"Salutnya, dia nggak pernah ada momen down atau menyerah. Bahkan saat baru beberapa minggu operasi, dia enggak betah diam di rumah. Dia minta ke lapangan cuma buat duduk di kursi dan latihan shooting statis sambil diambilkan bolanya oleh pelatihnya," tambah sang ayah, Liek Sanjaya.
BACA JUGA:Kisah Fachri Fairuz di DBL Camp 2026, Baru Operasi Tetap Pilih Bertahan
BACA JUGA:DBL Camp 2026 Kenalkan Teknologi VALD Performance untuk Tingkatkan Performa Atlet
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Meski belum sepenuhnya lama pulih dari cedera, Richelle sukses membawa SMA Karangturi Semarang melaju hingga final DBL Central Java dan finis sebagai runner-up musim ini.
Tak hanya itu, kedua orang tuanya juga melihat perubahan besar dalam gaya bermain sang putri. Cedera membuat Richelle berkembang menjadi pemain yang lebih matang.
Cathleen Richelle saat menjalani sesi sprint 20m di hari pertama DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-
"Setelah cedera ini, mainnya jadi lebih smart dan tenang. Dia lebih tahu kapan harus lari dan kapan harus mengatur tempo. Mungkin ini cara Tuhan supaya dia belajar lebih dewasa di lapangan," ucap sang ayah.
Trauma akibat cedera itu ternyata juga dirasakan oleh kedua orang tuanya. Sejak insiden tersebut, mereka selalu berusaha mendampingi Richelle setiap kali bertanding.
Termasuk rela naik kereta api dari Jawa Tengah ke Jakarta demi memastikan kondisi putrinya tetap aman selama DBL Camp berlangsung. Apalagi belakangan Richelle sempat mengeluhkan kondisi hamstring-nya yang terasa kurang nyaman.
BACA JUGA:DBL Camp 2026 Jadi Langkah Baru Hendra Thio di Dunia Kepelatihan Basket
BACA JUGA:DBL Camp 2026 Jadi Tempat Coach Jessy Upgrade Ilmu Kepelatihan Basket
"Karena kita nggak mau kehilangan momen. Sejauh apa pun dia tanding, kita usahakan dampingi. Masih ada rasa trauma kalau ingat cederanya dulu, jadi kami ingin sedekat mungkin untuk menjaga Richelle," ucap sang mama.
"Kita kaget dan nggak percaya dia bisa kepilih Second Team dan berangkat ke DBL Camp, karena kami selalu pesan ke dia untuk nggak usah terlalu ngoyoh. Bagi kami, melihat dia berani kembali ke lapangan saja sudah merupakan hadiah yang luar biasa," imbuh Amelia sambil tersenyum bangga.
Kini, Richelle berdiri di DBL Camp 2026 sebagai salah satu rookie penuh perhatian. Tidak ada target muluk-muluk dari keluarganya. Mereka hanya ingin Richelle menikmati proses dan tampil menjadi dirinya sendiri.
"Be yourself and do your best, itu saja pesan kami buat Richelle," tutup mereka. (*)