"Menurut saya tahun ini lebih capek. Banyak banget drill-nya. Moving-moving terus. Para pelatih juga minta lebih detail. Jadi kami harus benar-benar fokus untuk melakukan challenge itu," ungkap Tata.
DBL Camp 2026 sendiri berlangsung di tiga lokasi berbeda di Jakarta. Kegiatan diawali di DBL Academy Jakarta pada 27 hingga 30 April 2026. Setelah itu, peserta yang masuk Top 24 melanjutkan program di GOR Soemantri Brodjonegoro pada 1 hingga 3 Mei 2026.
Sementara pertandingan scrimmage digelar di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka. Bagi Tata, edisi tahun ini juga memiliki arti khusus karena menjadi kesempatan terakhirnya mengikuti DBL Camp.
Ia pun berusaha memanfaatkan setiap momen dengan maksimal, baik untuk mengasah kemampuan maupun menyerap pelajaran berharga dari para pelatih dan sesama pemain.
BACA JUGA:Tuntas Digelar, Honda DBL Banten Series 2025 Hadirkan Duel Panas Basket Pelajar
BACA JUGA: Peran DBL Saat Timnas Indonesia Juarai Basket 3x3 Putri SEA Games 2025
"Saya juga belajar dari teman-teman. Jangan terlalu memikirkan kesalahan kecil. Fokus untuk memperbaiki kesalahan," imbuhnya.
Sebagai MVP, Tata mendapatkan penghargaan spesial berupa sepatu custom DBL Play 2.0 dari AZA. Sepatu tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan visual artist Assadul Wafi Al Mawardi dari Sneakcares, yang mengusung tema "Nusantara di setiap langkah talenta muda terbaik Indonesia".
Secara keseluruhan, terdapat 24 pemain dan empat pelatih yang tergabung dalam skuad DBL Indonesia All-Star 2026.
Mereka akan mendapatkan kesempatan emas untuk berlatih sekaligus berkompetisi di Amerika Serikat tanpa dipungut biaya. Kesempatan itu juga membuka jalan menuju level yang lebih tinggi dalam perjalanan karier basket mereka. (*)