Bangkit Bersama untuk Indonesia Kuat
Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Hingga saat ini, pemerintah belum secara resmi merilis tema nasional Hari Kebangkitan Nasional 2026.
Namun, semangat yang terus digaungkan dalam peringatan sebelumnya adalah pentingnya persatuan, gotong royong, dan kebangkitan kolektif bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang kuat.
Pada peringatan sebelumnya, tema yang diangkat adalah “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat.”
BACA JUGA:Panas Tinggi Itu Ternyata Neuroblastoma
Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia hari ini. Kebangkitan nasional di era modern bukan lagi sekadar perjuangan melawan penjajahan fisik, melainkan perjuangan untuk mengelola kekayaan bangsa secara mandiri, adil, dan bermartabat.
Hari Kebangkitan Nasional 2026 seharusnya menjadi momentum untuk membangkitkan seluruh potensi Nusantara yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah lahirnya kesadaran kebangsaan melalui organisasi Budi Utomo yang dipelopori oleh Soetomo.
Hari ini sesungguhnya adalah momentum untuk menyalakan kembali kesadaran kolektif bangsa bahwa Indonesia adalah negeri yang dianugerahi kekayaan alam, budaya, dan sumber daya manusia yang luar biasa.
Kebangkitan bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi tentang keberanian membangun masa depan.
BACA JUGA:Ancaman Diabetes yang Berujung Cuan
Sebagaimana dikatakan dr. Soetomo, generasi yang mau berjuang demi kemandirian bangsanya adalah generasi yang mencintai generasi penerus dan tanah airnya.
Cinta kepada tanah air bukan berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan melalui kerja nyata, ilmu pengetahuan, inovasi, dan semangat membangun negeri.
Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang kaya, tetapi bangsa yang mampu menghargai jasa para pendahulu sekaligus melanjutkan perjuangan mereka dengan karya dan pengabdian.
Indonesia adalah negeri kepulauan terbesar di dunia. Lautannya membentang luas, menyimpan kekayaan ikan, rumput laut, mutiara, energi laut, dan jalur perdagangan strategis dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: