Kasus Dugaan Pencabulan SAM Diungkap, Korban Dijanjikan Studi ke Mesir

Kamis 23-04-2026,16:34 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : M. Ichsan

Pertemuan pertama dilakukan pada 17 November 2025 di Depok. Sejumlah pihak turut hadir, termasuk Ustaz Abi Makki dan Yusuf Mansur. 

Dalam pertemuan itu juga dibahas dugaan kejadian serupa yang disebut pernah terjadi pada 2021.

Dituturkannya, salah satu korban bahkan berada di Mesir dan masih di bawah umur. 

Ia mengaku langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Komisi I DPR untuk memastikan perlindungan korban.

"Setengah jam kemudian saya ditelepon KBRI. Korban langsung direspons dan diawasi sampai kembali ke Indonesia," tuturnya.

BACA JUGA:Universitas Esa Unggul Wisuda 1.343 Lulusan, Perkuat Posisi sebagai Perguruan Tinggi Bertaraf Global

Penelusuran kemudian berlanjut ke Bandung. 

Pada 19 November 2025, dirinya bertemu dengan korban lain yang disebut mengalami trauma berat. 

Setelah melalui proses panjang, korban akhirnya bersedia menceritakan kejadian yang dialaminya.

Dari keterangan yang dihimpun, dugaan peristiwa bermula saat korban masih berusia 15 tahun di sebuah pesantren di Purbalingga. 

Pelaku disebut menawarkan program keberangkatan ke Mesir, namun kemudian muncul dalih pemeriksaan fisik yang berujung pada tindakan tidak pantas.

Dijelaskannya, adanya dugaan kejadian serupa sebelum keberangkatan ke Mesir, kali ini dengan alasan pelatihan kemampuan berbicara.

BACA JUGA:Link Streaming dan Live Score Grand Final Proliga 2026, Laga Terakhir Perebutan Juara 3 Pukul 16.00 WIB

Ia kemudian menemui korban lain di Bogor yang menunjukkan reaksi penolakan keras dan mengaku telah kehilangan kepercayaan terhadap sosok ustaz.

Dari sejumlah pertemuan tersebut, Mahdi menyimpulkan setidaknya terdapat tiga korban dengan pola serupa, yakni santri laki-laki yang dijanjikan berangkat ke Mesir dan tidak saling mengenal.

Selain itu, Mahdi menyinggung adanya dugaan intimidasi terhadap saksi. 

Kategori :