JAKARTA, DISWAY.ID - Fenomena El Nino yang menguat dapat memicu kemarau panjang serta peningkatan suhu udara di Jakarta.
Kepala BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan, hal ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran di permukiman di wilayah Ibu Kota.
BACA JUGA:Tegas! Dadan Sebut Tak Ada Toleransi Bagi SPPG yang Lalai, Suspend hingga Setop Terima Insentif
Marulitua mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi tingginya potensi kebakaran.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan penggunaan api," ujar Marulitua dalam keterangannya pada Rabu, 29 April 2026.
BPBD DKI pun telah menyiapkan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko dampak El Nino.
Bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), BPBD melakukam pemantauan di wilayah rawan kebakaran, termasuk permukiman padat dan area lahan kering.
BACA JUGA:Kembali Menghijau, IHSG Melesat Naik di Penutupan ke Level 7.080
BPBD juga memastikan jika posko siaga, hydrant, serta armada pemadam kebakaran dalam kondisi siap operasional.
"Termasuk dukungan suplai air di titik-titik rawan," tambahnya.
BPBD juga berkolaborasi dengan Dinas Sumber Daya Air serta instansi terkait lainnya untuk memastikan kesiapan air, pengendalian lingkungan, dan respons cepat terhadap potensi kejadian.
Dengan begitu jika terjadi hal yang tidak diinginkan, penanganan dapat dilakukan secara cepat melalui sistem komando terpadu.
BACA JUGA:Pulang UTS, Mahasiswi Trisakti Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Marulitua mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga lingkungan, serta segera melaporkan potensi keadaan darurat melalui layanan Jakarta Siaga 112.
"Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan risiko dampak dari fenomena iklim ekstrem ini," ujarnya.