Menurut hasil analisis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, perundingan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang tak kunjung menemukan jalan keluarnya pun turut berkontribusi terhadap sentimen negatif pasar.
"Sentimen negatif disebabkan oleh rencana pemerintah untuk menaikkan kenaikan royalti minerba dan perundingan AS dan Iran yang belum menemukan jalan tengahnya," jelas Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, pada Senin 11 Mei 2026.
Tidak hanya itu, serangan akhir pekan di Timur Tengah juga menggarisbawahi kerapuhan gencatan senjata yang dimulai pada 8 April.
Ke depan, data harga konsumen AS yang akan dirilis Selasa kemungkinan akan menegaskan bahwa inflasi tetap menjadi ancaman di negara tersebut, menyusul kenaikan bulanan terbesar pada Maret sejak 2022.