Tunas Bangsa dan Nafas Kebangkitan
Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-Istimewa-
Mahasiswa harus didorong menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan gagasan-gagasan kreatif, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan nasional. Semangat kebangkitan nasional harus tercermin dalam budaya akademik yang produktif, kolaboratif, dan berintegritas.
Selain itu, Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di tengah berbagai perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia.
BACA JUGA:Negara Kuat Butuh Hukum Kuat: Tantangan di Balik Komitmen Presiden
Perbedaan suku, agama, budaya, dan pandangan politik tidak boleh menjadi sumber perpecahan, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih dewasa dalam demokrasi dan kehidupan sosial.
Para pendiri bangsa telah memberikan teladan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari persatuan dan kesediaan untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Nilai inilah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global.
Lebih jauh, kebangkitan nasional pada era saat ini juga berkaitan erat dengan kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, dan keberanian berinovasi.
Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, mengelola sumber dayanya secara bijak, dan menciptakan daya saing global melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
BACA JUGA:Manchester City Ditahan Bournemouth, Arsenal Resmi Juara Liga Inggris 2026 Akhiri Penantian 22 Tahun
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat sipil harus terus diperkuat untuk membangun ekosistem kemajuan yang berkelanjutan.
Indonesia membutuhkan generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki visi masa depan yang kuat.
Semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi energi moral untuk terus bergerak maju sebagai bangsa yang optimistis.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia, Indonesia memiliki modal sosial, budaya, dan demografi yang sangat besar untuk menjadi negara maju.
Dengan menjaga tunas bangsa melalui pendidikan, persatuan, dan penguatan karakter, kita sedang menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan bermartabat.
BACA JUGA:Hardiknas 2026: Partisipasi Semesta dan Tantangan Mewujudkan SDM Unggul
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: