JAKARTA, DISWAY.ID - Ramai di media sosial soal biaya pengasuh anak (babysitter) Rp30 ribu per jam.
Akademisi IPB University, Prof Dwi Hastuti ikut buka suara.
Ia menegaskan bahwa jasa pengasuhan anak bukan sekadar layanan, melainkan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini.
BACA JUGA:Pemerintah Imbau Swasta Ikut WFH 1 Hari Seminggu, Gaji hingga Jatah Cuti Pekerja Tak Dikurangi
Pakar pengasuhan anak itu mengingatkan bahwa di balik peluang bisnis pengasuhan, kualitas tumbuh kembang anak secara fisik dan psikis tetap harus menjadi prioritas utama.
“Pengasuhan pengasuhan merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas membangun SDM anak, dimulai dari program penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD) pada era 1983-an. Namun, dalam konteks saat ini, masyarakat perlu memahami perbedaan antara program pendidikan anak usia dini yang dirancang secara formal dan layanan babysitter harian,” ungkapnya.
BACA JUGA:Gaji Pemain PSBS Biak Belum Dibayar 3 Bulan, Begini Reaksi I.League dan APPI
Beda Caregiver dan Babysitter
Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University ini menjelaskan adanya perbedaan antara pengasuh bayi profesional (tutor atau caregiver dalam konteks formal) dengan babysitter harian.
Tutor atau caregiver profesional dalam setting lembaga mensyaratkan individu yang memiliki pengetahuan profesional sebagai fasilitator sekaligus pendidik, disyaratkan memiliki pengalaman kerja dengan anak, mempunyai rasa cinta kasih kepada anak, dan riwayat masa kecil yang baik (tidak ada trauma).
BACA JUGA:Miris! Pemain PSBS Biak Tak Gajian 3 Bulan, Pihak Manajemen Cuek?
“Adapun babysitter harian pada umumnya tidak mensyaratkan latar belakang pendidikan (pedagogi) atau pengetahuan profesional. Syarat utamanya adalah memiliki naluri rasa kasih sayang, perhatian, status kesehatan fisik baik, dan latar belakang masa kecil yang sehat,” jelasnya.
Meski demikian, Prof Dwi menegaskan bahwa jika keluarga memutuskan untuk menggunakan jasa babysitter, maka peran orang tua mesti tetap dominan dalam proses pengasuhan.
Orang tua perlu memberikan instruksi, supervisi, serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap pengasuh anak serta dampaknya pada tumbuhkembang anak
“Apabila menggunakan tenaga babysitter harian, pastikan kesehatan baik fisik dan psikisnya, identitas jelas, dan juga latar belakang keluarganya. Orang tua wajib melakukan supervisi dan monitoring, evaluasi secara berkala,” sarannya.
BACA JUGA:Segini Perkiraan Gaji Manajer Koperasi Merah Putih, Lowongan Kerja yang Dibuka Pemerintah