JAKARTA, DISWAY.ID - Warga yang bermukim di sekitar Stasiun Bekasi Timur, mendengar suara benturan sangat keras saat kecelakaan kereta terjadi pada Senin, 27 April 2026, malam.
Salah seorang warga, M. Rafka (18) menggambarkan, suara benturan yang memekakan telinga itu menyerupai gelegar petir.
Dia menceritakan sekira pukul 21.00 WIB, dirinya sedang makan di lantai 2 rumahnya yang berlokasi tepat di sebelah Stasiun Bekasi Timur.
Setelah mendengar suara benturan, Rafka langsung tersentak menuju sumber suara. Saat itu warga sudah ramai memenuhi area stasiun.
Rafka mendengar suara jeritan dan tangisan saling bersahutan dari dalam stasiun. Rafka saat itu melihat jelas seperti apa situasi yang terjadi.
Dari balik pagar stasiun Rafka melihat, sejumlah penumpang terjepit di gerbong bagian belakang yang sudah ringsek.
Rafka menduga jika penumpang yang terjepit itu sudah tidak bernyawa. Petugas stasiun dibantu penumpang yang selamat, berbegegas melakukan evakuasi korban.
"Ada suara orang nangis. Para penumpang pada nangis," kata Rafka saat ditemui di kediamannya di RW05 Kelurahan Duren Jaya pada Selasa, 28 April 2026.
Rafka menceritakan, insiden tersebut merupakan dua rangkaian kecelakaan. Awalnya kecelakaan terjadi di perlintasan kereta yang mengarah ke Jakarta, melibatkan KRL dan taksi.
Akibatnya, perjalanan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang mengarah ke Cikarang terhambat. Tiba-tiba kereta jarak (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) melaju kencang hingga menabrak KRL PLB 5568A (CL KPB–CKR) yang tengah berhenti.
"Di sana dulu tabrakan baru sini," ujarnya.
Pantauan di lokasi pada pukul 11.00 WIB, saat ini gerbong kereta yang terlibat kecelakaan tengah dievakuasi dengan cara diderek menggunakan Railroad Crane.