Tunas Bangsa dan Nafas Kebangkitan

Tunas Bangsa dan Nafas Kebangkitan

Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum penting lahirnya kesadaran kolektif untuk bersatu, bangkit, dan memperjuangkan masa depan bangsa.

Momentum ini tidak hanya menjadi pengingat sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908, tetapi juga menjadi refleksi bagi seluruh anak bangsa untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, pendidikan, dan perjuangan intelektual dalam menghadapi tantangan zaman.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026 mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara,” sebuah tema yang sangat relevan dengan kondisi Indonesia hari ini.

BACA JUGA:Bangkit Bersama untuk Indonesia Kuat

Kebangkitan nasional pada era modern tidak lagi dimaknai semata sebagai perjuangan fisik melawan penjajahan, melainkan perjuangan menghadapi tantangan baru berupa disrupsi teknologi, krisis moral, polarisasi sosial, hingga ancaman terhadap kedaulatan digital bangsa.

Dalam konteks ini, menjaga “tunas bangsa” berarti memastikan generasi muda Indonesia tumbuh dengan karakter kuat, literasi yang baik, kemampuan berpikir kritis, dan akhlak kebangsaan yang kokoh. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepedulian sosial.

Sebagai pimpinan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kami memandang Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum memperkuat sinergi antara ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan semangat kebangsaan.

Islam mengajarkan bahwa kemajuan bangsa harus dibangun di atas ilmu, keadilan, persatuan, dan kemaslahatan bersama. Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama kebangkitan Indonesia.

BACA JUGA:Panas Tinggi Itu Ternyata Neuroblastoma

Generasi muda tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pencipta inovasi, penggerak perubahan, dan penjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi.

Tema Harkitnas tahun ini juga menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan negara melalui penguatan literasi digital dan inovasi nasional.

Dalam pedoman peringatan disebutkan bahwa kebangkitan masa kini berkaitan erat dengan kemampuan bangsa menghasilkan karya yang tepat sasaran, berkualitas, dan berdaya saing global.

Oleh sebab itu, dunia pendidikan harus menjadi ruang lahirnya kreativitas, riset, dan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kampus tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif semata, melainkan harus hadir sebagai pusat transformasi sosial dan peradaban.

BACA JUGA:Ancaman Diabetes yang Berujung Cuan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait