Komisi XI DPR Desak Gubernur BI Mundur usai Rupiah Melemah

Senin 18-05-2026,18:36 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio mendesak Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mundur usai Rupiah melemah.

Hal itu ia tegaskan dalam rapat bersama jajaran BI, Senin, 18 Mei 2026.

BACA JUGA:Melempem Seharian hingga Penutupan, Bos IHSG Beralasan Bursa Kena Imbas Long Weekend

"Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya, harus gentleman Pak. Harus berani melawan, ada apa ini? Kenapa ini? Pak Perry yang saya hormati, kadang-kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan Pak. 

Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salahnya," kata Primus.

BACA JUGA:Komdigi Blokir Ribuan Nomor Penipu yang Mengaku Sebagai Anggota DPR dan Pejabat

Politikus PAN itu menilai langkah mundur bukan sesuatu yang memalukan bagi seorang pejabat publik.

"Itu bukan sikap penghinaan Pak. Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang, kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, seperti itu. Tidak ada salahnya," imbuhnya.

Ia menyebut indeks rupiah juga menunjukkan tekanan terhadap mata uang negara lain. 

BACA JUGA:Gerakan Nasional Migran Aman Diluncurkan, Pemerintah Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir

Dengan kondisi semacam ini, investor global mempertanyakan kapabilitas otoritas bank sentral dalam meredam gejolak nilai tukar.

“Ini yang menurut saya harus tajam dipertanyakan, di pertemuan terakhir saya pertanyakan (rupiah) di Rp 16.800 (per US$) kenapa rupiah kita ini lemah. Kalau dibandingkan, dan ironisnya, (melemah) terhadap semua mata uang,” ujar dia.

Primus menilai pelemahan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang lain seperti dolar Singapura, dolar Australia, ringgit Malaysia, hingga euro.

BACA JUGA:Harga Sapi Kurban Hampir Setara Motor NMAX, Pedagang: Bukan Naik Harga tapi Ganti Harga

“Ini harus kita lihat dengan realita. Kita tidak bisa berdiam diri,” tegasnya.

Kategori :