Pasar Saham Berdarah-darah, Bos IHSG Buka-bukaan soal Kondisi Bursa Terkini

Senin 18-05-2026,16:50 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID - Menyusul terpuruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin 18 Mei 2026 ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa pihaknya kini telah bergerak untuk mencermati profil risiko pasar modal Indonesia saat ini.

Dalam hal ini, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Jeffrey Hendrik juga menuturkan bahwa terkoreksinya pasar saham pada Senin ini masih in line dengan global market.

"Ketidakpastian di pasar kita masih cukup tinggi. Tetapi kita juga melihat bahwa hari Kamis dan Jumat pasar kita libur, di masa kita libur itu, pasar global khususnya pasar Asia itu juga mengalami koreksi," jelas Jeffrey kepada Disway dan awak media lainnya di kantor BEI, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:Saat Investor Ketakutan IHSG Rontok, Purbaya Justru Teriak: Serok Bawah

"Dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, Itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi saya rasa masih in line dengan global market," sambungnya.

Kendati begitu, Jeffrey juga turut menambahkan bahwa ketidakpastian di pasar modal Indonesia masih terbilang cukup tinggi.

Oleh karena itulah, dirinya mengingatkan para investor agar tetap tenang dan tidak panik dalam menganalisis secara cermat dan mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing.

BACA JUGA:Rupiah Makin Masuk Jurang ke Rp17.674 terhadap Dolar AS, IHSG Megap-Megap

"Karena kondisi pasar secara dinamis, ketidakpastiannya masih cukup tinggi, saya kira itu melakukan upaya terbaru dapat menarik investor asing untuk terus masuk dalam jangka panjang, tetap stay dan berpartisipasi di pasar kita," tutur Jeffrey.

Menurut Jeffrey sendiri, strategi yang tepat sendiri juga diperlukan untuk mendukung angka pertumbuhan investor, yang partisipasinya diharapkan dapat meningkatkan kinerja pasar domestik.

BACA JUGA:Baru Awal Pekan, IHSG Sudah Loyo saat Penutupan

"Apa yang kita lakukan adalah upaya-upaya yang untuk perbaikan jangka panjang dari pasar kita. Kalau imbauan kami seperti yang tadi, bahwa investor harus senantiasa memperhatikan fundamental," tegas Jeffrey.

Sebelumnya berdasarkan hasil pantauan Disway, IHSG menutup sesi I perdagangannya dengan melemah sebanyak 252,89 poin atau sebesar 3,76 persen ke level 6.470,43. 

Pelemahan ini sendiri diketahui jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan angka pada pembukaan perdagangan pada Senin 18 Mei 2026 pagi ini, yang dibuka di level 6.600,43.

Kategori :