Satuan Operasi Armuzna Siap Kawal Puncak Haji, Tim Sus Mina Dikerahkan

Senin 18-05-2026,16:16 WIB
Reporter : Khomsurijal W
Editor : Khomsurijal W

MAKKAH, DISWAY.ID– Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 1447 H/2026 M.

Satuan Operasi Armuzna telah dibentuk untuk mengkoordinasikan pergerakan jutaan jemaah dan petugas mulai dari 7 hingga 13 Dzulhijjah.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Armuzna, Harun Arrasyid, mengatakan pihaknya sedang menyusun pola pergerakan jemaah dan petugas secara matang.

BACA JUGA:Jamaah Haji Indonesia Padati Makkah, Musyrif Diny Kemenhaj Sampaikan 5 Pesan Jelang Armuzna

Tujuannya agar seluruh rangkaian ibadah puncak, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, hingga tawaf ifadah dapat berjalan lancar dan tertib.

“Kami berharap dengan dibentuknya Satuan Operasional Armuzna ini, kegiatan wukuf, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, serta rangkaian ibadah haji lainnya dapat terlayani dengan baik,” ujar Harun Arrasyid saat rapat pembekalan di Makkah, Senin (18/5/2026).

Tahun ini, Satuan Operasi Armuzna membentuk tiga satuan tugas (satgas) khusus.

Satgas Arafah ditangani oleh PPIH Daker Bandara, Satgas Muzdalifah oleh PPIH Daker Makkah, dan Satgas Mina diserahkan kepada PPIH Daker Madinah.

Harun menyebut ada konsep baru yang diusung tahun ini, yaitu pembentukan Tim Sus Mina.

BACA JUGA:Pendar Cahaya Hijau Makkah Clock Tower Tandai Masuknya 1 Zulhijjah 1447 H

Tim ini akan berangkat lebih awal pada 7 Dzulhijjah langsung menuju Mina, tanpa melalui Arafah.

“Tim Sus Mina ini nanti akan menempati pos-pos untuk menyambut kedatangan jemaah yang murur, memantau pergerakan jemaah di tenda-tenda Mina, memberikan pengawasan, perlindungan, serta bantuan saat jemaah melaksanakan jumrah pada malam 10 Dzulhijjah,” jelas Laksma TNI AL ini.

Menurut Harun, kehadiran tim dengan tenaga yang masih segar ini diharapkan dapat memberikan pengawasan dan pelayanan yang lebih maksimal, terutama pada malam krusial pelaksanaan jumrah.

Terkait skema murur (melintas tanpa mabit) dan tanazul, Harun Arrasyid memastikan keduanya telah disiapkan meski masih dalam tahap finalisasi teknis.

BACA JUGA:Air Mata Jumariyah Saat Melihat Ka’bah, Jemaah Lansia Asal Maros yang Nabung Puluhan Tahun

Kategori :