Isi Surat-Surat RA Kartini yang Menginspirasi Kaum Perempuan

Selasa 21-04-2026,11:21 WIB
Reporter : Syifa Lulu
Editor : Syifa Lulu

Surat tersebut ditujukan kepada sahabat penanya yang merupaka aktivis dari Belanda Nona E.H. Zeehandelaar.

Ia mengungkap tuntutan masa depan bagi perempuan di tanah Bumiputera dalam sistem patriarki.

Bahkan kekecewaannya dilontarkan lewat pernyataan pahit tersebut.

"Semua orang tahu dan mengerti bahwa suatu ketika kami harus juga kembali ke masyarakat, di mana kami tidak akan merasa berbahagia lagi."

BACA JUGA:22 Promo Makanan dan Minuman Spesial Hari Kartini 2026, Ada HokBen, Kimukatsu, Boost hingga Chatime

RA Kartini mendukung penuh pendidikan bagi perempuan, namun ia sadar bahwa pada akhirnya tradisi akan membatasi kebebasannya.

Kartini lahir di era kolonialisme Hindia Belanda, ia mulai melihat modernisasi merupakan cara untuk memajukan peradaban terutama melalui peningkatan akses pendidikan bagi perempuan.

"Saya ingin sekali berkenalan dengan seorang ‘gadis modern’, yang berani, yang dapat berdiri sendiri, yang menempuh jalan hidupnya dengan langkah cepat, tegap, riang dan gembira, penuh semangat, dan keasyikan. Gadis yang selalu bekerja tidak hanya untuk kepentingan kebahagiaan dirinya sendiri, tetapi berjuang untuk masyarakat luas, bekerja demi kebahagiaan sesama. Hati saya menyala-nyala karena semangat yang menggelora akan zaman baru."

Dapat diinntepretasikan bahwa Kartini berangan menjadi gadis moder yang tidak hanya dibatasi soal perjodohan namun juga memiliki kesempatan untuk berkarier.

Moderinitas yang dimaksud terinspirasi dari budaya barat meski tidak secara eksplisit menjelaskan siapa yang dimaksud dengan masyarakat luas.

BACA JUGA:30 Puisi Hari Kartini 2026 yang Inspiratif dan Penuh Semangat, Bisa Jadi Referensi Lomba!

Namun analisis terhadap surat-surat Kartini disimpulkan fokus utama adalah kesejahteraan perempuan.

"Tujuan cita-cita ingin belajar di Eropa ialah: memberikan yang baik dari peradaban Belanda kepada bangsa kami, untuk memuliakan adat-istiadatnya. Jalan yang kami harapkan untuk mencapai tujuan itu ialah: mendirikan sekolah-sekolah untuk anak-anak perempuan Jawa."

Keinginan Kartini untuk mengenyam pendidikaan di Belanda tidak sempat terwujud.

Namun ia berhasil membangun sekolah  pertama untuk perempuan di Jawa.

Kategori :