Tunas Bangsa dan Nafas Kebangkitan

Rabu 20-05-2026,07:06 WIB
Oleh: Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph

Kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai kebangkitan akal sehat, kebangkitan etika, dan kebangkitan solidaritas sosial. Kita membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan bijak dalam menggunakan teknologi.

Semangat gotong royong yang menjadi ruh kebangkitan nasional harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam ruang digital.

Hari Kebangkitan Nasional ke-118 menjadi panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menyalakan optimisme kolektif. Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, kekayaan budaya yang luar biasa, serta potensi sumber daya manusia yang sangat kuat.

Namun seluruh potensi tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila dibangun melalui pendidikan yang berkualitas, kepemimpinan yang visioner, dan persatuan nasional yang kokoh.

BACA JUGA:Saat Lidah Melampaui Akal

Kebangkitan bangsa dimulai dari kesadaran setiap individu untuk terus belajar, bekerja, dan berkarya bagi kemajuan bersama.

Kebangkitan nasional juga harus dimaknai sebagai upaya memperkuat ketahanan budaya dan identitas bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin terbuka.

Generasi muda Indonesia hari ini hidup dalam ruang tanpa batas yang memungkinkan berbagai pengaruh global masuk dengan sangat cepat melalui media digital.

Di satu sisi, hal ini membuka peluang besar untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Namun di sisi lain, jika tidak disertai dengan penguatan karakter dan nilai kebangsaan, generasi muda dapat kehilangan jati dirinya.

BACA JUGA:Pendidikan Tinggi dan Logika Pasar

Karena itu, pendidikan karakter berbasis nilai agama, budaya, dan nasionalisme harus menjadi prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dalam konteks pendidikan tinggi, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga harus melahirkan intelektual yang memiliki keberpihakan kepada kepentingan bangsa dan masyarakat.

Kampus harus menjadi ruang pembinaan kepemimpinan, penguatan etika publik, dan pengembangan inovasi yang solutif terhadap persoalan bangsa.

Mahasiswa harus didorong menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan gagasan-gagasan kreatif, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan nasional. Semangat kebangkitan nasional harus tercermin dalam budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan berintegritas.

Selain itu, Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di tengah berbagai perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

Kategori :