso di sekitar lokasi. Kemudian didatangi oleh seseorang tidak dikenal yang menawarkan dan memberikan selebaran berisi ajakan berhubungan sesama jenis," katanya kepada awak media, Senin 30 Maret 2026.
Merasa resah dan kesal, warga kemudian berinisiatif memancing pelaku agar kembali ke lokasi.
Upaya tersebut berhasil, hingga akhirnya pelaku didatangi dan dimintai keterangan.
"Saat pelaku kembali, warga menegur dan sempat menggeledah barang miliknya. Ditemukan obat tertentu dari pelaku," jelasnya.
Pelaku kemudian dibawa ke rumah warga untuk dimediasi. Dalam proses tersebut, warga juga membuat video pernyataan sebagai bentuk peringatan agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya.
Dari hasil pengecekan polisi, pelaku diketahui bernama IK (34), warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
BACA JUGA:Habiburokhman Minta Hakim Berikan Putusan Bebas untuk Amsal Sitepu: Komisi III DPR Jadi Penjamin
Pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone milik pelaku serta meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
"Hingga saat ini kami masih menunggu laporan apabila ada korban," ujarnya.
Kasus ini turut berdampak pada tempat kerja pelaku. Diketahui, IK merupakan operator sekaligus guru di MTS Depok.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: