Bangkit Bersama untuk Indonesia Kuat
Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-Istimewa-
Namun selama ini, sebagian besar potensi kemaritiman kita masih tertidur. Kita baru menyentuh permukaannya.
BACA JUGA:Saat Lidah Melampaui Akal
Padahal, lautan Nusantara dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi, pangan, energi, bahkan peradaban bangsa.
Dalam pandangan filsuf Yunani Aristotle, negara yang kuat adalah negara yang mampu mengelola potensi alam dan manusianya demi kebaikan bersama.
Maka pengelolaan laut Indonesia bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga tanggung jawab moral untuk menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.
Selain lautan, Indonesia memiliki gunung, hutan tropis, sungai, dan danau yang menjadi paru-paru kehidupan. Ribuan jenis flora dan fauna hidup di dalamnya.
Tanah Nusantara juga menyimpan gas alam, mineral, panas bumi, dan aneka sumber energi masa depan. Semua itu adalah amanah sejarah yang menunggu disentuh oleh tangan-tangan anak bangsa yang kreatif dan berintegritas.
BACA JUGA:Pendidikan Tinggi dan Logika Pasar
Filsuf Muslim besar Ibn Khaldun pernah menjelaskan bahwa kejayaan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan alamnya, tetapi oleh semangat solidaritas sosial dan kemampuan manusianya mengelola peradaban.
Kekayaan tanpa persatuan hanya akan menjadi potensi yang tidak bernilai.
Hari Kebangkitan Nasional juga mengingatkan kita bahwa kebangkitan bangsa dimulai dari kebangkitan cara berpikir. Bangsa yang maju adalah bangsa yang tidak hanya menjadi pengguna, tetapi pencipta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Internet dan kemajuan digital yang telah dibangun negara harus dimanfaatkan untuk pendidikan, riset, perdagangan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Anak-anak muda Indonesia harus bangkit menjadi generasi pencipta, bukan sekadar penonton di negeri sendiri.
Dalam perspektif Soekarno, bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya kepada kekuatan dirinya sendiri. Semangat berdikari yang pernah diserukan Bung Karno masih relevan hingga hari ini.
BACA JUGA:Negara Kuat Butuh Hukum Kuat: Tantangan di Balik Komitmen Presiden
Kemandirian pangan, energi, teknologi, dan lapangan kerja hanya dapat dicapai apabila bangsa ini memiliki keberanian untuk mengolah kekayaannya sendiri demi kepentingan rakyat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: