Tunas Bangsa dan Nafas Kebangkitan

Rabu 20-05-2026,07:06 WIB
Oleh: Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph

BACA JUGA:Negara Kuat Butuh Hukum Kuat: Tantangan di Balik Komitmen Presiden

Perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik tidak boleh menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih dewasa dalam demokrasi dan kehidupan sosial.

Para pendiri bangsa telah memberikan teladan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari persatuan dan kesediaan untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Nilai inilah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global.

Lebih jauh, kebangkitan nasional pada era saat ini juga berkaitan erat dengan kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, dan keberanian berinovasi.

Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, mengelola sumber dayanya secara bijak, dan menciptakan daya saing global melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

BACA JUGA:Manchester City Ditahan Bournemouth, Arsenal Resmi Juara Liga Inggris 2026 Akhiri Penantian 22 Tahun

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat sipil harus terus diperkuat untuk membangun ekosistem kemajuan yang berkelanjutan.

Indonesia membutuhkan generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki visi masa depan yang kuat.

Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi energi moral untuk terus bergerak maju sebagai bangsa yang optimistis.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia, Indonesia memiliki modal sosial, budaya, dan demografi yang sangat besar untuk menjadi negara maju.

Dengan menjaga tunas bangsa melalui pendidikan, persatuan, dan penguatan karakter, kita sedang menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan bermartabat.

BACA JUGA:Hardiknas 2026: Partisipasi Semesta dan Tantangan Mewujudkan SDM Unggul

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperbarui komitmen kebangsaan.

Kita harus menjaga tunas-tunas bangsa dengan pendidikan, keteladanan, dan nilai-nilai kemanusiaan agar Indonesia mampu berdiri tegak sebagai bangsa yang maju, berdaulat, dan bermartabat di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks.

Semangat kebangkitan harus terus hidup dalam pikiran, tindakan, dan pengabdian kita untuk Indonesia yang lebih kuat dan berkeadaban.

Kategori :