Ail lalu menjelaskan sedikit tentang penyakit itu.
BACA JUGA:Pendidikan Tinggi dan Logika Pasar
“Ini jenis kanker. Anak saya kenanya di belakang dekat ginjal. Kalau rontgen biasa sering tidak kelihatan karena posisinya dekat tulang belakang,” lanjutnya.
Karena disebut penyakit langka, rasa penasaran saya makin besar. Saya mulai mencari berbagai referensi.
Neuroblastoma ternyata merupakan jenis kanker yang banyak menyerang anak-anak usia dini. Terutama balita.
Dari situs alodokter.com, neuroblastoma merupakan jenis kanker yang berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang.
Kanker ini umumnya menyerang anak usia di bawah 5 tahun.
Untuk memastikan informasi yang saya dapat tidak keliru, saya meminta Pemred Disway, Tri Broto, membantu mengkonfirmasi kepada dokter spesialis kanker anak.
BACA JUGA:Negara Kuat Butuh Hukum Kuat: Tantangan di Balik Komitmen Presiden
Saya menitipkan beberapa pertanyaan pokok.
Konfirmasi kemudian diperoleh dari dr. Ronald Alexander Hukom, Sp.PD-KHOM, MHSc, FINASIM. Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Jakarta.
Dr Ronald bertugas di beberapa rumah sakit di Jakarta, di antaranya RS St. Carolus, RS Kanker Dharmais, dan RS Pondok Indah.
Ia merupakan dokter spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi medik, yang menangani kanker dan kelainan darah.
Menurut dr Ronald, neuroblastoma memang termasuk kanker yang tidak banyak ditemukan.
Kasus pada anak, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus kanker terbanyak adalah leukemia atau kanker darah, sekitar 34,8 persen dari total sekitar 11 ribu kasus kanker anak setiap tahun.
BACA JUGA:Republik Curiga: Semua Menuduh, Tak Ada yang Membuktikan